32.3 C
Jakarta
Senin, 27 Mei, 2024

Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi dan Tujuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara membuat buku keuangan pribadi sangat penting diketahui sebab memang tidak semua orang mampu melakukannya.

Pasalnya, banyak yang menilai bahwa pencatatan keluar-masuknya uang hanya dilakukan oleh pengusaha. 

Padahal., siapa pun penting melakukan hal ini secara berkala dan rutin.

Nah, untuk mengetahui caranya, simak yuk ulasannya berikut ini, seperti disitat dari Qoala.

Tipe Neraca Keuangan Pribadi

Secara umum, ada dua tipe/jenis contoh format laporan keuangan bulanan excel. 

Inilah dua tipe neraca keuangan pribadi yang perlu diketahui.

1. Laporan arus kas pribadi (personal cash flow statement)

Laporan arus kas pribadi adalah laporan keuangan yang berisikan tentang informasi arus kas (cash flow) masuk dan keluar. 

Dengan kata lain, bisa dibilang tipe laporan satu ini menunjukkan pemasukan dan pengeluaran pribadimu pada periode waktu tertentu. 

Terdapat tiga jenis cash flow yang harus kamu tulis, yaitu sebagai berikut.

Cash Flow Masuk

Cash flow masuk adalah bagian yang terdiri dari apa pun yang menghasilkan uang untukmu. 

Kamu bisa menuliskan gaji bulanan, upah, pendapatan tambahan, bunga rekening tabungan, deposito, dividen investasi, hasil pemasaran aset personal (kendaraan, kios, rumah dan lainnya) dan sumber lainnya yang menjadi pendapatan.

Cash Flow Keluar

Cash flow keluar adalah kebalikan dari cash flow masuk, bagian ini berisi apapun yang membuatmu mengeluarkan uang. 

Baca juga: Perencanaan Keuangan Keluarga Terbaik yang Wajib Dicoba, Simak Tipsnya!

Kamu dapat menuliskan besaran sewa rumah, biaya makan, uang belanja bulanan, tagihan listrik, tagihan air, ongkos transportasi dan pengeluaran-pengeluaran lainnya. 

Fungsi catatan anggaran ini adalah memberitahumu ke mana saja uang milikmu digunakan.

Cash Flow Bersih

Net cash flow alias arus kas bersih adalah selisih antara arus kas keluar dan arus kas masuk. 

Tujuan dari adanya laporan keuangan pribadi jenis ini adalah membantumu untuk mengetahui arus kas bersih ini. 

Jika kamu melihat arus kas bersih dalam kondisi positif maka pemasukan kamu lebih tinggi dibandingkan pengeluaran sehingga kamu memiliki sisa uang pada periode tersebut. 

Sebaliknya, jika negatif maka artinya kamu memiliki pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukannya.

Pengetahuan tentang arus kas bersih ini bisa kamu jadikan bahan yang bagus untuk mengidentifikasi keadaan finansialmu sendiri atau proyeksi arus kas sendiri. 

Berangkat dari situ, kamu bisa menentukan apa yang harus dilakukan untuk dapat mengelola keuangan dengan lebih tepat sehingga kondisi finansialmu tetap dalam keadaan positif.

2. Laporan neraca keuangan pribadi (personal balance sheet)

Tipe atau jenis Laporan keuangan pribadi satu ini dapat memberikan gambaran jumlah kekayaanmu pada periode waktu tertentu secara keseluruhan.

Secara umum, ada beberapa poin penting yang biasa ditulis pada laporan neraca pribadi, yaitu sebagai berikut.

Aset

Aset adalah segala sumber daya bernilai yang kamu miliki dan bisa dikonversi menjadi uang. 

Terdapat beberapa jenis aset yang biasanya dimiliki seseorang, antara lain:

  1. Kas

Kas adalah jumlah uang tunai yang kamu miliki, baik yang sedang kamu pegang di tangan, di simpan di dompet, di rekening tabungan, rekening giro, dan tempat lainnya.

  1. Aset berwujud (tangible assets)

Aset yang wujud ril-nya kasat mata, seperti rumah, mobil, motor, perhiasan, aksesoris dan lain sebagainya.

  1. Aset tak berwujud (intangible assets)

Kebalikan dari tangible assets, aset non fisik ini wujudnya tak kasat mata, contohnya seperti saham, royalti, atau obligasi.

  1. Aset cair (liquid assets).

Liquid assets adalah segala jenis asset bai berupa uang tunai atau benda yang bisa dikonversi menjadi yang dengan cepat tanpa adanya penurunan nilai, contohnya saham dan obligasi.

  1. Aset pendapatan tetap (fixed-income assets)

Uang yang dipinjamkan sebagai investasi untuk meraih bunga. 

Adapun contoh dari asset jenis ini, yaitu sertifikat deposito atau surat berharga.

  1. Aset ekuitas (equity asset)

Aset berupa kepemilikan di suatu perusahaan, seperti saham, reksadana atau rekening pensiun.

Liabilities

Liabilities adalah segala kewajiban utang yang harus dibayarkan sesuai periode bayarnya. 

Contoh dari liabilitas diantaranya adalah cicilan mobil, cicilan KPR rumah, saldo kartu kredit, dan bentuk pinjaman lainnya.

Net Worth (Kekayaan bersih)

Net worth atau kekayaan bersih adalah berapa nilai kekayaan yang dimiliki seseorang dari semua aset dikurangi dengan total nilai kewajiban utangnya.

Tujuan Membuat Buku Keuangan Pribadi

  1. Membantu dalam mengatur pengeluaran

Coba kamu perhatikan, biasanya orang-orang yang tidak mencatat keuangan mereka cenderung lebih konsumtif dalam melakukan pembelanjaan.

Beberapa orang tidak sadar dengan pengeluarannya yang membengkak sebelum mereka merasakan dampaknya. 

Misalkan masih di pertengahan bulan, mereka mengeluhkan uang gaji yang sudah menipis.

Hal tersebut salah satunya disebabkan karena mereka tidak mencatat pengeluaran dan pemasukan pribadi. 

Hasilnya, mereka tidak sadar bahwa belanja yang dilakukan sudah membebani keuangan bulanan personal. 

Kondisi tersebut dapat diminimalisir dengan cara membuat buku keuangan pribadi.

Keberadaan laporan keuangan ini akan membantumu dalam memutuskan prioritas pengeluaran mana yang penting dan mana yang harus dikurangi atau ditunda.

Langkah ini akan membuatmu lebih dekat untuk meraih tujuan finansial yang kamu inginkan.

  1. Mengalokasikan dana darurat dan investasi

Investasi dan dana darurat adalah dua pos yang cukup penting jika kamu ingin mencapai kemandirian finansial. 

Sebisa mungkin kamu harus mengalokasikan sejumlah dana untuk mengisi kedua pos tersebut. 

Bukan hanya untuk mengatur pengeluaran, kondisi keuangan yang tercatat juga sangat membantu dalam menentukan rencana investasi dan juga pengalokasian dana darurat.

Rencana investasi bisa menjadi lebih tepat ketika kamu tahu bagaimana kondisi keuanganmu dengan baik. 

Dalam hal ini, pemahaman mengenai kondisi keuangan pribadi sangat mudah dilakukan dengan menganalisa apa yang kamu catat di buku keuangan pribadi milikmu.

Lewat data yang kamu dapat di buku tersebut kamu bisa mengetahui berapa besaran dana yang bisa kamu investasikan. 

Kamu dapat mengatur dana investasi tidak membebani pengeluaran rutin yang sifatnya premier. 

Demikian halnya dengan dana darurat, kamu punya gambaran jelas berapa dana darurat yang bisa kamu sisihkan secara rutin.

  1. Mengamankan tujuan finansial

Tujuan membuat buku keuangan pribadi selanjutnya adalah untuk mengamankan keuanganmu. 

Saat kamu bisa merencanakan pemasukan dan pengeluaran dengan baik dan efisien, kamu dapat mengantisipasi munculnya risiko kekurangan dana jika misalnya terjadi hal darurat.

Dengan demikian, kamu pun bisa meminimalisir dampak yang bisa ditimbulkan bagi keuanganmu di kemudian hari.

Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi

  1. Membuat spreadsheet untuk pencatatan

Cara membuat buku keuangan pribadi pertama adalah memanfaatkan spreadsheet untuk mencatat. 

Kamu bisa membuat spreadsheet dan mengisinya dengan beberapa poin dalam keuangan, seperti aset, liabilitas, dan tentunya cash flow. 

Kamu pun bisa menambahkan sisi khusus yang digunakan untuk menghitung net worth (kekayaan bersih).

Sebelum naik ke spreadsheet, kamu bisa menggunakan aplikasi notes yang ada di HP-mu untuk mencatat pengeluaran-pengeluaran sehari-hari, agar setiap pengeluaran tidak terlewatkan. 

Kemudian, kamu bisa memindahkan catatan yang ada di notes ke spreadsheet agar lebih rapi.

Baca juga: Perencanaan Keuangan Pribadi, Inilah Manfaat dan Cara Membuatnya

  1. Mencatat semua daftar aset dan nilainya

Selanjutnya, kamu bisa mulai membuat kolom yang diisi oleh daftar aset serta nilainya yang kamu miliki. 

Silakan kamu runut apa saja aset yang kamu miliki dan takar nilai rupiahnya, lalu bubuhkan di spreadsheet yang sudah kamu buat sebelumnya.

Salah satu contoh aset yang bisa kamu tulis adalah nilai kas yang kamu miliki baik di kantong, rekening bank atau tempat lainnya. 

Di samping itu, rumah dan kendaraan juga terhitung sebagai asset dan perlu kamu tuliskan. 

Kemudian, tulis juga aset ekuitas jika kamu memilikinya, seperti saham, reksadana dan lainnya serta pastikan tidak ada yang terlewatkan.

Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi

  1. Mencatat daftar liabilitas

Selain aset kamu juga perlu menuliskan daftar liabilitas-mu.

Seperti dibahas sebelumnya, liabilitas adalah segala kewajiban yang perlu dibayarkan olehmu yang bersifat periodik. 

Cara membuat buku keuangan pribadi selanjutnya adalah menuliskan daftar liabilitas-mu pada kolom tertentu di spreadsheet.

Jangan lupa untuk mencatat semua kewajiban utang yang kamu miliki. 

Kamu harus memasukkan semuanya, mulai dari tagihan listrik, tagihan air, cicilan KPR, cicilan kendaraan, tagihan kartu kredit dan lain sebagainya. 

Di samping itu, kamu juga bisa memasukkan pengeluaran rutin seperti biaya service mobil, utang pay later setelah belanja online dan lainnya.

  1. Menghitung keseluruhan net worth

Tahap selanjutnya dalam cara membuat buku keuangan pribadi adalah menemukan net worth alias kekayaan bersih secara keseluruhan. 

Saat kamu sudah memiliki daftar aset serta liabilitas beserta nilainya, kamu bisa mengkalkulasikan berapa total asset serta liabilitas tersebut.

Kemudian cari selisih antara keduanya, seperti yang dibahas tadi bahwa net worth adalah selisih antara aset dan liabilitas. 

Misalkan kamu memiliki total aset senilai Rp100 juta dan total liabilitas sebesar Rp10 juta, dengan demikian nilai kekayaan bersih kamu adalah Rp 90 juta.

  1. Membuat laporan cash flow

Cara membuat buku laporan keuangan sederhana terakhir adalah membuat laporan cash flow. 

Seperti diulas tadi pada tipe neraca keuangan pribadi di atas, ada dua jenis laporan yang bisa kamu tulis selain yang digunakan untuk mencari net worth, kamu juga perlu membuat laporan cash flow ini.

Buatlah laporan cash flow terpisah dari laporan net worth tadi. 

Pada laporan cash flow silahkan catat semua saluran arus kas bulanan yang terjadi, catat setiap sumber daya yang menjadi pemasukan dan juga pos-pos pengeluaran secara rutin dan berkala.

Jumlahkan seluruh pendapatan, baik yang kamu dapat dari gaji bulanan, investasi, pendapatan tambahan, hasil wirausaha dan lain sebagainya.

Catat dan cari total semua pengeluaran bulanan yang kamu lakukan, mulai dari pengeluaran yang bersifat periodik, seperti bayar tagihan listrik, tagihan air, belanja bulanan, cicilan rumah atau pengeluaran yang sifatnya sesekali seperti jajan, beli barang hobi dan lain sebagainya.

Setelah kamu disiplin mencatat semua arus kas masuk dan arus kas keluar, kamu bisa menemukan arus kas bersih dengan mencari selisih dari keduanya. 

Adapun arus kas bersih ini merupakan acuan yang sangat membantumu untuk menentukan langkah pengelolaan keuangan.

Jika arus kas bersih positif maka hal tersebut baik karena pendapatan lebih besar dari pengeluaran.

Namun, jika sebaliknya, yaitu arus kas bersih negatif, maka artinya pengeluaran kamu lebih besar dari total pendapatan.

Ketika arus kas negatif kamu bisa mengecek lewat buku laporan cash flow untuk mencari pengeluaran yang tidak terlalu penting. 

Kemudian, kamu atur ulang prioritas pengeluaranmu dan menunda atau mengurangi beberapa pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting. 

Kondisi negatif itu bisa juga menjadi sinyal bahwa kamu harus mulai menambah sumber daya penghasilan agar arus kas masuk jadi lebih besar.

Analisis itu bisa kamu lakukan karena semuanya tercatat dalam buku laporan keuangan pribadi.

Di samping itu, kamu juga memasukkan rencana masa depan dengan menetapkan berapa persen uang yang akan kamu alokasikan untuk tabungan, dana darurat dan investasi.

Baca juga: Perencanaan Keuangan Syariah: Tujuan hingga Cara Melakukannya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU