25.5 C
Jakarta
Jumat, 4 Desember, 2020

Cara Mendapat Relaksasi Kredit dari FIF Group, Perhatikan Syarat Ini

Duniafintech.com – Anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen, PT Federal International Finance (FIF group) telah merelaksasi kredit bagi sektor-sektor terdampak virus corona (Covid-19). Relaksasi kredit FIF ini telah diberikan kepada 683.000 nasabah senilai Rp 6,7 triliun hingga 17 Mei 2020.

Relaksasi kredit FIF ini dilakukan sebagai upaya membantu konsumen sebagaimana yang dianjurkan pemerintah setelah Presiden Jokowi pada Maret lalu menyatakan akan memberikan kemudahan untuk sektor transportasi, pariwisata, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian termasuk UMKM dan pekerja informal.

CEO FIF Group Margono Tanuwijaya mengatakan “relaksasi kredit FIF Group tidak dikenakan biaya. Restrukturisasi yang diberikan untuk debiturnya pun diproses dengan cepat tanpa bertele-tele.”

Namun, tidak semua nasabah bisa mendapatkan relaksasi. Adapun kriteria nasabah yang mendapatkan relaksasi di antaranya nasabah yang kesulitan memenuhi kewajiban karena usahanya terdampak corona secara langsung khususnya di sektor-sektor terkait.

Kemudian tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020, unit kendaraan berada dalam penguasaan nasabah serta ketentuan lain dari perusahaan. Relaksasi yang diberikan berupa perpanjangan masa angsuran dan penurunan suku bunga.

Baca Juga:

Berdasarkan kebijakan POJK N0. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional, yang meminta perbankan maupun perusahaan pembiayaan memberikan kelonggaran kepada konsumen terdampak.

Pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit atau pembiayaan. Mekanisme restrukturisasi kredit bermacam-macam bentuknya, mulai dari penurunan suku bunga, perpanjangan waktu, hingga pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

Selain itu, pemberian jangka waktu pun bisa bervariasi, akan sesuai dengan kesepakatan antara debitur dengan bank maupun leasing. Bisa 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, sampai maksimal 1 tahun.

Margono Tanuwijaya menambahkan, pengajuan relaksasi kredit FIF Group tersebut mayoritas berasal dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), karyawan dan pedagang informal yang mencapai 81.291 orang. Sedangkan yang berasal dari sektor transportasi, termasuk ojek online dan yang bekerja sebagai sopir mencapai 14.150 orang.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

KoinWorks Siap Dukung Ekonomi Digital untuk UMKM di 2021

DuniaFintech.com - Penyelenggara layanan keuangan digital, KoinWorks ​menyatakan akan mendukung pemanfaatan ekonomi digital pada industri UMKM Indonesia. Dalam Webinar bertajuk '#BangunResolusi Talks: Digitalisasi Keuangan...

Persiapkan Digital Hub untuk Indonesia, Telkomsigma Rilis Flou Cloud

Duniafintech.com - Perusahaan information communication & technology (ICT) solutions, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya Telkomsigma rilis Flou Cloud untuk mendukung pemerintah...

Facebook Membeli Startup Kustomer? Ternyata Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Facebook membeli startup Kustomer? Kira-kira untuk apa ya? Startup Kustomer sendiri merupakan customer service startup. Startup ini mengintegrasikan layanan pelanggan online di...

Perusahaan Fintech STACS dan Bursa Malaysia Manfaatkan Blockchain untuk Pasar Obligasi

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech STACS mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan ikatan blockchain proof-of-concept ("POC") dengan Bursa Efek Nasional Malaysia, Bursa Malaysia. Kerja sama ini dilakukan...

Pinjam Duit Cepat Hingga 100 Juta Tanpa Jaminan Kini Bisa Lewat Fintech

Duniafintech.com - Kini layanan keuangan berbasis online bernama financial technology (fintech), sudah mulai banyak bermunculan. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan layanan finansial...
LANGUAGE