29.6 C
Jakarta
Jumat, 1 Juli, 2022

DBS Indonesia Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Nasabah Kredivo

Bank DBS Indonesia mengumumkan pendanaan bersama atau joint financing sebesar Rp1 triliun yang akan disalurkan untuk nasabah kredit digital Kredivo.

Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen dari DBS Indonesia untuk mengadopsi open banking dengan bersinergi bersama penyelenggara jasa sistem pembayaran, fintech, atau pelaku industri digital lainnya. 

Di sisi lain, kerja sama ini juga merupakan wujud komitmen Kredivo untuk memperluas akses kredit serta meningkatkan layanan, guna memenuhi target untuk dapat melayani puluhan juta pengguna dalam beberapa tahun ke depan. 

Dia melanjutkan, sejak kerja sama joint financing antara Kredivo dan DBS Indonesia berjalan di September 2020, pihaknya senantiasa berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan inovatif.

Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam penyaluran kredit pembiayaan pada masyarakat Indonesia. 

“Dengan ekspansi terhadap limit skema kerja sama dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun kami berharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan,” katanya dalam keterangannya, Selasa (5/10).

Membidik Pasar Digital

Kehadiran DBS ini dalam ekosistem digital melalui Kredivo dapat dilihat sebagai upayanya untuk membidik pasar digital. 

Lebih lagi, sektor digital mampu jadi ujung tombak perekonomian nasional selama pandemi. 

Berdasarkan laporan Blooming e-Commerce in Indonesia pada Juni 2021, gross market value (GMV) atau nilai transaksi yang dihasilkan oleh marketplace besar di Indonesia meningkat sebesar 91% menjadi US$40,1 miliar selama tahun 2020. 

Hal ini tentunya akan mendorong reformasi digital industri keuangan salah satunya dengan mengadopsi open banking. Seiring dengan perubahan tersebut dan guna mendukung inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam mendorong perekonomian yang inklusif, untuk itu DBS melakukan pendanaan bersama dengan Kredivo.

Beri Kemudahan Kredit Kepada Nasabah

Kerjasama antara DBS Indonesia dan Kredivo ini, lanjutnya, dapat menjadi solusi pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan bagi nasabah, dengan fasilitas kredit yang mudah, cepat, dan terjangkau terutama untuk segmen masyarakat emerging affluent atau orang kaya baru.

Dengan menggabungkan keahlian bank dan fintech, kerja sama ini menjadi cara bagi kedua belah pihak untuk menyediakan produk dan layanan keuangan yang inovatif dan lebih efisien. 

Tah hanya itu, kerja sama ini juga dapat membantu nasabah dalam merealisasikan impian dan perencanaan keuangannya yang lebih baik di masa mendatang.

Meluaskan Pasar Kredit Perusahaan

Sementara itu, CEO Kredivo Indonesia Umang Rustagi, mengatakan kesamaan visi antara Kredivo dan DBS Indonesia untuk memberikan layanan keuangan yang mudah, cepat, terjangkau, dan juga memanfaatkan teknologi, menjadi landasan kuat dilakukannya kerja sama ini. 

“Fasilitas joint financing yang didapatkan ini akan mempercepat pertumbuhan dan memperluas layanan serta akses kredit kepada jutaan nasabah baru di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama ini merupakan bukti kepercayaan terhadap fintech dan salah satu bentuk sinergi yang nyata antara fintech dan perbankan. 

Lebih jauh, katanya, fasilitas kredit ini juga menjadi angin segar dan juga bukti bahwa ekonomi Indonesia terus membaik di masa pandemi ini. 

“Kami merasa terhormat dan sangat bersemangat dapat bekerja sama dengan bank terdepan yang memanfaatkan teknologi digital dan salah satu bank terbaik di dunia,” tuturnya.

Memiliki Rekam Jejak yang Baik

Adapun, DBS Indonesia melihat Kredivo sebagai pelopor Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia yang memiliki rekam jejak yang baik, serta memiliki pertumbuhan bisnis yang pesat di Indonesia. 

Selain didukung oleh performa bisnis yang kuat selama 12 bulan terakhir, rencana FinAccel, perusahaan induk Kredivo, untuk go public di market Amerika Serikat (AS) melalui special purpose acquisition company (SPAC) bersama Victory Park Capital (VPC) semakin menguatkan posisinya di bisnis digital. 

Melihat fakta-fakta tersebut, diharapkan kerjasama ini dapat memperluas jangkauan serta melahirkan inovasi-inovasi lain yang dapat meningkatkan inklusi keuangan, membuka akses keuangan yang lebih luas, cepat, dan mudah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Reporter : Nanda Aria

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi Indonesia Terdaftar BEI, Ini Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya dapat menjadi pilihan untuk investasi. Di samping memiliki produknya, kamu pun...

Cara Bayar Kredivo Lewat Alfamart, Ini Panduan Mudahnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Kredivo lewat Alfamart sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Kredivo sendiri menjadi salah satu layanan kredit online...

Daftar Fintech Berizin OJK Jadi 102, Ini Rinciannya

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar fintech berizin kembali dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2022 lalu. Dalam catatan OJK, total jumlah penyelenggara fintech...

Cara Investasi Emas untuk Pemula, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas untuk pemula, apakah susah? Tentu saja tidak. Bahkan, caranya gampang sekali. Seperti diketahui, emas memang bukan hanya populer sebagai...

Secara Analisis Teknikal, Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Masih Wajar

JAKARTA, duniafintech.com - Penurunan harga Bitcoin yang saat ini berada pada level sekitar Rp300 jutaan masih dalam batas wajar jika ditinjau dari analisis teknikal....
LANGUAGE