25.6 C
Jakarta
Minggu, 3 Maret, 2024

Februari, Pemerintah Resmi Oplos Bio Solar dengan Minyak Sawit 35 Persen

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengimplementasikan program Mandatori Biodiesel 35 persen (B35) atau oplos bio solar dengan minyak sawit 35 persen di bulan Februari 2023, menyusul keberhasilan program Biodiesel 30 persen (B30) dalam mengurangi impor minyak dan menghemat devisa negara.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa penghematan devisa dari pemanfaatan biodiesel di tahun 2022 mencapai lebih dari Rp100 triliun. 

“Devisa yang berhasil dihemat di tahun 2022 sebesar Rp122,65 triliun atau USD8,34 miliar,” ujar Arifin, di Kantor Kementerian ESDM. 

Baca juga: Tahun Depan, BBM Jenis Bio Solar Dicampur Minyak Sawit 35 Persen

Arifin melanjutkan, sepanjang tahun 2022, realisasi penggunaan biodiesel mencapai 10,45 juta kiloliter (KL) atau lebih dari target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sebesar 10,1 juta KL.

“Di tahun 2022, realisasi biodiesel kita mencapai 10,45 juta KL. Kita targetkan di 2023 mencapai 13 juta KL. Insya Allah di bulan Februari program B35 segera diimplementasikan,” tambah Arifin. 

Sebelumnya, Direktur Bioenergi Edi Wibowo, pada Jumat (6/1) lalu, menyampaikan bahwa Pemerintah akan meningkatkan persentase pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak solar dari 30% menjadi 35% mulai tanggal 1 Februari 2023. Dengan implementasi ini, Indonesia sekali lagi menjadi yang terdepan dalam pemanfaatan BBN jenis Biodiesel. 

Pada kesempatan itu, Edi menyampaikan bahwa program B35 di tahun 2023, target penyaluran biodiesel sebesar lebih dari 13,15 juta KL, yang akan menghemat devisa sekitar USD10,75 miliar atau setara Rp161 triliun. Program B35 ini diproyeksi akan menyerap tenaga kerja sekitar 1.653.974 orang serta pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sekitar 34,9 juta ton CO2e.

Sebelumnya, Pemerintah secara resmi mengeluarkan kebijakan akan mengaplikasikan BBM jenis Bio Solar dengan mencampur minyak sawit 35 persen alias 30. Rencananya kebijakan tersebut efektif per Januari 2023 mendatang. 

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Kuota BBM Pertalite 32,56 Juta KL dan Solar 17 Juta KL pada 2023

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman mengungkapkan berdasarkan informasi yang didapat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa jenis BBM Bio Solar yang beredar di masyarakat nantinya akan tercampur dengan 35 persen minyak sawit 35 persen atau B35 (biodiesel per 1 Januari 2023. 

“Yang saya tahu, mereka (Kementerian ESDM) mulai Januari tahun depan akan diterapkan B35,” kata Eddy. 

Kendati demikian, Eddy menyinggung terkait pemerintah mengembangkan B40 belum ada penerapan kebijakan tersebut kepada masyarakat. Meski sudah dilakukan uji coba, hasilnya masih tergolong sangat baik, namun terdapat beberapa kendala dari sisi produksinya. 

Menurutnya para produsen belum mampu untuk menerapkan B40 secara penuh kepada masyarakat. Sebab, apabila menerapkan B40 berpengaruh terhadap kadar volume yang naik, kurang lebih berada di kisaran 15 juta kiloliter. Sedangkan kapasitasi produksi dari produsen biodiesel itu mencapai 16 juta kiloliter. Artinya, masih sangat rentan untuk menerapkan secara penuh kepada masyarakat. 

“Untuk itu, pemerintah memutuskan di tahun 2023 akan menerapkan B35 terlebih dahulu sembari dilihat perkembangannya. Namun tidak menutup kemungkinan juga untuk B40,” kata Eddy.

Baca juga: Belum ada Sanksi Mobil Mewah yang Minum Pertalite & Solar?

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE