25 C
Jakarta
Selasa, 4 Oktober, 2022

E-Wallet yang Paling Sering Digunakan di Indonesia

DuniaFintech.com – Transaksi elektronik dengan menggunakan aplikasi dompet digital atau e-wallet semakin meningkat dalam tiga tahun terakhir. Kira-kira e-wallet apa yang menjadi pilihan masyarakat untuk bertransaksi? Berikut survei e-wallet yang paling sering digunakan di Indonesia.

Untuk mengetahui tren perilaku konsumen tersebut, Snapcart telah melakukan survei online tselama September-Desember 2020, dengan responden dipilih 1.000 orang.

Hasil survei terkait e-wallet yang paling sering digunakan di Indonesia pun mengejutkan dan ShopeePay tercatat sebagai merek e-wallet yang paling sering digunakan (50%), dengan selisih yang cukup besar dibandingkan dengan 4 pemain lainnya, seperti Ovo (23%), Gopay (12%), Dana (12%), dan LinkAja (3%).

Dengan data responden, 50% berumur 24 tahun kebawah, 45% berumur 25-35 tahun, dan 5% berumur 35 tahun keatas. Komposisi gender; 70% responden perempuan, dan 30% laki-laki.

Baca juga:

Tumbuh Paling Pesat

Dari lima e-wallet itu, ShopeePay yang pertumbuhan bisnisnya kini melaju paling pesat. Data pada September lalu mencatat 68% responden mengaku menggunakan ShopeePay untuk melakukan pembayaran, meningkat menjadi 72% responden menggunakan ShopeePay pada Desember.

Hasil akhir di bulan Desember yang berhasil diraih oleh ShopeePay mengungguli brand-brand lain, seperti OVO yang turun dari 56% responden pada September, menjadi 55% pada Desember. Sedang Gopay (September 56%, turun drastis menjadi Desember 52%), Dana (September 42%, mengalami penurunan di bulan Desember 40%), dan LinkAja (September 19%, naik menjadi 21% di bulan Desember).

Menjadi E-commerce yang Paling Sering Digunakan

Di antara pemain dompet digital lainnya, ShopeePay berhasil menjadi merek dompet digital yang paling sering digunakan oleh masyarakat di tengah pandemi; di mana frekuensi transaksi menggunakan ShopeePay merajai lansekap e-wallet dan mencapai rata-rata 9,6X di bulan Desember, di mana frekuensi ini bertumbuh secara signifikan dari frekuensi sebelumnya 9,1X tiap bulannya di bulan September lalu.

Berbeda jauh dengan para kompetitornya, seperti OVO (8,6X di bulan September, yang kemudian mengalami penurunan 8,2X di bulan Desember), Gopay (stagnan di frekuensi 6,9X di bulan September dan bulan Desember), Dana (7,4X di bulan September, yang naik tipis 8X di bulan Desember), dan LinkAja (7,8X di bulan September, yang turun signifikan menjadi 6,7X di bulan Desember).

Hasil survei mengatakan 42% responden lebih memilih ShopeePay sebagai e-wallet yang paling direkomendasikan, diikuti Ovo (21%), Dana (18%), Gopay (15%), dan LinkAja (3%).

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Blibli.com Kembali Ajukan Rencana IPO di Tahun Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali buka suara terkait rencana Blibli.com untuk IPO/Initial Public Offering tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK...

Bulog Endus Perusahaan Swasta Rusak Harga Beras di Pasar

JAKARTA, duniafintech.com - Perum Bulog/Badan Urusan Logistik mengendus adanya permainan perusahaan swasta yang menyebabkan harga beras melonjak. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan perusahaan...

BSU Tahap 4 Sudah Cair, Begini Cara Cek Status Pencairannya

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah memastikan program bantuan subsidi upah (BSU) tahap 4 akan diberikan kepada para pekerja atau buruh. Bantuan sebesar Rp600.000 ini akan sampai...

Cara Tarik Tunai GoPay di Alfamart, ATM BCA, & Bank Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara tarik tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart berikut ini tentu sangat penting diketahui. Seperti diketahui juga, GoPay merupakan...

Cara Menabung di Bank Mandiri lewat ATM dan Teller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menabung di Bank Mandiri pada ulasan berikut ini sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Mandiri. Seperti diketahui bersama, Bank Mandiri...
LANGUAGE