26.2 C
Jakarta
Sabtu, 2 Maret, 2024

Mengenal Bullish Flag: Jenis dan 4 Cara Mudah untuk Membacanya

Bullish Flag adalah salah satu pola yang sering dicari oleh para trader. Dalam perdagangan aset kripto, analisis teknikal menjadi alat yang sangat esensial bagi para trader untuk membuat keputusan investasi yang tepat. 

Analisis ini mencakup studi data historis harga dan volume perdagangan untuk mengenali pola-pola yang dapat memberikan gambaran mengenai arah pergerakan harga di masa mendatang. Salah satu pola yang sering diidentifikasi oleh analisis teknikal adalah Bullish Flag. Pola ini merupakan indikator kelanjutan tren bullish yang muncul setelah periode kenaikan harga yang signifikan. 

Pembentukan pola ini dimulai dengan kenaikan harga yang tajam, disebut sebagai “tiang bendera,” diikuti oleh periode konsolidasi atau perlambatan, yang disebut sebagai “bendera.” Bentuk bendera ini sering kali terlihat sebagai penurunan harga yang stabil dengan pola segitiga atau paralelogram. Setelah fase konsolidasi ini, harga kemungkinan besar akan melanjutkan tren naiknya.

Penting untuk diingat bahwa analisis teknikal memiliki peran krusial dalam trading aset kripto. Ini membantu dalam mengidentifikasi peluang trading potensial, mengelola risiko, memahami sentimen pasar, dan mendukung pemilihan aset yang sesuai dengan strategi investasi.

Baca juga: Bitcoin Kembali ke Jalur Bullish, Bisa Sentuh US$100.000?

bullish flag

Apa Itu Bullish Flag?

Pola Bullish Flag merupakan salah satu pola konsolidasi harga yang menandakan kelanjutan tren bullish dalam pergerakan harga suatu aset. Pola ini dikategorikan sebagai pola kelanjutan atau Continuation Pattern.

Terbentuknya pola ini terjadi saat aset sedang mengalami uptrend, namun mengalami penurunan karena adanya tekanan jual dari pelaku pasar, menyebabkan aset beristirahat sejenak dari tren naiknya.

Selama fase konsolidasi ini, harga aset mengalami fluktuasi naik-turun secara bergantian hingga akhirnya mengalami breakout menuju tren bullish yang lebih kuat.

Bagi para trader, pola ini memberikan indikasi bahwa uptrend akan berlanjut dalam jangka waktu yang lebih lama dengan kekuatan yang tinggi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para trader merasa sangat optimis ketika menemui pola Bullish Flag dalam grafik harga aset.

Mengapa Pola Bullish Flag Penting?

Pola Bullish Flag memiliki peranan penting dalam analisis teknikal karena memberikan sinyal positif yang dapat membantu para trader membuat keputusan investasi yang cerdas. Salah satu aspek kunci adalah pola ini menjadi indikasi bahwa meskipun terjadi koreksi atau konsolidasi sementara dalam tren naik, kekuatan pembeli (bulls) masih mendominasi pasar.

Selain itu, kemunculan pola ini di grafik mencerminkan keyakinan tinggi dari para trader dan investor terhadap aset tersebut. Bullish Flag menjadi penanda bahwa pasar meyakini harga akan terus naik setelah periode konsolidasi.

Penting juga untuk dicatat bahwa Bullish Flag memberikan panduan bagi para trader untuk mengukur potensi pergerakan harga setelah breakout dari pola tersebut. Panjang tiang bendera, yang merupakan perbedaan antara harga terendah dan tertinggi selama periode tersebut, dapat memberikan perkiraan sejauh mana harga bisa naik setelah breakout. Dengan memahami panjang tiang, trader dapat menetapkan target harga yang lebih realistis.

Mengenal Karakteristik Bullish Flag

Dilihat dari segi visualnya, Pola Bullish Flag memiliki struktur yang mencolok, terdiri dari tiga komponen utama: tiang bendera (flagpole), bendera, dan level breakout. Berikut penjelasan karakteristiknya:

  1. Tiang (Flagpole)

Tiang atau flagpole dalam Pola Bullish Flag terjadi karena adanya aksi beli yang kuat di pasar, mengakibatkan kenaikan harga aset secara tajam. Bentuk kenaikan harga yang signifikan ini menyerupai struktur tiang penyangga bendera. Keadaan ini seharusnya dianggap sebagai sinyal awal bahwa Pola Bullish Flag akan segera terbentuk.

  1. Bendera

Namun, aksi beli ini secara perlahan mulai mereda karena beberapa pelaku pasar mulai mengambil untung (take profit). Meskipun begitu, para bull masih aktif melakukan pembelian, sehingga harga aset mengalami fluktuasi dan sering kali membentuk titik tertinggi yang lebih rendah (lower high) dan titik terendah yang juga lebih rendah (lower low). Dengan menghubungkan titik-titik lower high, dapat dibentuk garis tren turun.

Garis tren juga dapat dihasilkan dengan menghubungkan titik-titik lower low pada grafik harga. Garis tren yang menghubungkan lower high disebut sebagai upper trendlines, sementara yang menghubungkan lower low disebut sebagai lower trendlines. Jika kedua garis tren ini bergerak secara simetris selama periode konsolidasi, dapat diidentifikasi bahwa Pola Bullish Flag sedang terbentuk.

Pola bendera biasanya terdiri dari setidaknya empat kali pergerakan harga naik turun yang membentuk titik tertinggi dan terendah baru. Garis tren antara lower high dapat dijadikan level resistance, sementara garis tren antara lower low dapat dianggap sebagai level support. Pemilihan kedua area ini masuk akal karena harga aset umumnya tidak melampaui titik-titik lower high dan lower low selama periode konsolidasi.

Selama periode konsolidasi, harga aset membentuk puncak dan lembah beberapa kali dalam rentang yang terbatas. Lebar bendera sebaiknya tidak melebihi 50% dari level retracement Fibonacci-nya.

  1. Level Breakout

Fase breakout dimulai ketika harga naik dan berhasil menembus titik tertinggi (swing high) terakhir. Umumnya, panjang pergerakan harga setelah mencapai level ini setidaknya sebanding dengan panjang tiang flagpole. Kejadian ini menandakan awal dari kelanjutan tren naik yang lebih kuat.

Jenis-jenis Flag Pattern

Penting untuk diketahui bahwa pola Flag Pattern terbagi menjadi dua jenis yang berbeda: pola bullish flag, yang menunjukkan tren harga naik, dan pola bearish flag, yang menandakan tren harga turun di pasar. Meskipun keduanya memiliki struktur serupa, perbedaan utamanya terletak pada arah tren dan pola volume transaksi. Berikut adalah penjelasan terkait kedua jenis pola Flag Pattern tersebut:

  1. Bullish Flag Pattern

Bullish (bull) flag pattern adalah pola yang mengindikasikan bahwa harga akan mengalami kenaikan. Pola ini menunjukkan bahwa ada tekanan beli yang lebih besar daripada tekanan jual, mendorong harga naik, dan menandakan bahwa momentum akan berlanjut dalam tren naik.

Bendera (flag) dapat berbentuk persegi panjang horizontal, namun sering kali juga miring ke bawah dari tren yang sedang berlangsung. Terdapat varian lain yang disebut bullish pennant, di mana proses konsolidasi membentuk segitiga simetris.

  1. Bearish Flag Pattern

Bearish (bear) flag pattern adalah pola yang mengindikasikan tren harga yang turun di pasar. Saat harga berada dalam tren penurunan, pola bearish flag menunjukkan konsolidasi perlahan yang terjadi setelah periode penurunan yang agresif.

Pola ini menunjukkan adanya tekanan jual yang lebih besar daripada tekanan beli, mendorong harga ke arah bawah, dan menandakan bahwa momentum akan berlanjut dalam tren penurunan.

Bagaimanakah Cara Membaca Sinyal Bullish Flag Pattern?

Karena pola ini menunjukkan kekuatan bullish yang kuat dan mudah dikenali, tak heran jika para trader sangat menyukai pola ini. Namun, tetap penting bagi trader untuk mengonfirmasi pola ini agar tidak terjebak dalam sinyal palsu. Berikut ini adalah langkah-langkah konfirmasi untuk mengidentifikasi Bullish Flag Pattern yang valid, di antaranya:

  1. Titik Konfirmasi Utama setelah Breakout

Titik konfirmasi pada pola Bullish Flag terjadi setelah fase breakout. Mengapa? Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, area resistance pada pola ini ditarik dari upper trendline. Oleh karena itu, jika harga aset berhasil menembus upper trendline, itu berarti harga aset telah berhasil menembus level resistance.

Dalam kasus ini, trader dapat menganggap bahwa breakout telah terjadi secara matang. Trader dengan tingkat risiko moderat biasanya menunggu candlestick setelah breakout sebagai konfirmasi bahwa tren bullish akan berlanjut.

  1. Fibonacci Retracement

Fase konsolidasi yang membentuk pola flag pada grafik candlestick harus memiliki rentang yang sempit. Semakin kecil rentang antara level tertinggi dan terendah, semakin valid pola tersebut.

Trader dapat mengukurnya dengan menggunakan Fibonacci Retracement, memastikan bahwa rentangnya tidak melebihi level 50%. Beberapa pakar trading berpendapat bahwa pola flag yang otentik berada dalam rentang 38% pada Fibonacci Retracement-nya.

  1. Volume saat Pembentukan Bullish Flag

Pola bullish umumnya diikuti oleh peningkatan volume perdagangan yang signifikan. Hal yang sama berlaku untuk pola Bullish Flag, di mana peningkatan volume memainkan peran penting dalam reli harga saat tiang terbentuk dan saat fase breakout.

Namun, volume cenderung menurun selama fase konsolidasi. Penurunan volume ini akan mempengaruhi rentang dan lebar bendera.

  1. Kekuatan Tren

Meskipun periode konsolidasi terlihat datar (sideways), kekuatan tren sangat mempengaruhi konfirmasi pola flag. Semakin kuat tren yang mendorong reli saat tiang terbentuk, semakin besar peluangnya untuk melanjutkan reli setelah pola terkonfirmasi.

Baca juga: Prediksi BTC dari Bitget, Siklus Bullish Selanjutnya Bisa Mencapai Rp 1,5 Miliar!

Contoh Bullish Flag Pattern

bullish flag

Salah satu contoh pola Bullish Flag Pattern dalam konteks aset kripto terjadi pada pergerakan harga Bitcoin pada tanggal 20 Februari 2017.

Dalam kasus ini, grafik menunjukkan pembentukan pola tiang bendera, yang mengindikasikan kelanjutan dari tren naik harga Bitcoin.

Pola ini dimulai dari harga terendah sekitar $917 dan melanjutkan perjalanan menuju $1.228. Pada grafik tersebut, kita dapat melihat pola Bullish Flag yang mencerminkan optimisme pasar terhadap potensi kenaikan harga Bitcoin.

Strategi Cara Trading dengan Bullish Flag Pattern untuk Pemula

Trading dengan pola Bullish Flag pada dasarnya cukup sederhana. Secara umum, pola ini memberikan sinyal beli karena mengindikasikan bahwa harga aset akan mengalami reli yang berlanjut.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa strategi ini hanyalah tips dan panduan umum dalam menggunakan Bullish Flag Pattern. Hal itu karena investasi aset kripto memiliki risiko yang tinggi dan hasilnya tidak bisa diprediksi dengan pasti. Berikut ini strategi cara trading dengan Bullish Flag Pattern untuk pemula yang perlu diketahui, di antaranya:

  1. Entry

Titik entry terbaik biasanya berada pada puncak ekor candlestick terakhir dari fase bendera. Namun, posisi ini lebih berisiko karena breakout mungkin tidak berhasil. Karena itu, jika trader memiliki tingkat risiko yang lebih rendah, maka ia dapat menunggu hingga munculnya candle konfirmasi setelah breakout sebelum memasuki posisi.

Meskipun tindakan ini mungkin mengurangi potensi keuntungan dibandingkan dengan masuk sebelum breakout, tetapi lebih baik untuk memiliki kepastian daripada terjebak dalam sinyal palsu.

  1. Stop Loss

Trader dapat menetapkan Stop Loss pada titik swing low terdekat untuk mengantisipasi potensi kegagalan reli. Sebagai alternatif, beberapa trader juga menyarankan untuk menempatkan Stop Loss jika harga gagal menembus level reversal terakhir. Hal ini bertujuan untuk melindungi modal trader dalam situasi yang tidak diinginkan.

  1. Target Profit

Trader bisa mengacu pada tinggi dari tiang bendera (flagpole) untuk memperkirakan sejauh mana reli akan berlanjut setelah breakout. Dengan menghitung ini, trader dapat menentukan target profit yang lebih realistis. Hal ini akan membantu trader untuk memiliki ekspektasi yang lebih jelas tentang potensi keuntungan yang dapat dicapainya dari trading ini.

Dengan merencanakan trading Anda dengan cermat menggunakan pola Bullish Flag, Anda dapat mengelola risiko dan potensi keuntungan dengan lebih baik, sehingga meningkatkan peluang kesuksesan dalam trading aset kripto.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, dalam mengambil keputusan investasi, sangat penting bagi seorang trader untuk tidak mengandalkan hanya satu indikator atau pola. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas dan dinamika tinggi di pasar aset kripto, sehingga penting untuk menggunakan berbagai alat analisis dan informasi yang akurat.

Pemahaman yang mendalam mengenai pola Bullish Flag dalam analisis teknikal menjadi kunci penting dalam trading aset kripto. Pola ini mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik dan memberikan sinyal yang berharga bagi para trader. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa tidak ada jaminan kesuksesan dalam trading, karena risiko selalu ada.

bullish flag

Dengan pemahaman yang baik tentang pola Bullish Flag, trader dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi peluang trading yang potensial. Untuk mencapai kesuksesan jangka panjang, trader perlu melengkapi pengetahuan mereka dengan analisis mendalam, manajemen risiko yang baik, dan keputusan investasi yang didasarkan pada data dan penelitian yang teliti.

Baca juga: Hidden Bullish Divergence: Definisi, Tips Mengidentifikasi, hingga Cara Trading

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE