29.1 C
Jakarta
Selasa, 27 Februari, 2024

Berita Fintech Indonesia: Penetrasi Digital Dorong Pertumbuhan Sektor Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terkait sektor fintech di Indonesia yang telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Adapun hal itu didorong oleh penetrasi digital yang semakin luas dan keterlibatan investor yang kuat. Populasi negara yang berjumlah sekitar 275 juta jiwa, termasuk dengan sekitar 81 persen individu yang belum terlayani dan belum memiliki akses perbankan yang memadai, serta adanya keterbatasan dan kesenjangan pembiayaan, khususnya untuk UMKM, menyoroti perlunya solusi fintech.

Berikut ini berita fintech Indonesia selengkapnya, seperti dinukil dari Medcom.id, Selasa (18/7/2023).

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: APGI: Asosiasi Industri Finansial Perlu Upaya Kolaborasi

Berita Fintech Indonesia: Terjadi Peningkatan Luar Biasa

Menurut Analis Mirae Sekuritas, Rizkia Darmawan, jumlah pemain dan pengguna fintech di Indonesia terus meningkat. Selama dekade terakhir, terjadi peningkatan luar biasa sebesar 5,5 kali lipat dalam jumlah pemain fintech. 

Ia mengatakan, pada awalnya, pertumbuhan didominasi oleh segmen pembayaran, namun lanskap saat ini ditandai dengan beragam layanan fintech, termasuk pinjaman, pembayaran, dan manajemen kekayaan.

“Sentimen investor di sektor fintech Indonesia tetap sangat optimis. Antara 2020 dan 2022, total investasi di sektor ini mencapai USD3,2 miliar, yang merupakan 4,6 kali lipat lebih tinggi dari pendanaan yang diterima antara 2017 dan 2019,” jelas dia dalam risetnya.

Meskipun sebagian besar pendanaan dialokasikan untuk perusahaan yang sudah mapan, sekitar 60 persen dari volume investasi tersebut diberikan kepada perusahaan tahap awal, menunjukkan minat yang kuat terhadap inovasi baru.

Peningkatan pertumbuhan penetrasi layanan finansial menjadi hal yang penting, dan masih ada peluang yang signifikan untuk meningkatkan kesadaran dan adopsi konsumen terhadap layanan fintech, seperti pinjaman, manajemen kekayaan, deposito, dan asuransi.

Akan tetapi, pemain fintech yang mengandalkan promosi dan diskon untuk pertumbuhan cepat juga harus fokus pada memberikan nilai tambahan di luar insentif tersebut. Hal itu mencakup peningkatan langkah-langkah keamanan, kenyamanan, dan peningkatan pengalaman pengguna.

Setelah menganalisis lanskap industri dan mengkaji perusahaan P2P lending seperti Akseleran, sektor UMKM dan pembiayaan konsumen memiliki potensi besar bagi pemain fintech dalam jangka pendek hingga menengah.

“Namun, sangat penting bagi pemain fintech untuk mengatasi kekhawatiran pelanggan agar dapat berhasil di pasar Indonesia. Hal ini akan mendorong keberhasilan dalam menarik basis pengguna yang lebih besar, memastikan kualitas pinjaman, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas,” tegas dia.

Berita Fintech Indonesia: Teten Minta Perbankan Tiru Fintech Permudah UMKM Akses Kredit

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki meminta industri perbankan meniru industri teknologi finansial (fintech) untuk mempermudah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengakses kredit atau pinjaman.

“Hal ini agar pembiayaan perbankan semakin mudah diakses pelaku UMKM dan dapat memenuhi porsi pembiayaan 30 persen dari total kredit perbankan,” ujarnya lewat keterangan, dikutip dari Republika.co.id

UMKM sendiri memiliki posisi dan peran yang sangat strategis bagi perekonomian Indonesia karena sebanyak 97 persen lapangan pekerjaan nasional mampu diserap UMKM dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 60,5 persen. Sayangnya, dalam hal akses pembiayaan, sampai saat ini baru 21 persen UMKM yang mampu memperoleh kredit perbankan.

“Persyaratan agunan menjadi kendala terbesar bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan perbankan. Padahal agar UMKM naik kelas kita harus memberikan kemudahan akses pembiayaan untuk memperkuat modal kerja maupun modal investasi untuk bisa memperbesar kapasitas usahanya,” katanya.

Oleh karena itu, Teten melanjutkan, bank negara atau bank swasta harus proaktif memberikan kemudahan pembiayaan. Ia menilai model lama penggunaan agunan atau kolateral untuk kredit UMKM sudah waktunya dikoreksi oleh perbankan.

“Di banyak negara sudah mulai, bahkan sudah lama menerapkan credit scoring dalam pemberian kredit kepada para pelaku UMKM. Jika hal itu bisa dilakukan, 30 persen target porsi kredit perbankan untuk UMKM seperti yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo tidak akan sulit untuk dipenuhi,” ujarnya.

Menurut Teten, hal ini juga sudah dilakukan industri fintech yang sudah sangat membantu para UMKM yang tidak memiliki aset dan kolateral untuk bisa mengakses pembiayaan lebih mudah karena mereka telah menerapkan teknologi dalam penyaluran pembiayaannya.

Baca juga: Produk Fintech di Indonesia, Intip Juga Kelebihannya Yuk!

Berita Fintech Indonesia

“Saat ini pembiayaan hingga Rp 2 miliar sudah bisa dilakukan pelaku fintech tanpa menerapkan agunan. Saat ini pun mereka sudah mengajukan usulan sampai Rp 10 miliar khususnya para pelaku UMKM yang terhubung dalam e-katalog barang dan jasa pemerintah. Semestinya langkah-langkah ini juga dilakukan oleh perbankan kita,” kata Teten.

Kebijakan dan Peraturan

Guna mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah mengeluarkan kebijakan dan peraturan yang mendorong peningkatan pembiayaan bagi UMKM. 

Kebijakan itu di antaranya perhitungan ATMR untuk risiko kredit dengan menggunakan pendekatan standar bagi bank umum; perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan; mendorong transparansi dan publikasi suku bunga dasar kredit; penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi; dan skema pembiayaan klaster (KUR) sektor pertanian.

Adapun porsi penyaluran kredit perbankan untuk UMKM saat ini baru 21,07 persen atau Rp 1,385 triliun dari total penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 6,445 triliun pada kuartal I 2023.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Saham Fintech Finpay Disebut-sebut akan Dijual Telkom (TLKM) hingga US$150 Juta

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE