23.9 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Bank Indonesia Perkirakan Sektor Industri Pengolahan Alami Peningkatan 53,3 Persen

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja sektor industri pengolahan diperkirakan meningkat sebesar 53,30 persen pada triwulan I tahun 2023. Angka itu diketahui lebih tinggi dari 50,06 pada triwulan sebelumnya. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan berdasarkan komponen pembentuknya, seluruh komponen tercatat meningkat atau membaik, dimana peningkatan tertinggi pada volume produksi, volume total pesanan dan volume persediaan barang jadi. 

Baca juga: Kinerja Perbankan Dorong Optimisme Hadapi Resesi Global

Disampaikan Erwin, seluruh subsektor industri pengolahan diperkirakan berada pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi pada subsektor Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki.

“Subsektor lain yang tercatat meningkat adalah sub sektor barang kayu dan hasil hutan lainnya, pupuk, kimia dan barang dari karet serta logam dasar besi dan baja,” kata Erwin. 

Dia pun mencatat bahwa untuk kinerja sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2022 diketahui tetap kuat dan masih berada pada fase ekspansi.

Hal tersebut sebagaimana tercermin dari Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia atau PMI-BI triwulan IV-2022 di angka 50,06% atau berada pada fase ekspansi (indeks >50%), meskipun lebih rendah dari 53,71% pada triwulan sebelumnya.

Baca juga: OJK Tetapkan Aturan Bank Umum tidak Penuhi Modal Inti akan Menjadi Bank Perkreditan Rakyat

Menurut Erwin lagi, ekspansi  terjadi pada mayoritas komponen pembentuk Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia, terutama volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi.

Berdasarkan pada sub sektornya, ekspansi terjadi pada Subsektor Semen dan Barang Galian Nonlogam, Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki, Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya, Kertas dan Barang Cetakan, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.

“Perkembangan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan sektor Industri Pengolahan sebagaimana hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang masih tumbuh meski melambat, dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,04%,” kata Erwin. 

Baca juga: Bank Indonesia Cadangan Devisa Alami Peningkatan Capai US$137,2 Miliar

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE