24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Berkat Blockchain Bank Ini Dapat Memangkas Waktu Transaksi

duniafintech.com – Kecepatan waktu transaksi dalam layanan keuangan memang menjadi tantangan tersendiri bagi pihak bank saat ini, dimana saat ini kita sudah memasuki era digitalisasi yang menuntut kecepatan dan kemudahan dalam proses bertransaksi. Semua itu ikindapat dilakukan dengan bantuan media teknologi.

Salah satu teknologi yang bertumbuh pesat saat ini adalah Blockchain, hampir seluruh bank-bank besar di dunia sudah melakukan eksplorasi dari kegunaan teknologi Blockchain dan sudah mengaplikasikanya dalam proses bisnis mereka seperti HSBC.

Apa keuntungan HSBC Ketika Menggunakan Blockchain untuk Waktu Transaksi Mereka?

Menurut laporan Chartered Institute of Procurement & Supply, HSBC, baru saja selesai melakukan uji coba Blockchain perdagangan keuangan mereka pada platform Voltron. Dimana setelah melakukan uji coba Blockchain, perusahaan HSBC mampu mengurangi waktu transaksi mereka sebesar 40%.

Baca juga: PT Fuji Finance Menargetkan Pertumbuhan Laba Dua Kali Lipat Usai IPO

Uji coba Blockchain ini dilakukan oleh HSBC sebagai bentuk kerja sama dengan Landmark Group yang juga sudah memiliki Blockchain pada platform ReChainMe.

Yang mana, kedua perusahaan tersebut menghubungkan kedua platform mereka untuk mengatur pengiriman antara Hong Kong dan Dubai, dan didapatkan hasil yaitu terjadi pengurangan waktu selama 12 hari atau 40%.

Sunil Veetil, kepala perdagangan regional di HSBC Mena dan Turki mengatakan:

“Platform berbasis Blockchain akan memberikan keuntungan kompetitif bagi bisnis dengan meningkatkan perdagangan.”

Hasil uji coba yang dilakukan oleh HSBC dan Landmark Group menunjukkan bahwa kedua platform mereka berjalan dengan baik , yang dapat diartikan seluruh ekosistem dan rantai pasokan berjalan baik  seperti ketentuan-ketentuan logistik, dokumentasi, transaksi pembayaran kepada pemasok, semua itu dilakukan secara real time.

Baca juga: Cadence Rilis Marketplace Investasi Kredit Berbasis Token Blockchain

Tentu saja hasil uji coba ini sangat memuaskan bagi pihak HSBC, dimana pada bulan Februari 2019, platform Blockchain milik mereka mampu memangkas biaya untuk penyelesaian perdagangan valuta asing sebesar seperempat persen.

Beatrice Collot, Kepala Perdagangan Global dan Keuangan Piutang di HSBC, berpendapat bahwa transparansi dan instanitas adalah kekuatan utama teknologi Blockhain.  Berkat Blockchain, para pemangku kepentingan dapat berbagi informasi lebih akurat dan juga transparan.

Pencapaian HSBC setelah menerapkan Blockchain pada proses bisnis mereka bisa menjadi pertanda baik bagi dunia industri saat ini, yang seringkali kerepotan ketika berhubungan dengan pihak-pihak lainnya.

Bagaimana dengan layanan perbankan di Indonesia, apakah sudah siap untuk menyambut kehadiran Blockchain pada proses bisnis mereka?

 Image by Gerd Altmann from Pixabay

-Febrian Surya-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE