25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

FORUM FEDERAL BLOCKCHAIN AKAN DIGELAR BULAN JULI

duniafintech.com – Pemerintah AS menjadi tuan rumah dalam acara pertemuan antar lembaga Blockchain pada tanggal 18 Juli 2017 mendatang, Forum Federal Blockchain US yang diselenggarakan oleh Administrasi Layanan Umum (GSA) dan Departemen luar negeri.

Tujuan acara tersebut menurut sebuah laman pengumuman dari Universitas DigitalGov (federal staf kelompok pelatihan) adalah untuk mengembangkan rencana enam bulan mengenai “bagaimana lembaga dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan dan mendukung penciptaan layanan bersama untuk teknologi Blockchain.”

GSA dan Departemen luar negeri, yang merupakan bagian dari pemerintah AS, telah membuat pekerjaan umum mereka dengan Blockchain. Departemen Luar Negeri mengungkapkan bahwa ini merupakan sebuah kelompok kerja internal yang berfokus pada Blockchain awal bulan Juli.

Acara penting ini memberikan keuntungan bagi sektor publik aplikasi Tech, sebagai harapan dari penyelenggara acara agar mendorong pejabat yang menghadiri acara tersebut secara efektif memulai pemetaan bagaimana Blockchain bisa diterapkan untuk tujuan spesifik mereka.

Untuk berpartisipasi dalam forum, ketua tim harus menyerahkan kasus penggunaan potensi untuk teknologi Blockchain dalam misi Anda.

Dilansir dari cointelegraph, Forum ekonomi dunia (WEF) juga menyambut hangat acara tersebut, belum lama ini WEF menerbitkan sebuah laporan Blockchain khusus yang merinci bagaimana teknologi akan mengalir ke dalam ekonomi global.

Digambarkan dalam white paper, melihat potensi dari latar belakang Blockchain dan saran-saran tentang bagaimana Blockchain akan menyebarkan seluruh infrastruktur di dunia.

Baca juga : https://duniafintech.com/ibm-dan-universitas-nasional-singapura-membuat-modul-blockchain/

Sedangkan dari bisnis peraturan, bagaimana disruptif inovasi dapat dimanfaatkan membentuk topik yang semakin diperdebatkan untuk perusahaan internasional.

Laporan ini membantu kita untuk memahami bahwa ekosistem Blockchain didistribusikan yang tidak perlu satu terdisorganisasi, dan pengelolaan perlu menyiratkan undang-undang pemerintahan formal atau peraturan,” ujar anggota Dewan WEF Richard Samans dalam siaran persnya.

Seiring WEF identik dengan frase “didistribusikan buku besar” – eufemisme untuk Blockchain terpusat kepada yang populer saja dengan lembaga keuangan besar.

Laporan ini akan memberikan nilai besar untuk perusahaan teknologi, instansi pemerintah, LSM dan organisasi pengguna di mana-mana, Siapa pun yang peduli tentang masa depan ekosistem Blockchain harus membaca laporan ini dan memperhatikan kebijaksanaannya.” sambungnya.

white paper ditulis oleh Alex Tapscott, seorang tokoh terkemuka di bidang investasi Blockchain, pada karya sebelumnya mencakup pendirian lembaga penelitian Blockchain, dengan fokus kasus untuk financial technology.

Source: coindesk.com

Written by : Romy Syawal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE