30.9 C
Jakarta
Minggu, 25 Februari, 2024

Bank Indonesia Gandeng Bank ASEAN Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia menjalin kerja sama dengan Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT) untuk bersama-sama melakukan eksplorasi potensi konektivitas pembayaran Lintas Negara berbasis fast payment di kawasan. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Erwin Haryono mengungkapkan langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas batas. Kelima bank sentral tersebut menggandeng Bank for International Settlements (BIS) dalam menjajaki potensi konektivitas pembayaran berbasis fast payment di kawasan melalui pelaksanaan Proyek Nexus.

Baca juga: Bank Indonesia Catat Posisi Utang Luar Negeri Alami Penurunan

“Kerja sama tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari Nota Kesepahaman (NK) Kerja Sama Konektivitas Pembayaran Kawasan yang ditandatangani oleh kelima bank sentral pada 14 November 2022 silam,” kata Erwin. 

Erwin menjelaskan Proyek Nexus pada tahap awal merupakan sebuah kajian yang dilakukan oleh BIS dalam mewujudkan skema multilateral untuk menghubungkan sistem pembayaran berbasis fast payment di berbagai negara (Proyek Nexus Tahap I). Selanjutnya, BIS bersama BNM, MAS, dan Banca d’Italia melakukan kajian dan uji coba teknis konektivitas pembayaran berbasis fast payment (Proyek Nexus Tahap II). 

Saat ini, dia menambahkan pihaknya bersama BIS, BNM, BSP, MAS, dan BOT akan melakukan kajian dan pendalaman terkait potensi konektivitas pembayaran berbasis fast payment yang akan meliputi skema organisasi dan tata kelola, model bisnis dan adopsi komersial, serta teknologi dan operasional (Proyek Nexus Tahap III). 

“Tahap III sendiri direncanakan akan dilaksanakan mulai April 2023 hingga Maret 2024,” kata Erwin.

Sementara itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan keterlibatan BI dalam Proyek Nexus merupakan salah satu implementasi dari NK Kerja Sama Konektivitas Pembayaran Kawasan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November 2022, dan salah satu agenda prioritas jalur keuangan Keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023. Tahapan Proyek Nexus ini akan menjadi langkah strategis sekaligus upaya bersama untuk menjalin konektivitas sistem pembayaran yang lebih luas. 

Baca juga: Bank Indonesia Blokir Pemalsuan Stiker QRIS di Rumah Ibadah

“BI terus berkomitmen untuk mewujudkan konektivitas sistem pembayaran yang lebih cepat, murah, mudah, transparan dan inklusif,” kata Perry.

Sebelumnya, terkait Bank Indonesia Pembayaran Lintas Negara, BI bersama dengan bank sentral negara kawasan  telah menyepakati kerja sama pembayaran berbasis QR Code lintas negara (cross-border QR payment linkage). Pada 29 Agustus 2022, BI bersama BOT telah menyepakati implementasi kerja sama pembayaran berbasis QR Code lintas negara. Di saat bersamaan juga disepakati inisiasi kerja sama serupa antara Indonesia dan Singapura. Sementara  dengan BNM telah diluncurkannya uji coba interkoneksi pembayaran antarnegara menggunakan QR Code antara Indonesia dan Malaysia pada 27 Januari 2022.

Diharapkan, dengan adanya pendalaman melalui Proyek Nexus pada tahap ini, konektivitas sistem pembayaran lintas batas berbasis fast payment sebagai infrastruktur sistem pembayaran untuk memfasilitasi pembayaran ritel yang dapat diakses setiap saat dapat diwujudkan guna mendorong terwujudnya transaksi lintas batas yang lebih murah, mudah, aman, inklusif, dan transparan. Berbagai manfaat lain adalah akses sistem pembayaran lintas batas yang mampu menjangkau UMKM, memfasilitasi remitansi, termasuk untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta memudahkan transaksi bagi para wisatawan.

Baca juga: Bank Indonesia Keluarkan Dua Program untuk Ketahanan Pangan Nasional

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE