29.3 C
Jakarta
Kamis, 30 Juni, 2022

EKONOMI DI VENEZUELA BERGEJOLAK – POPULARITAS ETHEREUM DAN BITCOIN MENINGKAT

duniafintech.com – Masalah gejolak ekonomi yang belum usai di Venezuela sejak tahun 2016, meningkatkan permintaan terhadap Ethereum dan Bitcoin.

Pemerintah Venezuela mengungkapkan pada bulan April yang lalu bahwa tingkat inflasi Bolivar Venezuela mencapai 274%. Namun banyak para ahli ekonomi menyatakan bahwa tingkat inflasi mata uang negara tersebut jauh lebih tinggi dari yang disebutkan pemerintah, yakni hingga mencapai 800%. Salah satu penyebab meningkatnya inflasi tersebut adalah menurunnya pertambangan yang merupakan sumbar daya utama di negara itu.  Di mana industri minyak di Venezuela mengalami penurunan sekitar 12,7% pada tahun 2016.

Inflasi itu juga menyebabkan banyak penduduk Venezuela kehilangan pekerjaan dan menderita kelaparan. Dilarangnya pertambangan minyak oleh pemerintah, membuat penduduk setempat beralih ke pertambangan Bitcoin dan Ethereum untuk bertahan hidup. Mata uang digital itu menjadi andalan utama yang dijual guna mendapatkan makanan melalui penyedia layanan online, seperti Amazon. Permintaan yang luar biasa atas Bitcoin dan Ethereum di Venezuela, membuat mata uang digital tersebut dijual dengan harga yang tinggi.

Baca juga: penduduk-venezuela-mengandalkan-bitcoin-untuk-memenuhi-kebutuhan-hidup-mereka

Bitcoin menjadi penyelamat bagi orang-orang Venezuela, dan merupakan mata uang alternatif yang membuat banyak orang tetap memutuskan untuk tetap tinggal di negara itu. Bahkan baru-baru ini, Block Channel, sebuah organisasi yang berfokus pada pelaporan isu-isu sosial budaya dan ekonomi yang terkait dengan teknologi Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum, mengungkapkan bahwa para penambang lokal mulai beralih melakukan penambangan terhadap mata uang digital Ethereum dan ZCash. Dengan demikian, pertambangan mata uang digital telah menjadi jalur kehidupan pokok bagi sebagian besar masyarakat, baik anak-anak, orangtua, maupun para sarjana muda dan profesional yang mengalami kesulitan ekonomi  di Venezuela.

Peran mata uang digital dalam membantu meningkatkan perekenomian negara ini memang tidak bisa dipungkiri potensinya. Pengurus Asosiasi Blockchain Indonesia, Suasti Atmastuti,  mengungkapkan pendapatnya terkait hal tersebut, bahwa:

Ketika tingkat inflasi di suatu negara sudah semakin tinggi, tentunya masyarakat akan berusaha untuk mencari safe haven yang lebih baik untuk menyelamatkan assetnya. Saat ini, mata uang digital memang menjadi salah satu safe haven yang paling menarik di mana suplainya memang sudah dibatasi sejak awal agar tidak terjadi kasus inflasi seperti yang pada umumnya menimpa mata uang fiat. Mata uang digital seperti Bitcoin sendiri, harganya murni ditentukan oleh permintaan dan penawaran, tidak terpengaruh oleh kondisi perekonomian negara manapun.”

Written by: Sintha Rosse

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...

Kemenko Marves Sebut Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi...

Memalukan! Karyawan Terraform Labs Masuk Daftar Larangan Terbang oleh Pemerintah Korsel

JAKARTA, duniafintech.com - Beberapa karyawan Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), perusahaan di belakang stablecoin Terra USD, yang runtuh bulan lalu dan...
LANGUAGE