25.9 C
Jakarta
Kamis, 18 April, 2024

Bitcoin Rp14 Triliun Dijual Tesla, Elon Musk Beberkan Penyebabnya 

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan yang memproduksi mobil listrik, Tesla menjual aset Bitcoin senilai US$936 juta atau Rp14,04 triliun (kurs Rp15.000). 

Berdasarkan laporan perusahaan pada hari Rabu kemarin, jumlah tersebut setara dengan 75 persen kepemilikan bitcoin Tesla di kuartal tersebut.

Melansir detik.com, CEO Tesla Elon Musk dalam diskusi laporan keuangan perusahaan mengatakan, bahwa Tesla menjual sebagian besar bitcoinnya untuk memaksimalkan posisi kas perusahaan. Ketidakpastian akibat lockdown COVID-19 di China juga menjadi alasan Tesla menjual aset kripto tersebut. 

Baca juga: Kabar Baik, Elon Musk Isyaratkan Twitter Bakal Terintegrasi dengan Pembayaran Kripto

Tetapi, Elon Musk menyatakan dirinya terbuka untuk meningkatkan eksposur bitcoin-nya di masa depan. Ia menyebut apa yang dilakukan Tesla tidak boleh dianggap sebagai vonis terhadap aset kripto tersebut.

CoinDesk melaporkan, Tesla masih mempertahankan salah satu aset kripto-nya yaitu Dogecoin.

Harga bitcoin melemah 1,7 persen menjadi US$ 23.300, dan mengalami rebound ke level sebelumnya setelah Elon Musk berkomentar dalam diskusi laporan keuangan Tesla.

Tesla sendiri mengakhiri kuartal keduanya dengan menyisakan US$ 218 juta bitcoin, turun dibanding tiga kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 1,26 miliar.

Tesla memegang sekitar 42 ribu bitcoin menuju kuartal tersebut. Artinya, jika Tesla menjual 75% bitcoin-nya dan memperoleh US$ 936 juta, maka rata-rata harga jualnya adalah US$ 29 ribu per bitcoin.

Di kuartal kedua, aset kripto ini diperdagangkan sekitar US$ 18.700. Tesla berusaha menghindari biaya penurunan nilai yang substansial dengan menjual bitcoin di awal kuartal.

Pada Februari 2021, Tesla mengumumkan telah membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Tindakan perusahaan ini menyebabkan lonjakan harga bitcoin yang drastis.

Baca juga: Keren! Kalahkan Pergerakan Bitcoin, 2 Kripto Ini Melesat Hingga 70 Persen

Kemudian, pada kuartal pertama itu, perusahaan memangkas aset bitcoinnya sebesar 10 persen, keputusan yang meningkatkan pendapatan sebesar US$ 272 juta pada kuartal tersebut. Tesla tidak membeli atau menjual aset kripto tersebutlagi sampai mengeluarkan pengumuman baru-baru ini.

Tesla mulai menerima aset kripto ini sebagai alat pembayaran untuk pembelian mobilnya sejak Maret tahun lalu. Enam minggu kemudian Elon Musk menangguhkan keputusan itu dengan alasan khawatir akan dampak lingkungan yang ditimbulkan penambang bitcoin.

Secara keseluruhan, Tesla melaporkan laba di kuartal kedua dengan pendapatan sebesar US$ 16,9 miliar. Saham Tesla naik 0,7 persen menjadi US$ 746,78 dalam perdagangan setelah jam kerja.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

Baca juga: Jika Sulit Keuangan, Trading Bitcoin di Indodax Bisa Datangkan Passive Income

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE