31.5 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

10 Daftar Saham Telekomunikasi Indonesia, Apa Saja?

JAKARTA, duniafintech.com – Ada beberapa daftar saham telekomunikasi Indonesia, yang mana hal tersebut adalah saham perusahaan telekomunikasi yang menawarkan produk dan jasa berupa pengiriman data baik telepon, pesan singkat, internet, layanan broadband, serta infrastruktur pendukung.

Sejumlah analis memandang sektor telekomunikasi untuk tahun 2022 ini punya prospek yang cemerlang karena seiring berjalannya perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah pengguna telepon seluler serta internet di tanah air.

Hal ini berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan, pengguna internet di Indonesia naik 11% di tahun 2021. Jumlahnya saat ini sudah tembus 202,6 juta pengguna dibanding tahun sebelumnya sebanyak 175,4 juta pengguna

Daftar Saham Telekomunikasi Indonesia

Berikut daftar saham telekomunikasi Indonesia terbaik yang terdaftar di BEI serta memiliki prospek cerah:

  1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Telkom Indonesia adalah perusahaan telekomunikasi milik negara. Pemerintah Indonesia menguasai 52,09% saham TLKM, sedangkan sisanya 47,91% dimiliki publik. Telkom memiliki beberapa anak usaha di bidang telekomunikasi maupun infrastrukturnya, salah satunya Telkomsel.

Saham Telkom Indonesia bukan hanya diperdagangkan di bursa saham domestik, tetapi juga di bursa saham Amerika New York Exchange (NYSE) menggunakan kode TLK.

Telkom Indonesia adalah perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar nomor tiga setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Kapitalisasi pasar TLKM tercatat sebesar Rp 376,4 triliun. Saham TLKM juga masuk dalam saham unggulan Indeks LQ45.

  1. PT XL Axiata Tbk (EXCL)

XL Axiata dengan kode saham EXCL melantai di bursa pada tahun 2005. Saham operator seluler swasta pertama ini dikuasai oleh Axiata Investments sebanyak 66,4% dan publik 33,6%.

Saham EXCL adalah anggota konstituen Indeks LQ45. Tercatat kapitalisasi pasar XL Axiata sebesar Rp 31,6 triliun.

  1. PT Indosat Tbk (ISAT)

Indosat berdiri di Indonesia pada 10 November 1967 sebagai investasi asing. Kemudian pada 1994, operator yang terkenal dengan produk Indosat Ooredoo ini listing di BEI dan New York Stock Exchange.

Kini, pemegang saham Indosat, antara lain Ooredoo Asia Pte. Ltd sebesar 65%, publik 20,71%, dan sisanya 14,29% oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

  1. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)

Smartfren Telecom adalah salah satu saham telekomunikasi Indonesia yang tercatat di BEI pada 2006. Kode saham yang digunakan FREN.

Smartfren adalah salah satu unit kelompok usaha Sinarmas, yang kepemilikan sahamnya dikuasai public sebesar 30,7%. PT Global Nusa Data mendekap 25,9% saham FREN, PT Wahana Inti Nusantara 15,8%, PT Bali Media Telekomunikasi 10,7%, dan sebesar 16,9% oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

  1. PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST)

Berbeda dengan keempat saham telekomunikasi di atas sebagai operator seluler, Jasnita Telekomindo adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha jasa telekomunikasi kabel dan tanpa kabel.

Pemegang saham JAST, antara lain PT Persada Inti Sejahtera sebesar 53,1%, publik 43,67%, dan perorangan, yakni Kristina Dwi Suryani Pangerapan 2,82% serta Nurharjanto 0,41%.

  1. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

Tower Bersama Infrastructure adalah perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, seperti menara tower, dan lainnya. Perseroan menggelar IPO pada Oktober 2010.

Pemegang saham TBIG terbesar, di antaranya publik 39,01%, PT Wahana Anugerah Sejahtera sebanyak 34,23%, PT Provident Capital Indonesia 22,2%, dan sisanya dimiliki individu atau perorangan.

  1. PT Daya Mitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL)

Mitratel adalah anak usaha Telkom Indonesia yang baru saja menggelar penawaran saham perdana atau IPO pada harga Rp 800 per lembar saham. Dana yang berhasil diraup sebesar Rp 18,79 triliun.

Perusahaan telekomunikasi ini bergerak di bidang jasa penyedia menara telekomunikasi. Saham MTEL dikuasai Telkom Indonesia sebesar 71,87% dan masyarakat atau publik 11,78%. Sedangkan sisanya dimiliki ESA, J.P Morgan Sekurities Asia Pacific Ltd, Morgan Stanley & Co International Plc, serta The Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd.

  1. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Sarana Menara Nusantara adalah perusahaan telekomunikasi saham TOWR. Bergerak di bidang investasi dan jasa penunjang telekomunikasi.

Berbasis di Kudus, Jawa Tengah, perusahaan telah membangun lebih dari 400 tower baru di tahun 2020. Pemegang saham TOWR terbesar, yaitu PT Sapta Adhikari Investama sebesar 53,94% dan publik 43,67%.

  1. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON)

Gihon Telekomunikasi Indonesia mencatatkan saham di bursa efek pada 2018 menggunakan kode saham GHON. Perusahaan menjalankan bisnis jasa penunjang telekomunikasi.

Perusahaan juga berkembang menjadi perusahaan investasi dengan portofolio di industri leasing tower, utilitas, mikrokontroler, serat optik, dan jaringan aktif untuk industri telekomunikasi.

Saham GHON dikuasai PT Tower Bersama Infrastructure Tbk sebesar 50,42%, publik 13,5%, dan Rudolf Parningotan Nainggolan sebesar 36,07%.

  1. PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA)

Protech Mitra Perkasa adalah salah satu saham telekomunikasi yang tercatat di BEI sejak tahun 2016. Bergerak pada bidang usaha penyedia layanan terkelola untuk industri telekomunikasi. Dan terus berkembang merambah sektor energi terbarukan.

Pemegang saham OASA, terdiri dari PT Indovest Central sebesar 39,23%, PT Charnic Capital 21,75%, publik sebesar 14,02%, dan Gafur Sulistyo Umar 25%.

Itulah tadi beberapa daftar saham telekomunikasi Indonesia yang harus Anda ketahui sebelum menentukan investasi.

 

 

 

 

Penulis: Kontributor / M. Raihan Muarif

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat Panin Bank, Pasti Praktis dan Aman!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Panin Bank berikut ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna kedua layanan keuangan ini. Kemajuan teknologi seperti...

Cara Mengaktifkan Rekening Pasif Mandiri, Gampang Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengaktifkan rekening pasif Mandiri berikut ini tentu penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri. Pasalnya, hal ini diperlukan, terutama ketika...

Pajak Fintech Berikan Kontribusi Rp83,15 Miliar

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Keuangan mencatat sektor keuangan digital atau financial technology (fintech) memberikan kontribusi (pajak) sebesar Rp83,15 miliar dari capaian bulan Juni 2022...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan Harga

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari pergerakan aset kripto yang masih menguat dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.  Belakangan ini, harga Bitcoin...

Menkeu Pusing Kuota Anggaran BBM Subsidi Makin Bengkak

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) mengkhawatirkan anggaran untuk subsidi energi akan membengkak lantaran harga BBM dan volume penggunaan BBM subsidi merangkak naik. Jika mengacu...
LANGUAGE