25.6 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

FINTECH AUSTRALIA SAMBUT REFORMASI

duniafintech.com – Industri fintech Australia tengah bergembira menyambut berkurangnya hambatan dalam perijinan perbankan dan pemotongan pajak atas mata uang digital dalam anggaran belanja federal tahun ini.

Direktur FinTech Australia Danielle Szetho memuji Bendahara Scott Morrison atas apa yang disebutnya sebagai anggaran yang menyampaikan pernyataan baru terperinci yang akan menciptakan persaingan dan akuntabilitas dalam sistem perbankan Australia.

Ia memuji reformasi data keuangan terbuka yang mengurangi hambatan dalam perijinan perbankan, perangkat peraturan yang diperluas, serta pemotongan pajak mata uang digital. Szetho juga mengatakan organisasinya akan bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut.

Kami menyambut baik inisiatif ini – yang merupakan langkah besar untuk mengembangkan industri fintech Australia yang kompetitif secara global, serta memberikan pilihan yang lebih baik dan meningkatkan nilai finansial lebih bagi konsumen,” kata Szetho. “Kami juga bangga bahwa inisiatif ini juga muncul melalui kerja keras, dukungan dan advokasi yang kuat dari FinTech Australia dan para anggotanya.”

Anggaran tersebut mencakup peluncuran rancangan undang-undang untuk memperluas kerangka kerja pendanaan ekuitas pemerintah dari perusahaan publik ke perusahaan swasta, yang oleh Szetho disebutkan seharusnya ikut membantu usaha kecil untuk akses lebih baik terhadap modal yang tumbuh melalui platform fintech yang inovatif.

Hal baru dan penting lainnya adalah keputusan yang memastikan jika pengguna mata uang digital, seperti Bitcoin, tidak perlu membayar pajak barang dan jasa (GST) atas penggunaan mata uang tersebut – yang hingga sekarang dinilai sebagai bentuk ‘pajak berganda’ yang cukup menghambat pertumbuhan industri mata uang digital di Australia.

Sangat senang melihat pemerintah dengan jelas menggunakan anggaran tersebut untuk menegaskan komitmennya terhadap industri fintech Australia, dan melihat industri ini sebagai pemicu meningkatnya pilihan konsumen dan pertumbuhan lapangan kerja dalam layanan keuangan,” kata Szetho. “Kami sangat berharap pelaksanaan inisiatif ini dilakukan dengan cepat, mengingat Australia berada dalam lingkungan global yang sangat kompetitif dan bergerak cepat ketika harus mencapai keuntungan fintech regional.”

 

 

Sumber: theaustralian.com.au

Picture: www.pexels.com

Written by: Rosmy Sophia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...
LANGUAGE