29.3 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Bank Indonesia Optimistis Angka Inflasi akan Terkendali hingga Akhir Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia mengaku optimistis angka inflasi inti akan tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1 persen  persen di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan kembali ke dalam kisaran 3,0±1 persen lebih awal dari prakiraan sebelumnya. 

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah (pusat dan daerah) dalam pengendalian inflasi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono. 

Baca juga: Permudah Transaksi, Bank Indonesia Gandeng Bank Korea Selatan Pergunakan Mata Uang Lokal

Erwin menjelaskan inflasi inti tercatat sebesar 0,25 persen, meningkat meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,16 persen (mtm). Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan permintaan musiman pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri di tengah tekanan harga komoditas global yang menurun. 

Komoditas utama penyumbang inflasi inti ialah komoditas emas perhiasan. Secara tahunan, inflasi inti April 2023 tercatat sebesar 2,83 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,94 persen (yoy).

Dia menjelaskan inflasi kelompok volatile food April 2023 stabil dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 0,29 persen (mtm), sama dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya yang juga sebesar 0,29 persen (mtm). 

Erwin mengungkapkan perkembangan tersebut disumbang oleh inflasi komoditas daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras. Sementara itu, komoditas aneka cabai mencatat deflasi sejalan masih berlangsungnya panen komoditas hortikultura.

“Kelompok volatile food secara tahunan mengalami inflasi 3,74% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 5,83% (yoy),” kata Erwin.

Baca juga: Bank Indonesia Catat Penyaluran Kredit Perbankan Capai 63,7 Persen

Erwin mencatat Inflasi kelompok administered prices tercatat meningkat dari bulan sebelumnya. Kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 0,69 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,12 persen (mtm). 

Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi tarif angkutan udara, angkutan antarkota, dan rokok kretek filter, seiring dengan peningkatan mobilitas saat libur Idul Fitri, dan kenaikan tarif cukai tembakau. 

“Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 10,32 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 11,56 persen (yoy),” kata Erwin.

Sebagaimana diketahui, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2023 tercatat sebesar 0,33 persen (mtm), sehingga secara tahunan menjadi 4,33 persen (yoy), turun dari level bulan sebelumnya yang sebesar 4,97% (yoy). 

Baca juga: Bank Indonesia: Perlunya Bauran Kebijakan untuk Pemulihan Ekonomi Global

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE