25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Era Digital Tak Kurangi Kekhidmatan Hari Raya Nyepi

duniafintech.com – Di era digital yang serba maju ini, coba Anda hitung ada berapa banyak orang yang mampu hidup tanpa listrik dan internet?

Di perayaan Hari Raya Nyepi 1940 Saka yang jatuh hari ini, masyarakat Bali yang merayakannya kembali membuktikan bahwa digitalisasi sama sekali tidak menggerus agama dan kepercayaan yang mereka anut.

Setiap perayaan Nyepi, umat Hindu memang melakukan ritual amati pekaryan alias tidak boleh ada aktivitas apa pun yang dilakukan selama hari raya berlangsung. Tidak hanya berupa larangan ke luar rumah, cahaya apa pun bahkan listrik tidak dibenarkan menyala di rumah-rumah penduduk.

Sehari Tanpa Internet

Jika sebelumnya Pemerintah Daerah Bali hanya memadamkan listrik, maka di tahun ini ada imbauan yang sedikit mengundang kontroversi yakni terkait dengan pemadaman internet dari provider perusahaan seluler.

Hal itu disampaikan oleh Ahmad M. Ramli selaku Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) setelah sebelumnya Majelis Agama Provinsi Bali memberi perintah kepada Kementerian Telekomunikasi dan Informatika untuk mematikan internet di seluruh wilayah provinsi itu ketika umat Hindu merayakan Hari Nyepi.

Surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelang Hari Raya Nyepi itu berisi imbauan agar seluruh penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan layanan akses internet untuk mematikan internet pada 17 Maret 2018 sejak pukul 06.00 WITA hingga 18 Maret pada pukul 06.00 WITA.

Meski sempat menimbulkan pro kontra, namun hampir seluruh provider seluler menyetujui dan menghormati imbauan tersebut demi menghormati agama dan kepercayaan yang dianut oleh mayoritas masyarakat Bali ini.

Meski operator seluler menghentikan layanan, Nyoman Sujana mengaku bahwa layanan-layanan umum seperti rumah sakit, keamanan, perbankan, kebencanaan, dan bandara tetap hidup.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Internet?

Internet adalah bagian yang nyaris tak terpisahkan lagi dari berbagai sektor kehidupan manusia. Di tahun 2017 ada 4,1 miliar penduduk (54,4% populasi dunia) yang menggunakan internet.

Berdasarkan studi Universitas Ulster, Irlandia Utara yang dilakukan terhadap 128 responden mahasiswa yang ditanya bagaimana pendapat mereka kalau internet ditiadakan. Sebanyak 26,8% mengatakan akan merasa kehilangan internet. 40,6% tidak setuju kalau mereka tidak diberi izin akses ke internet. 55,5% responden setuju bahwa ketiadaan akses terhadap internet akan membuat orang menjadi miskin di masa depan.

Terlepas dari segala kontroversi tersebut, keputusan Pemerintahan Daerah Bali untuk meniadakan internet selama Nyepi patut diacungi jempol. Hal ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap warga yang merayakan Nyepi di era digital ini.

Baca juga: MENGATUR KEUANGAN BISNIS ANDA DENGAN 5 CARA INI

Picture: Pixabay.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE