31 C
Jakarta
Senin, 6 Desember, 2021

Bantu UMKM dengan Pinjaman, Linkaja Bermitra dengan Kredit Pintar

duniafintech.com – Perusahaan keuangan elektronik berbasis aplikasi Linkaja berencana mengeluarkan fitur baru dalam layanan nya dengan tujuan bantu UMKM dengan Pinjaman. Saat ini fintech besutan PT. Finarya atau Fintek Karya Nusantara hanya selaku penyalur pinjaman kepada nasabah consumer melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan fintech berbasis pinjaman atau peer to peer lending PT. Kredit Pintar.

Danu Wicaksana selaku Direktur Utama Finarya menegaskan bahwa pada bulan Oktober 2019 Linkaja akan menggandeng beberapa fintech peer to peer lending. Namun saat ini Linkaja telah melakukan kesepakatan hanya dengan PT. Kredit pintar saja. Adanya program Bantu UMKM dengan PInjaman diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam meningkatkan ekosistem digital.

Baca Juga :

Perlu diketahui bahwa penyelenggara peer to peer lending tidak boleh melakukan kegiatan usaha diluar kegiatan yang sudah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia dengan peraturan nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi. Inilah yang menjadi hambatan PT.Finarya karena Linkaja hanya mengantongi izin sebagai penerbit uang digital dari Bank Indonesia (BI). Maka dari itu Linkaja menggandeng pihak ketiga untuk fitur terbarunya yaitu bantu UMKM dengan Pinjaman.

Danu menambahkan saat ini Linkaja telah bekerjasama dengan agen-agen UMKM yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya, agen-agen yang telah mengantongi izin dapat melakukan pinjaman melalui Linkaja dengan memanfaatkan fitur bantu UMKM dengan pinjaman.

Rencananya Linkaja akan bantu UMKM dengan maksimal pinjaman senilai tiga juta rupiah. Inovasi lainnya yang akan di usung Linkaja  diperkirakan rilis akhir oktober. Namun hal itu masih dalam masa perencanaan dan masih dalam pendiskusian. Selain memberikan pinjaman kepada UMKM, Linkaja juga dapat memberikan pinjaman berupa akad syariah kepada para nasabahnya. Proses dari pinjaman Syariah tidak jauh berbeda dengan layanan pinjaman consumer dan UMKM, yaitu dengan menggandeng perusahaan peer to peer lending.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Dukung Produksi Susu Nasional, ADB pesan 19,4 Juta Lembar Saham Cimory

JAKARTA, duniafintech.com - Asian Development Bank (ADB) telah memesan sebanyak 19,4 juta lembar saham sebagai bagian dari rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO)...

Turun 20% Hal Biasa di Dunia Kripto, Ini Momentum Tepat untuk Membeli

JAKARTA, duniafintech.com - Pasar aset kripto dalam beberapa hari terakhir sedang mengalami penurunan harga lebih dari 20% yang menyebabkan para investor pemula di kripto...

Ini Syarat Pihak Asuransi Mau Tanggung Kerusakan Kendaraan Akibat Bencana Alam

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil bencana alam menjadi hal yang mesti dipersiapkan di tengah ketidakpastian bencana yang terjadi di tanah air. Misalnya saja dari...

Panduan Cara Klaim Asuransi Astra hingga Cara Cek Polis

JAKARTA, duniafintech.com  - Cara klaim asuransi Astra penting diketahui oleh nasabah perusahaan asuransi yang satu ini atau bagi Anda yang berminat untuk menjadi nasabahnya....

5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Crypto, Trader Harus Tahu!

JAKARTA, duniafintech.com - Faktor yang mempengaruhi harga crypto? Apa saja faktor-faktornya? Sebelum mulai membahas tentang faktor hal tersebut, perlu diketahui sebelumnya, bahwa crypto sama...
LANGUAGE