28.2 C
Jakarta
Sabtu, 20 Juli, 2024

Bikin Uang Nasabah BCA Hilang Rp135 Juta, Apa Itu Skimming?

JAKARTA, duniafintech.com – Hebbie Agus Kurnia, seorang nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) baru-baru ini mengaku kehilangan uangnya senilai Rp135 juta dari rekening pribadinya.

Diduga, lenyapnya uang Hebbie lantaran skimming di mesin ATM yang pernah digunakannya.

Hebbie menyampaikan kabar itu via unggahannya di akun Twitter @hebosto. Menurut Hebbie, kejadian pembobolan ini dilakukan oleh orang tidak dikenal lewat ATM BCA pada Minggu (27/3/2022) dini hari lalu. Ia pun mengaku, kartu ATM tabungan ini masih dipegangnya dan tidak hilang.

“Tabungan gue diambil Rp135 juta di jam 1 pagi, 27 Maret 2022, via penarikan ATM,” demikian tulisnya di Twitter.

Di lain sisi, pihak BCA sendiri menyebut bahwa memang ada dugaan skimming di balik raibnya uang nasabah sebesar Rp135 juta tersebut. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (29/3/2022).

“Setelah dilakukan penelusuran, terdapat dugaan skimming. Kami imbau kepada nasabah untuk dapat mengganti PIN secara berkala,” ujarnya.

Penggantian PIN secara berkala, imbuhnya, bakal mencegah kejahatan skimming walaupun kode PIN ATM sudah pernah terekam oleh pelaku. Pihaknya, kata dia lagi, juga sudah menyelesaikan permasalahan hilangnya dana Rp135 juta ini dengan nasabah yang bersangkutan.

“Dapat kami sampaikan bahwa jika bukan kesalahan atau kelalaian nasabah, BCA berkomitmen mengganti 100 persen dana nasabah yang hilang,” sebutnya.

Mengenal skimming

Pada dasarnya, skimming adalah suatu metode penipuan dengan alat skimmer. Pelaku skimming pada umumnya bakak memasang alat skimmer ini di lubang mulut mesin ATM. Nah, nantinya, alat skimmer itu bakal menyalin (kloning) berbagai data, antara lain, PIN dan jumlah saldo dari magnetic stripe yang ada di kartu ATM nasabah.

Bukan hanya di mesin ATM, tindak kejahatan ini  juga bisa dilakukan di mesin electronic data capture atau EDC, dengan pemasangan alat yang sama. Di samping itu, juga ada metode wiretapping mesin EDC yang memiliki fungsi sama—menyalin data nasabah dari kartu ATM untuk kemudian dicuri.

Tips agar terhindar dari skimming

Perlu ketelitian ketika bertransaksi agar terhindar dari kejahatan skimming yang mengintai setiap waktu. Baik di mesin ATM atau EDC, seorang nasabah diimbau untuk terus waspada.

Berikut ini beberapa tips agar terhindar dari skimming.

  1. Pilih kartu ATM yang sudah menggunakan chip

Memakai kartu ATM yang sudah menggunakan kartu chip dapat membuat nasabah terhindar dari kejahatan skimming. Pasalnya, kartu ATM yang memakai chip telah terenkripsi atau sudah melewati proses pengamanan informasi supaya tidak bisa dibaca tanpa bantuan kode atau ilmu khusus. Oleh sebab itu, sebaiknya nasabah meminta kartu yang telah memakai teknologi chip ini agar lebih aman.

  1. Sebelum masukkan PIN, rabalah bagian atas tombol

Meraba bagian atas langit-langit tombol untuk memencet pin ATM perlu dilakukan oleh nasabah sebelum memasukkan PIN-nya.  Pasalnya, cara kerja skimming biasanya berada di bagian atas tombol untuk merekam PIN.

  1. Sebaiknya memilih cardless atau transaksi tanpa kartu

Adapun cardless adalah layanan transaksi dari perbankan terkait pengambilan uang di ATM tanpa kartu. Cara ini pun dinilai efektif untuk menghindar dari tindak kejahatan skimming.

 

 

 

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU