26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

BBM Subsidi Diperkirakan Habis di Bulan Oktober

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan kuota BBM subsidi jenis solar akan habis di bulan Oktober dan BBM subsidi jenis pertalite akan habis di bulan September 2022.

Sri Mulyani mengungkapkan terhitung per bulan Juli, penggunaan BBM jenis solar sudah habis sebanyak 9,88 juta, sedangkan untuk kuota yang ditetapkan oleh pemerintah hanya sebanyak 15,1 juta Kilo Liter. Menurutnya dengan penggunaan sebanyak 9,88 juta, diperikirakan di bulan Oktober.

“Kalau mengikuti tren, bulan Oktober sudah habis kuotanya. Mengingat Januari sampai Juli dengan ekonomi kita tumbuh tinggi,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Ada Dana Bansos Saat Kenaikan Harga BBM Subsidi?

Sedangkan untuk kuota BBM subsidi jenis Pertalite, dia mengungkapkan penggunaannya sudah mencapai 16,84 juta KL. Sedangkan untuk kuota BBM subsidi jenis Pertalite, pemerintah menetapkan sebesar 23 juta KL. Sri Mulyani memperkirakan BBM subsidi jenis Pertalite akan habis di bulan September.

“Tiap bulan habis 2,4 juta KL habis. Jadi akhir September akan habis untuk Pertalite,” kata Sri Mulyani.

Kendati demikian, Sri Mulyani menyayangkan penggunaan BBM subsidi sebagian besar digunakan oleh orang kaya. Untuk jenis solar sering digunakan oleh empat kelas rumah tertinggi.

Sri Mulyani mencatat orang kaya menikmati jenis BBM subsidi Pertalite sebesar 86 persen atau setara dengan Rp80 triliun. Sedangkan untuk jenis solar, orang kaya menikmati 89 persen atau setara dengan Rp127 triliun.

“Itu yang menikmati dunia usaha dan orang kaya,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Cara Menteri ESDM Kendalikan dan Antisipasi Kenaikan Harga BBM Subsidi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keputusan kenaikan harga subsidi energi harus dipertimbangkan dengan matang dan diputuskan secara hati-hati.

Menurut Jokowi keputusan untuk menaikkan harga subsidi energi harus diputuskan secara hati-hati karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Terutama dampak terhadap kenaikan harga tersebut, agar tidak menurunkan daya beli masyarakat dan menurunkan konsumsi rumah tangga.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi semuanya harus diputuskan secara hati-hati,” kata Jokowi.

Dia menambahkan kenaikan harga energi subsidi membawa dampak terhadap angka inflasi. Menurutnya imbas kenaikan harga subsidi akan tingginya angka inflasi di Indonesia sehingga dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Semuanya suruh saya ngitung betul, ngitung betul sebelum diputuskan,” kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Dilema Soal Kenaikan Harga BBM Subsidi

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE