26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Digitalisasi Warung Bukalapak Fasilitasi Warung dengan Teknologi Digital

duniafintech.com – Platform e-commerce ternama, Bukalapak terlihat melakukan upaya dalam mendorong UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia untuk Go-Digital mengalokasi dana Rp1 triliun untuk membantu memberdayakan warung atau UMKM semakin terhubung dengan teknologi digital. Program digitalisasi warung tersebut dinilai menjadi terobosan dalam memberdayakan warung agar terhubung dengan teknologi.

Baca juga : ANZ, DBS, OCBC dan HSBC Berbagi Strategi Transformasi Digital di Hong…

Program digitalisasi warung merupakan elemen penting di kalangan pelaku UMKM yang memanfaatkan platform digital untuk memperluas pangsa pasar mereka. Karena itulah, marketplace yang telah menyandang status unicorn ini punya perhatian besar pada kalangan UMKM.

Sejak dikembangkan mulai 2017, Program digitalisasi warung tersebut telah memberdayakan lebih dari 500.000 warung dan 700.000 pelaku usaha mandiri di seluruh Indonesia. Hingga kini platform tersebut dilaim telah merangkul lebih dari 4 juta pelapak dan 50 juta pengguna se-Indonesia.

Sistem kerja Program digitalisasi warung ini adalah pemilik warung tradisional atau toko kelontong kini bisa berjualan produk atau jasa yang ada di Bukalapak –seperti barang kebutuhan sehari-hari, pulsa, tiket kereta dan pesawat, hingga pembayaran tagihan BPJS, PDAM, dan lain-lain tanpa perlu mengeluarkan modal tambahan. Nantinya mereka akan memperoleh bagian dari keuntungan (profit sharing).

Mitra Bukalapak bisa juga berperan sebagai drop shipper offline, yakni yang memperoleh barang secara online di Bukalapak lalu menjualnya ke pembeli secara offline. Platform ini memungkinkan produsen bisa mengakses toko konvensional, baik warung atau toko kelontong yang menjadi mitra Bukalapak, untuk mendistribusikan produknya.

Strategi Bukalapak untuk menjangkau warung-warung di berbagai daerah adalah dengan memanfaatkan jaringan komunitas pelapak yang tersebar di 150 kota. Pelapak yang sukses di setiap kota dihubungkan dengan para UMKM yang menjadi Mitra Bukalapak melalui kegiatan kopi darat. Dalam kegiatan tersebut ada berbagai pelatihan dan sharing session, misalnya tentang bagaimana cara mengelola keuangan warung atau bersaing di era digital.

Selain itu, Mitra Bukalapak juga bekerjasama dengan Google agar warung-warung Mitra Bukalapak dapat dengan mudah ditemukan di Google Search dan Google Maps melalui Google Bisnisku dan dengan mudah terhubung dengan calon pelanggan.

Baca juga : ANZ, DBS, OCBC dan HSBC Berbagi Strategi Transformasi Digital di Hong…

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE