26.5 C
Jakarta
Minggu, 26 September, 2021

Ditengah Resesi Global Ekonomi, Bank Sentral Tak Dapat Menolak Bitcoin

duniafintech.com – Bank sentral dunia tak dapat mengelak kehadiran bitcoin sebagai layanan keuangan dalam bentuk digital ditengah resesi global ekonomi. Para analis terkemuka berpendapat bahwa sangat sulit bagi bank sentral dan pemerintah untuk menyangkal dan melarang adanya bitcoin.

Dikutip pada laman NewsBTC para analis berkomentar pada jejaring sosial twitter bahwa mata uang kripto perlu munjukan korelasi yang negatif dengan pasar ekonomi makro. Sehingga nilai pada satu variabel meningkat sedangkan yang lainnya menurun. Resesi berikutnya adalah “stress test” untuk bitcoin, aset digital yang tetap tidak terpengaruh selama sepuluh tahun terakhir. Para analis terkemuka percaya bahwa mata uang kripto dapat memecah korelasi ditengah resesi global ekonomi.

Jika kenyataannya bitcoin memang menunjukan korelasi negatif pada permasalahan berikutnya, maka akan sangat sulit bagi bank sentral untuk menolak dan melarang bitcoin sebagai mata uang digital. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina akan sangat berpengaruh dalam mendorong pasar kedalam resesi.

Baca Juga :

Selain itu komentar ini didukung dengan peristiwa ekstrem ditengah resesi global ekonomi yang artinya korelasi untuk pasar crypto akan serupa dengan pasar keuangan tradisional. Dengan keadaan seperti ini asset akan beresiko bersamaan dengan turunnya pasar yang lebih luas.

Dari data menurut temuan Absolute Strategi Research menunjukan 52% investor percaya pada kemungkinan terjadinya geopolitik yang meningkat. Disisi lain, bitcoin telah melakukan pengekangan terhadap resiko ekonomi makro, melihat dari cryptocurrency yang melonjak lebih dari 150%. Hal ini membuat seorang ilmuwan data dari funstart  mengatakan bahwa bitcoin adalah sarana investasi atau dapat dikatakan sebagai asset safe haven.

Status Bitcoin yang berkembang sebagai aset safe haven, tidak cocok dengan politisi di Amerika Serikat. Seminggu setelah cryptocurrency baru saja mencapai level tertinggi tahun ini di sekitar $ 14.000, Presiden AS Donald Trump mengecam industri cryptocurrency melalui tweet-nya, menyatakan bahwa dia “bukan penggemar bitcoin” karena tidak memiliki nilai nyata. Beberapa hari kemudian, Menteri Keuangan Steven Mnuchin menyebut bitcoin “masalah keamanan nasional” diikuti oleh komentar bahwa tidak ada yang akan berbicara tentang cryptocurrency dalam empat hingga lima tahun ke depan.

-Vidia Hapsari-

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Danasaham: Platform yang Pertemukan Pemodal dan Penerbit

Danasaham adalah salah satu platform equity crowdfunding yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mempertemukan pemodal dan penerbit melalui situs websitenya. Di...

Strategi dan Jenis Investasi Terbaik untuk Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tangga mempunyai peran penting dalam mengelola keuangan keluarga dengan baik meski ia memang tidak menghasilkan uang secara aktif. Namun, penting juga bagi...

Daftar Rekening Bisnis Terbaik untuk UMKM

Dalam menjalankan sebuah bisnis, baik berskala besar maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), finansial atau keuangan menjadi salah satu hal yang penting dan harus...

Pengertian Bursa Kripto serta Kehadirannya di Indonesia dan Dunia

Investasi mata uang kripto semakin digandrungi belakangan ini di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, jika memang merasa tertarik untuk berinvestasi mata uang kripto dan...

Ini 5 Rekomendasi Kartu Kredit Terbaik di Indonesia

Kartu kredit belakangan ini telah menjadi alat transaksi sehari-hari bagi sebagian orang dari beberapa kalangan. Bahkan, alat transaksi yang satu ini juga mulai dianjurkan...
LANGUAGE