29.2 C
Jakarta
Rabu, 29 Mei, 2024

Cryptocurrency Hari Ini: Februari 2023, Bitcoin Berpotensi Lanjutkan Tren Kenaikan

JAKARTA, duniafintech.com – Cryptocurrency hari ini terkait kripto Bitcoin yang berpotensi melanjutkan tren kenaikan pada Februari 2023.

Adapun kebijakan The Fed yang telah menaikkan suku bunga hingga 7 kali diketahui sudah berhasil menekan tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) yang mulai melandai ke level 6.5 persen pada Desember 2022. 

Dalam hal ini, investor akan mencermati tingkat inflasi AS pada Januari 2023 yang akan dirilis pada 14 Februari 2023 nanti dengan harapan inflasi dapat kembali melandai. 

Baca juga: Tutorial Investasi Crypto yang Menguntungkan, Intip di Sini

Berikut ini berita terkait cryptocurrency  hari ini selengkapnya, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Cryptocurrency  Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Menguat Signifikan

Menurut Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Kripto, meredanya inflasi AS mendorong harga aset kripto Bitcoin dan Ethereum menguat signifikan, masing-masing 40 persen dan 30 persen, yang juga diikuti dengan mayoritas aset kripto lainnya. 

“Kenaikan pada Januari 2023 ini memang cukup mengejutkan melihat secara data historis sejak tahun 2014 – 2022, Bitcoin cenderung bearish di setiap Januari,” katanya melalui keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (7/2/2023). 

Di samping itu, total kapitalisasi keseluruhan pasar aset kripto pun menguat hingga menyentuh USD 1.098,4 miliar, yang juga merupakan level tertinggi dalam 24 minggu terakhir. 

Adapun kenaikan ini terjadi setelah The Fed menaikan suku bunga 25 basis poin 4,5 persen hingga 4,75 persen. 

Diketahui, kenaikan suku bunga tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan lebih rendah dari kenaikan sebelumnya yang mencapai 50 basis poin.

Kenaikan suku bunga yang lebih rendah dapat menjadi sentimen yang positif bagi pergerakan pasar aset kripto. 

Pergerakan Bitcoin pada Februari Cenderung Positif

Dikatakan Panji, pergerakan Bitcoin di setiap bulan Februari cenderung bergerak positif, dengan kenaikan rata-rata di sebesar 12,11 persen dari 2014 hingga 2022. 

Pergerakan harga aset kripto menguat 2,89 persen pada sepekan terakhir pada sepekan terakhir.

“Tercermin dari tingkat kesulitan penambangan Bitcoin (mining difficulty) yang telah mencapai titik tertinggi pada Minggu 29 Januari 2023, naik sekitar 4,68 persen dari 37,59 triliun pada menjadi 39,35 triliun,” ulasnya.

Adapun mining difficulty adalah angka yang mewakili daya komputasi yang diperlukan untuk menambang satu BTC, yang diperbarui kira-kira setiap dua minggu.

Baca juga: Cara Trading Crypto Harian bagi Pemula, Simak Tipsnya

Mining difficulty menjadi lebih sulit ketika lebih banyak penambang memasuki jaringan dan lebih mudah ketika miners keluar dari jaringan. 

“Maka, dengan menimbang berbagai faktor yang telah dipaparkan, kami melihat pada Februari ini Bitcoin berpotensi untuk melanjutkan momentum bullish. Walau berpotensi naik, kami menghimbau investor untuk tetap mengikuti perkembangan pasar mengingat aset kripto adalah salah satu instrumen investasi dengan volatilitas tinggi,” tutupnya.

cryptocurrency hari ini

Cryptocurrency Hari Ini: Pada 2022, Platform DeFi Sumbang Peretasan Kripto Terbesar 

Peretas sudah mencuri USD 3,8 miliar atau setara Rp 56,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.896 per dolar AS) dari investor kripto sepanjang 2022. 

Angka itu naik 13 persen dari 2021 dan menandai rekor tertinggi baru sepanjang masa untuk pencurian tahunan koin digital.

Melangsir Yahoo Finance, naiknya peretasan crypto ini hanyalah indikator terbaru untuk menggarisbawahi bagaimana keamanan dalam pasar aset digital, khususnya Decentralized Finance (DeFi), tetap menjadi kendala utama bagi industri ini.

Berdasarkan laporan baru oleh perusahaan forensik blockchain Chainalysis, protokol DeFi menyumbang USD 3,1 miliar atau setara Rp 41,6 triliun, sekitar 82 persen, dari semua kripto yang dicuri oleh peretas, naik 9 persen dari 2021.

Adapun bagian yang lebih baru dari industri kripto, DeFi bergantung pada perangkat lunak yang dapat diprogram yang dikenal sebagai smart contract, yang jika digunakan pada blockchain publik maka biasanya akan menawarkan lebih banyak transparansi pada tingkat kode dan transaksi daripada kripto lainnya.

Dengan total modal USD 53,7 miliar atau sekitar Rp 799,9 triliun yang disimpan dalam protokol DeFi, sisi keuangan digital yang lebih baru dan kurang diatur ini hanya menyumbang 5 persen dari semua uang dalam kripto, menurut DefiLlama.

Baca juga: Apa Itu Crypto Winter: Kondisi dan Cara Menghadapinya

Sekian ulasan terkait cryptocurrency hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU