27.3 C
Jakarta
Kamis, 4 Juni, 2020

Daya Beli Masyarakat Turun Pada Semester II Tahun Ini, Akankah Kembali Pulih?

duniafintech.com – DBS Group Research memperkirakan daya beli masyarakat pada semester II 2019 tidak akan sekuat seperti semester I. Sebab, daya beli masyarakat di semester I didukung oleh pemilihan umum yang jatuh pada April dan Lebaran pada Juni 2019. Kedua peristiwa ini menjadi pendorong perekonomian pada semester I.

Baca juga : Ekonom: Fintech Peer To Peer Lending Berkontribusi Terhadap Perekonomian

Berdasarkan riset tersebut dari sektor daya beli konsumen semester II, untuk pertumbuhan konsumsi sendiri akan sedikit melambat dibanding semester I karena rendahnya subsidi yang diberikan pemerintah. Konsumsi di luar Jawa ada kemungkinan akan terpengaruh oleh turunnya harga komoditas, seperti harga minyak kepala sawit (CPO) dan batu bara.

Dalam riset Indonesia Consumer yang dirilis pada Agustus 2019, menyebutkan bahwa turunnya harga komoditas CPO dan harga produk pertanian lainnya akan berdampak  terhadap daya beli masyarakat di semester II. Industri-industri yang berbasis komoditas pertanian  menyumbang sepertiga dari total lapangan kerja di Tanah Air.

Baca juga : Neufund Luncurkan STO Pertama untuk Investor Ritel

“Berakhirnya pemilihan presiden, yang berkaitan erat dengan belanja pemerintah, seperti bantuan sosial dan bantuan dana tunai, berakhirnya Lebaran, serta melemahnya harga komoditas, khususnya CPO dan batu bara, menyebabkan belanja konsumsi sedikit melambat,” analis David, Andy, dan Cheria dari DBS Group Research .

Baca juga : Seberapa Penting Perencanaan Warisan, Apakah Akan Berpengaruh Pada Bisnis Anda?

Namun, konsumsi di semester terakhir tahun itu tidak akan turun secara signifikan karena ada faktor pemberian bonus dan gaji ke 13 bagi aparatur sipil negara (ASN) pada bulan Mei 2019.

“Pemberian bonus dan gaji itu seharusnya bisa mendorong belanja retail pada kuartal II dan semester II 2-19,” ungkap analis DBS Group Research.

Baca juga : Kredit Pintar Wujudkan Ekosistem Fintech yang Sehat Melalui Perlindungan Data Nasabah

Selain itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pasar ketenagakerjaan cukup kuat dengan berlanjutnya proyek-proyek pemerintah, tren kenaikan upah pekerja konstruksi, serta turunnya tingkat pengangguran di Indonesia menjadi 5 persen pada Februari 2019.

– Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Aman Ajukan Pinjaman Online Agar Terhindar dari Penipuan

DuniaFintech.com - Pertumbuhan pinjaman online sangat luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Fintech pinjaman bertambah beberapa kali lipat hanya dalam waktu singkat....

Rangkuman Kabar Startup Jelang Kuartal 2 Tahun 2020

DuniaFintech.com - Memasuki penghujung kuartal 2 tahun 2020, industri usaha rintisan (startup) mengalami gejolak, beberapa di antaranya harus menghentikan sementara aktivitasnya, bahkan...

Penetrasi Fintech di Indonesia Berpotensi Meningkat! Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Penetrasi fintech sebagai inovasi pada layanan keuangan disebut-sebut akan terus meningkat seiring dengan stabilnya pertumbuhan industri tersebut. Laporan teranyar e-Conomy...

Memanfaatkan Artificial Intelligence, Grab dan Google Hadirkan Layanan Ini

DuniaFintech.com - Grab bekerja sama dengan Google meluncurkan sebuah fitur dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence. Layanan yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence ini diberi nama Grab...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online ini Dulang Keuntungan Ditengah Pandemi

DuniaFintech.com - Pandemi corona berdampak terhadap banyak sektor, termasuk ekonomi. Namun, transaksi di aplikasi pinjaman online baik pembayaran maupun pinjaman (lending) melonjak...
LANGUAGE