32.4 C
Jakarta
Minggu, 14 April, 2024

Bank Indonesia Catat Penyaluran Kredit Perbankan Alami Peningkatan

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit perbankan mengalami peningkatan di bulan November mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau bulan September, yaitu sebesar 58,6 persen. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, mengungkapkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru adalah sebesar 58,6 persen atau lebih tinggi ketimbang Saldo Bersih Tertimbang pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 32,8 persen. 

Baca juga: Bank Indonesia Siapkan Uang Rupiah Digital Sebagai Pembayaran Sah

Dia pun menjelaskan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut dikarenakan adanya permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan serta tingkat persaingan usaha dari bank lain. 

Sementara itu, untuk keseluruhan periode triwulan IV tahun 2022, pertumbuhan kredit baru diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai Saldo Bersih Tertimbang penyaluran kredit baru diperkirakan sebesar 89,1 persen, lebih tinggi dibandingkan 84,5 persen pada triwulan III 2022.

Selain itu, Erwin mengungkapkan permintaan pembiayaan korporasi pada bulan November 2022 terindikasi tumbuh positif. Hal it tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang pembiayaan korporasi sebesar 13,2 persen.

Baca juga: Sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah Kendalikan Inflasi

“Mayoritas sumber pembiayaan terutama dipenuhi dari dana sendiri, diikuti oleh penambahan kredit baru ke perbankan dalam negeri, pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik dan pinjaman atau utang dari perusahaan induk,” kata Erwin. 

Sementara itu, dari sisi rumah tangga, Erwin menjelaskan bahwa permintaan pembiayaan baru juga terindikasi tumbuh positif pada bulan November 2022. Menurutnya mayoritas rumah tangga memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan yang terpantau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Jenis pembiayaan yang diajukan rumah tangga mayoritas berupa Kredit Multi Guna. 

“Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing,” kata Erwin. 

Baca juga: Adanya Perlambatan Ekonomi Global, Bank Indonesia Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE