24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Bantu UMKM dengan Pinjaman, Linkaja Bermitra dengan Kredit Pintar

duniafintech.com – Perusahaan keuangan elektronik berbasis aplikasi Linkaja berencana mengeluarkan fitur baru dalam layanan nya dengan tujuan bantu UMKM dengan Pinjaman. Saat ini fintech besutan PT. Finarya atau Fintek Karya Nusantara hanya selaku penyalur pinjaman kepada nasabah consumer melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan fintech berbasis pinjaman atau peer to peer lending PT. Kredit Pintar.

Danu Wicaksana selaku Direktur Utama Finarya menegaskan bahwa pada bulan Oktober 2019 Linkaja akan menggandeng beberapa fintech peer to peer lending. Namun saat ini Linkaja telah melakukan kesepakatan hanya dengan PT. Kredit pintar saja. Adanya program Bantu UMKM dengan PInjaman diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam meningkatkan ekosistem digital.

Baca Juga :

Perlu diketahui bahwa penyelenggara peer to peer lending tidak boleh melakukan kegiatan usaha diluar kegiatan yang sudah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia dengan peraturan nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi. Inilah yang menjadi hambatan PT.Finarya karena Linkaja hanya mengantongi izin sebagai penerbit uang digital dari Bank Indonesia (BI). Maka dari itu Linkaja menggandeng pihak ketiga untuk fitur terbarunya yaitu bantu UMKM dengan Pinjaman.

Danu menambahkan saat ini Linkaja telah bekerjasama dengan agen-agen UMKM yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya, agen-agen yang telah mengantongi izin dapat melakukan pinjaman melalui Linkaja dengan memanfaatkan fitur bantu UMKM dengan pinjaman.

Rencananya Linkaja akan bantu UMKM dengan maksimal pinjaman senilai tiga juta rupiah. Inovasi lainnya yang akan di usung Linkaja  diperkirakan rilis akhir oktober. Namun hal itu masih dalam masa perencanaan dan masih dalam pendiskusian. Selain memberikan pinjaman kepada UMKM, Linkaja juga dapat memberikan pinjaman berupa akad syariah kepada para nasabahnya. Proses dari pinjaman Syariah tidak jauh berbeda dengan layanan pinjaman consumer dan UMKM, yaitu dengan menggandeng perusahaan peer to peer lending.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE