22.8 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

Bitcoin dan Ethereum Sudah Diborong, Waktunya Beli? 

JAKARTA, duniafintech.com – Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mengalami kenaikan drastis pada volume perdagangan hari ini. 

Menurut data coinmarketcap.com pukul 17.00 WIB Selasa (25/1), BTC mengalami kenaikan pada jumlah volume perdagangan dalam 24 jam sebesar 63% di posisi US$ 41.424,773,984. 

BTC juga berhasil kembali ke atas level US$ 35.000an. Saat ini BTC ada di posisi US$ 35.915,58 naik 1,89% dalam sehari, tetapi masih anjlok lebih dari 13% dibandingkan pekan lalu. 

Selain itu, Koin dengan kapitalisasi besar lainnya yaitu ethereum (ETH), mengalami kenaikan jumlah  volume perdagangan dalam sehari  hingga 79,02% menjadi US$ 27,548,311,344. Namun ETH dalam perdagangan sehari ini turun 2,87% menjadi US$ 2 372.19. 

Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami kenaikan volume perdagangan dalam waktu 24 jam.

Dilangsir dari Coindesk, beberapa indikator menunjukkan sentimen investor pada level yang sangat bearish, biasanya mendahului periode aktivitas pembelian.  

Namun, tindakan teknis lainnya menunjukkan bahwa pergerakan harga yang tidak stabil dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat singkat.

Bitcoin kembali ke atas $35.000 dan mengalami kenaikan terbesar  3% selama 24 jam terakhir, dibandingkan dengan penurunan 5% di SOL dan kinerja rata-rata di ETH selama periode yang sama. 

Marcus Sotiriou, seorang analis di pialang aset digital yang berbasis di Inggris, GlobalBlock, mengatakan untuk penentuan pasar bull/bear tidak sejelas siklus sebelumnya.

“Mungkin terlalu dini untuk menyebut harga terendah, karena struktur pasar berubah secara drastis dengan institusi memasuki ruang tersebut,” kata Marcus.

Sementara itu, Alex Axelrod,  CEO dan Founder Aximetria, sebuah perusahaan layanan keuangan crypto, mengatakan pemulihan Bitcoin merupakan langkah yang panjang karena investor lebih tertarik pada harga yang stabil untuk saat ini. 

“Saya memantau tingkat harga BTC antara $32.000 dan $40.000 untuk dapat konfirmasi kerusakan atau penembusan sebelumnya,” kata Axelrod dilansir dari Coindesk, Selasa (25/1). 

Sementara itu, Glassnode, sebuah perusahaan data crypto, meyatakan bahwa pemegang bitcoin jangka panjang tampak tidak terpengaruh oleh penurunan harga baru-baru ini. 

“Proporsi pasokan pemegang jangka panjang sebenarnya telah kembali ke tren positif naik, yang menunjukkan keengganan untuk kelompok ini untuk melikuidasi,” katanya.

 

Penulis: Kontributor / Achmad Ghifari

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE