25.9 C
Jakarta
Kamis, 18 April, 2024

Eksportir adalah: Ketahui Jenis-jenis dan Syaratnya

Eksportir atau pengirim barang memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi Indonesia. Sebagai negara dengan beragam sumber daya alam dan produk unggulan, ekspor memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Seorang pengekspor bertugas mengirimkan produk-produk Indonesia ke pasar internasional, memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan perdagangan internasional. Penting bagi pengekspor untuk memiliki Letter of Credit (L/C) sebagai jaminan pembayaran.

Untuk informasi lebih lanjut tentang persiapan yang diperlukan untuk menjadi eksportir, simak pembahasan di bawah ini, seperti dikutip dari cimbniaga.co.id.

Baca juga: Cara Mengurus Surat Izin Ekspor, Syarat, & Contohnya [2024]

Eksportir

Apa Itu Eksportir?

Eksportir adalah entitas perorangan atau perusahaan yang menjual produk, baik berupa barang maupun jasa, ke negara lain. Dalam konteks perekonomian suatu negara, kegiatan ekspor memegang peranan penting dengan potensi meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kemajuan teknologi.

Pengekspor dapat berasal dari berbagai skala, mulai dari perusahaan besar hingga usaha kecil. Perusahaan besar umumnya mengekspor barang dengan nilai tinggi, seperti produk elektronik, mesin, dan manufaktur lainnya. Di sisi lain, perusahaan kecil cenderung mengekspor barang dengan nilai lebih rendah, seperti produk pertanian, makanan, dan kerajinan tangan.

Jenis-jenis Eksportir

Terdapat beberapa jenis pengekspor, yakni eksportir produsen dan eksportir non-produsen yang akan diulas lebih lanjut sebagai berikut:

1. Eksportir Produsen

Eksportir produsen merujuk kepada perusahaan yang secara aktif memproduksi barang dan menjualnya ke pasar internasional. Perusahaan ini umumnya beroperasi dengan skala besar dan memiliki jaringan distribusi yang meluas.

2. Eksportir Non Produsen

Eksportir non-produsen merujuk kepada perusahaan yang mengekspor barang tanpa melakukan proses produksi sendiri. Jenis pengekspor ini sering bertindak sebagai perantara antara produsen dan pembeli di negara tujuan ekspor.

Syarat Menjadi Eksportir

Merujuk pada informasi yang disampaikan melalui Portal Informasi Indonesia, eksportir diwajibkan memenuhi persyaratan berikut ini:

1. Berbentuk Badan Hukum

Pengekspor harus merupakan entitas usaha yang memiliki bentuk badan hukum, seperti firma, CV (Commanditaire Vennootschap), PT (Perseroan Terbatas), Persero (Perusahaan Perseroan), Perum (Perusahaan Umum), dan Perjan (Perusahaan Jawatan).

2. Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

NPWP berfungsi sebagai identitas wajib pajak yang diperlukan untuk keperluan administrasi perpajakan. Sebagai wajib pajak, eksportir memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN). Kehadiran NPWP memastikan bahwa pengekspor dapat menjalankan kegiatan ekspornya dengan lancar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

3. Memiliki izin resmi

Jika Anda berencana untuk mengekspor suatu produk ke luar negeri, diperlukan salah satu izin resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah, antara lain:

  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan
  • Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian
  • Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dengan memenuhi persyaratan tersebut, Anda akan berada satu langkah lebih dekat untuk menjadi seorang eksportir yang sah secara resmi.

Cara Menjadi Eksportir dari Nol

Jika Anda tertarik untuk memulai sebagai eksportir, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda tempuh:

1. Menentukan Jenis Produk untuk Diekspor

Langkah awal yang perlu Anda ambil adalah memilih produk yang sesuai untuk diekspor. Pastikan produk yang Anda pilih memiliki kualitas tinggi, harga yang bersaing, dan mendapatkan permintaan tinggi di pasar internasional. Melakukan riset pasar juga penting untuk mengetahui negara-negara yang memiliki potensi pasar besar untuk produk Anda.

2. Melakukan Perizinan

Untuk menjalankan kegiatan ekspor barang, Anda perlu memperoleh izin ekspor dari pemerintah. Biasanya, izin ekspor ini diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Persyaratan untuk mendapatkan izin ekspor dapat bervariasi tergantung pada jenis barang yang Anda ekspor.

3. Membuka Rekening Bank

Sebagai seorang eksportir, memiliki rekening bank adalah suatu keharusan untuk mengelola keuangan bisnis ekspor Anda. Rekening bank dapat digunakan untuk menerima pembayaran dari pembeli asing, membayar biaya ekspor, serta menyimpan dana bisnis Anda.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Ekspor Barang untuk Menembus Pasar Global

Eksportir

Terdapat beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan ketika memilih rekening bank untuk keperluan bisnis ekspor. Pilihlah bank yang memiliki jaringan internasional yang luas, sehingga memudahkan Anda dalam melakukan transaksi dengan pembeli asing.

Selain itu, penting untuk memilih bank yang menyediakan layanan sesuai dengan kebutuhan bisnis ekspor Anda. Dengan memilih rekening bank yang tepat, Anda dapat meningkatkan kelancaran dan efisiensi proses ekspor Anda.

4. Menentukan Tujuan Ekspor

Sebelum memulai kegiatan ekspor, sangat penting untuk dengan cermat memilih negara tujuan yang tepat. Negara tujuan ekspor seharusnya memiliki potensi pasar yang besar untuk produk yang akan diekspor.

Anda perlu melakukan riset terkait jumlah penduduk, tingkat pendapatan, dan tingkat konsumsi masyarakat di negara yang menjadi target ekspor. Menentukan dengan tepat negara tujuan ekspor akan menjadi faktor krusial yang dapat signifikan meningkatkan kesuksesan kegiatan ekspor Anda.

5. Menyusun Dokumen Persyaratan Ekspor

Dalam rangka melaksanakan perdagangan internasional, seorang eksportir wajib menyusun dokumen yang diperlukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 155/PMK.04/2022. Dokumen yang esensial untuk disiapkan mencakup:

  • Invoice, yang memuat rincian tentang barang yang diekspor seperti jenis, kualitas, kuantitas, harga, dan persyaratan pengiriman.
  • Shipping instruction/shipping order, yang berisi petunjuk kepada perusahaan pelayaran terkait cara pengiriman barang, termasuk jenis kapal yang digunakan, pelabuhan tujuan, dan syarat-syarat pengiriman.
  • Packing list, yang berisi informasi mengenai jumlah, jenis, dan ukuran barang yang diekspor.

Dokumen-dokumen ini menjadi kunci dalam proses kepabeanan, memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor, serta untuk melindungi hak-hak eksportir sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menyiapkan dokumen persyaratan ekspor merupakan langkah krusial untuk memastikan kelancaran proses ekspor. Oleh karena itu, seorang eksportir perlu memverifikasi bahwa semua dokumen yang diperlukan telah lengkap dan akurat sebelum memulai proses ekspor.

Eksportir

Penutup

Demikianlah ulasan terkait eksportir yang penting untuk diketahui. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Shipping Instruction: Fungsi & Contoh Dokumennya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE