25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,3 Persen di Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tetap kuat pada kisaran 4,5 persen sampai 5,3 persen di tahun 2023.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengungkapkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga tangga maupun investasi. Perkiraan tersebut sejalan dengan naiknya mobilitas masyarakat pasca penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk Penanaman Modal Asing (PMA) serta berkelanjutan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Baca juga: Pandangan Bank Indonesia soal Ekonomi di Tahun 2023

Dia mengungkapkan hal itu juga mengacu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat. Terbukti, pada triwulan IV 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tetap tinggi yakni 5,01% (yoy), di tengah pertumbuhan ekonomi global yang dalam tren melambat. 

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan tahun 2022 tercatat 5,31% (yoy), jauh meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 3,70% (yoy),” kata Erwin. 

Dia menjelaskan kondisi ekonomi yang kuat didukung oleh hampir seluruh komponen PDB dari sisi pengeluaran. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,48% (yoy) sejalan meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, serta berlanjutnya penyaluran bantuan sosial. Ekspor tetap tumbuh tinggi sebesar 14,93% (yoy), didorong oleh permintaan mitra dagang utama yang masih kuat.

Baca juga: Ini Jurus Bank Indonesia Hadapi Perlambatan Ekonomi Global

Dia menambahkan pertumbuhan investasi nonbangunan juga tetap tinggi sejalan dengan kinerja ekspor, meskipun pertumbuhan investasi secara keseluruhan sedikit tertahan pada 3,33% (yoy) akibat investasi bangunan yang masih rendah. Sementara itu, konsumsi Pemerintah terkontraksi 4,77% (yoy), namun lebih dipengaruhi oleh penurunan belanja barang untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) seiring dengan kondisi pandemi yang terus membaik.

Selain itu, Erwin mengungkapkan kondisi ekonomi yang tetap kuat juga tercermin secara Lapangan Usaha dan spasial. Secara Lapangan Usaha (LU), seluruh LU pada triwulan IV 2022 juga menunjukkan kinerja positif, terutama ditopang oleh Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Informasi dan Komunikasi. LU Transportasi dan Pergudangan serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga mencatat pertumbuhan yang tinggi didorong oleh berlanjutnya peningkatan mobilitas masyarakat dan naiknya kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2022 tercatat tetap kuat di seluruh wilayah Indonesia, meskipun ada sebagian daerah yang melambat. 

“Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.,” kata Erwin. 

Baca juga: Peringatan Bos Bank Indonesia Adanya Perlambatan Ekonomi Global

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE