35 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Pedagang Besar Alkohol China Menguji Blockchain Anti-Pemalsuan

duniafintech.com – Oranco, pedagang grosir dan pemasar alkohol Tiongkok yang berspesialisasi dalam minuman Fenjiu dan anggur impor, saat ini sedang menguji solusi blockchain untuk menjamin keaslian produk-produknya.

Menurut siaran pers pada 26 Juli, anak perusahaan Oranco, Fengyuang Huaxin Liquor Development, bermitra dengan perusahaan yang berfokus pada blockchain, Guangzhou Silicon Technology (GSTC). Kedua perusahaan tersebut sepakat untuk mengembangkan solusi guna mengidentifikasi minuman Oranco sebagai minuman asli.

Langkah ini dilaporkan menghadirkan pengenalan laser anti-pemalsuan yang dipatenkan, bersama dengan teknologi blockchain sebagai sarana untuk melacak dan mensertifikasi produk alkohol.

Baca juga: Raksasa E-Commerce Malaysia Bermitra dengan Wanchain

Program ini konon ini terjadi dalam dua langkah. Pertama, GSTC bertugas memverifikasi bahwa beberapa produk yang diberikan adalah otentik. Kedua, GSTC dilaporkan akan menggunakan solusi blockchain baru yakni mengeluarkan ID digital untuk produk di blockchain.

Presiden Oranco, Peng Yang percaya bahwa dengan jaminan berbasis blockchain baru ini, produk perusahaan akan meningkat nilainya:

“Kami percaya kemampuan verifikasi blockchain akan memungkinkan kami untuk memastikan asal dan keaslian minuman beralkohol premium kami secara meyakinkan. Teknologi ini akan memastikan keaslian dan semakin membangun nilai produk premium kami. “

Blockchain adalah anugerah bagi vintners yang bertarung dengan pemalsuan

Sejumlah produsen anggur dan minuman keras juga menggunakan solusi blockchain untuk melacak dan menunjukkan keaslian produk mereka, karena pasar untuk produk palsu menjadi industri bernilai miliaran dolar.

Pada Mei 2018, VeChain, startup blockchain yang berbasis di Shanghai, mengumumkan sedang menguji aplikasi blockchain untuk memverifikasi rantai pasokan anggur dalam melawan pemalsuan. Sebagai bagian dari proyek, VeChain berpasangan dengan Shanghai Waigaoqiao Direct Imported Goods untuk memulai pengujian dengan produk-produk dari produsen Perancis Pierre Ferraud dan Fils.

Pada bulan Oktober di tahun yang sama, anak perusahaan modal ventura Overstock.com, Medici Ventures berinvestasi di perusahaan VinX yang berbasis di Israel untuk mengembangkan platform anggur berjangka bertenaga blockchain. VinX menyatakan bahwa perdagangan anggur tokenized akan menciptakan rantai pasokan yang aman yang menjamin asal-usul anggur terdaftar dan dengan demikian mengurangi penipuan di industri.

Image by Dariusz Sankowski from Pixabay

Baca juga: New York Times Menggunakan Blockchain untuk Memerangi Berita Palsu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...

Layanan Permodalan dan Pinjaman Online Untuk Petani? Simak Disini!

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) di Indonesia telah beragam. Hingga kini, terdapat berbagai permodalan dan pinjaman untuk berbagai profesi seperti...
LANGUAGE