25.2 C
Jakarta
Jumat, 14 Agustus, 2020

Digitalisasi Warung Bukalapak Fasilitasi Warung dengan Teknologi Digital

duniafintech.com – Platform e-commerce ternama, Bukalapak terlihat melakukan upaya dalam mendorong UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia untuk Go-Digital mengalokasi dana Rp1 triliun untuk membantu memberdayakan warung atau UMKM semakin terhubung dengan teknologi digital. Program digitalisasi warung tersebut dinilai menjadi terobosan dalam memberdayakan warung agar terhubung dengan teknologi.

Baca juga : ANZ, DBS, OCBC dan HSBC Berbagi Strategi Transformasi Digital di Hong…

Program digitalisasi warung merupakan elemen penting di kalangan pelaku UMKM yang memanfaatkan platform digital untuk memperluas pangsa pasar mereka. Karena itulah, marketplace yang telah menyandang status unicorn ini punya perhatian besar pada kalangan UMKM.

Sejak dikembangkan mulai 2017, Program digitalisasi warung tersebut telah memberdayakan lebih dari 500.000 warung dan 700.000 pelaku usaha mandiri di seluruh Indonesia. Hingga kini platform tersebut dilaim telah merangkul lebih dari 4 juta pelapak dan 50 juta pengguna se-Indonesia.

Sistem kerja Program digitalisasi warung ini adalah pemilik warung tradisional atau toko kelontong kini bisa berjualan produk atau jasa yang ada di Bukalapak –seperti barang kebutuhan sehari-hari, pulsa, tiket kereta dan pesawat, hingga pembayaran tagihan BPJS, PDAM, dan lain-lain tanpa perlu mengeluarkan modal tambahan. Nantinya mereka akan memperoleh bagian dari keuntungan (profit sharing).

Mitra Bukalapak bisa juga berperan sebagai drop shipper offline, yakni yang memperoleh barang secara online di Bukalapak lalu menjualnya ke pembeli secara offline. Platform ini memungkinkan produsen bisa mengakses toko konvensional, baik warung atau toko kelontong yang menjadi mitra Bukalapak, untuk mendistribusikan produknya.

Strategi Bukalapak untuk menjangkau warung-warung di berbagai daerah adalah dengan memanfaatkan jaringan komunitas pelapak yang tersebar di 150 kota. Pelapak yang sukses di setiap kota dihubungkan dengan para UMKM yang menjadi Mitra Bukalapak melalui kegiatan kopi darat. Dalam kegiatan tersebut ada berbagai pelatihan dan sharing session, misalnya tentang bagaimana cara mengelola keuangan warung atau bersaing di era digital.

Selain itu, Mitra Bukalapak juga bekerjasama dengan Google agar warung-warung Mitra Bukalapak dapat dengan mudah ditemukan di Google Search dan Google Maps melalui Google Bisnisku dan dengan mudah terhubung dengan calon pelanggan.

Baca juga : ANZ, DBS, OCBC dan HSBC Berbagi Strategi Transformasi Digital di Hong…

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

4 Kebijakan Pinjaman Karyawan Jika Hendak Ajukan Kredit di P2P Lending? Simak Disini

DuniaFintech.com - Meningkatnya kebutuhan sehari-hari ini tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan bulanan alias gaji di kantor. Maka dari itu, mau tak mau...

IBM Rencana Kenalkan Manfaat DeFi Kepada Bank

DuniaFintech.com - Salah satu korporasi teknologi dan piranti lunak terbesar di dunia, International Business Machines (IBM) berencana untuk mengenalkan sistem desentralisasi keuangan,...

Ini Dia Industri yang Berpotensi Tumbuh Lewat Digitalisasi

DuniaFintech.com - Hantaman pandemi COVID-19 membuat setiap pelaku industri harus melakukan perubahan dalam mengelolanya. Terbatasnya aktivitas di masa pandemi, mau tidak mau...

Fintech Ilegal 2020, Berikut Daftar Perusahaannya

DuniaFintech.com - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan kembali fintech ilegal dari segmen peer to peer (P2P) lending sebanyak 105...

Peluang Usaha dengan Bisnis Untung 200 Ribu per Hari, Ini Pilihannya

DuniaFintech.com - bisnis untung 200 ribu per hari kini bisa didapatkan dengan mudah. Kebanyakan orang saat akan memulai bisnis langsung memiliki keinginan...
LANGUAGE