25.4 C
Jakarta
Minggu, 14 Juli, 2024

EKONOMI CHINA AMBRUK KARENA AS?

duniafintech.com – Ekonomi China digadang-gadang ambruk, berdasarkan pernyataan dari Salamuddin Daeng selaku pengamat ekonomi dan politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) menyebutkan perekonomian China terlihat mulai lumpuh karena utang negara tersebut menanjak naik dari tahun ke tahun.

Berdasarkan keterangan dari Daeng, laporan terakhir yang dikeluarkan oleh analis keuangan terkemuka MC Kinsey’s menyebutkan utang publik China telah meningkat menjadi 31,7 triliun dolar, tahun 2014 lalu utang publik china masih 28,2 triliun dolar.

Dilain sisi, jika dikaji kembali mengenai penyebab ekonomi China yang ambruk ini, dapat kita lihat dari kasus ZTE yang kalang kabut karena dikenai sanksi. Dimana China tidak dapat menggunakan teknologi Amerika Serikat dalam 7 tahun ke depan. Hal tersebut nampak sangat berpengaruh besar bagi ekonomi China kali ini. Dari hal tesebut juga dapat terlihat bagaimana perusahaan asal China bergantung pada Negeri Paman Sam ini. Bahkan dengan kasus ini, tidak dapat dipungkiri juga akan terganggunya ekonomi China.

Pelajaran yang kita ambil adalah semua perusahaan besar China sangat bergantung pada teknologi AS untuk eksistensi mereka, tulis Jean Baptiste, analis di Atherton Research yang dikutip detikINET dari Forbes.

Jean menyebutkan perusahaan seperti ZTE, Huawei, Baidu, Alibaba, Tencent, Xiaomi, Didi termasuk Bank of China, China Telecom dan lainnya pun mengandalkan teknologi Amerika Serikat.

Mereka semua, dalam satu dan lain hal soal teknologi, komponen, software dan properti intelektual bergantung pada beberapa perusahaan AS seperti Apple, 3M, AMD, Applied Materials, Cisco, Corning, Google, Intel, Micron, Microsoft, Qualcomm, Seagate atau Western Digital, ungkapnya.

Seperti yang telah dipaparkan Jean, larangan penjualan teknologi Amerika Serikat ke China berpotensi membuat ambruk ekonomi China.

Jika AS memutuskan untuk memperluas larangan ini ke perusahaan China lainnya, bisa saja seluruh ekonomi China ambruk, tambahnya.

Hal itulah yang menyebabkan China berambisi untuk sepenuhnya mandiri meskipun harus menduplikasi teknologi Amerika Serikat. Karena jika kasus yang menimpa ZTE merembet ke perusahaan lain nantinya dapat berakibat besar.

Seperti telah banyak diberitakan, bahwa dikarenakan penjualan barang yang secara ilegal ke Iran dan Korea Utara serta tidak menghukum pegawai yang terlibat, selama 7 tahun ke depan ZTE dilarang menggunakan teknologi Amerika Serikat.

Lebih jelasnya, ZTE tidak dapat menerima barang atau teknologi dari pemasok chip Qualcomm, Intel dan Micron Technology bahkan komponen optical dari Maynard, Acacia, Oclaro, Lumentum hingga software buatan Microsoft dan Oracle serta kemungkinan sistem operasi Android yang pastinya berdampak sangat besar bagi ekonomi China.

Written by : Dinda Luvita
Picture by : Pixabay.com

 

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU