26 C
Jakarta
Kamis, 8 Desember, 2022

G20 Indonesia – Harapan dan Tantangan Serta Persiapannya

JAKARTA, duniafintech.com – Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan diadakan pada tanggal 15 November sampai 16 November 2022 di Bali, Indonesia.

Perhelatan tersebut menjadi puncak presiden Indonesia pada forum 20 negara dan kawasan dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut dalam satu tahun terakhir.

Lantas apa saja harapan negara-negara terhadap KTT G20 Indonesia baik yang sifatnya negara anggota maupun negara lain.

Kemudian, apa saja yang perlu dipersiapkan oleh Indonesia sebagai tuan rumah G20 pada bulan November nanti di Bali.

Tantangan Perekonomian Global dan Tantangan Resesi

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan perekonomian global mengalami berbagai guncangan dan tantangan. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan persisten, kondisi keuangan yang semakin ketat, perang Rusia melawan Ukraina, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, dan ketidaksesuaian penawaran-permintaan semakin memperlambat prospek ekonomi global.

Menurutnya meningkatnya kekhawatiran tentang harga pangan dan energi mengakibatkan tekanan biaya hidup di banyak negara yang ikut serta menambah tekanan inflasi. Selain itu, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim menimbulkan risiko penurunan terhadap prospek ekonomi global, dan kenaikan harga energi juga menghambat jalan menuju transisi hijau.

Baca juga: Berita Fintech Terkini: Peran BUMN Bagi G20

Dia menambahkan tantangan global yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya kerentanan utang dan menghambat jalan menuju pemulihan, yang selanjutnya berdampak pada kelompok rentan, terutama negara-negara berpenghasilan rendah dan berkembang.

“Dalam situasi ekonomi ini, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral telah berkumpul kembali untuk keempat kalinya tahun ini di Washington D.C., untuk mengambil tindakan nyata guna mengatasi tantangan ekonomi global,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan dalam pertemuan G20 Indonesia, terus menyoroti pentingnya memperkuat arsitektur keuangan internasional di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Untuk meningkatkan ketahanan keuangan global jangka panjang, G20 Indonesia, akan terus memantau risiko peningkatan volatilitas arus modal, spill over negatif, dan kondisi pasar tidak merata dengan adanya revisi Institutional View (IV) IMF mengenai Liberalization and Capital Flow Management dan BIS Macro-Financial Stability Framework, yang menuntut kemajuan leih lanjut dalam operasional Integrated Policy Framework dari IMF dan mempertahankan Jaring Pengaman Keuangan Global (GFSN) yang kuat.

“G20 terus mendukung alokasi penyaluran Special Drawing Right (SDR) untuk membantu golongan yang paling rentan serta meningkatkan kapasitas sumber daya Multilateral Development Banks melalui tinjauan Kerangka Kecukupan Modal, dan di saat yang sama memastikan penerapan Common Framework pada Debt Treatment di luar DSSI,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Aksi G20 Hadapi Ekonomi Global, Bukti Nyata Komitmen Keuangan Dunia

G20 Indonesia

G20 Indonesia jadi Harapan Tempat Pertemuan Presiden Putin dan Presiden Biden

Masih seputar G20 Indonesia, media Rusia Sputnik, menerbitkan artikel bahwa Indonesia akan mengadakan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam sela-sela KTT G20 di Bali.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares mengaku Indonesia akan senang jika pertemuan tersebut terjadi dalam sela-sela KTT G20 di Bali.

Sebab hal itu pernah dilakukan oleh Indonesia, pada saat konflik Kamboja. Saat itu, Indonesia menjadi fasilitator pertemuan pemimpin Vietnam dan Kamboja.

Meski begitu, Indonesia sudah menyampaikan undangan KTT G20 kepada Putin. Keputusan untuk hadirnya secara langsung tetap berada di tangan pemerintah Rusia.

“Kami tidak berjanji akan dapat memfasilitasi pertemuan untuk segera menyelesaikan masalah tetapi saling berbicara dapat membantu dalam kemajuan diskusi,” kata Jose.

Keamanan Ketat Saat Perhelatan G20 Indonesia

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Andika Perkasa memastikan jumlah personel keamanan yang akan berjaga mencapai 18,030 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 14.300 personil TNI, 3.200 personil Polri dan 492 personil dari institusi lainnya.

Kemudian, dia menambahkan terdapat satuan tugas yang melaksanakan pengamanan acara puncak Presidensi G20 Indonesia, seperti satgas khusus pengamanan VVIP yang menjaga kepala negara atau pejabat setingkat kepala negara. Sementara itu, Andika mengungkapkan terdapat Satgas Laut untuk menjaga keamanan perairan di sekitar Bali, pihaknya akan menyiapkan 12 kapal perang Indonesia di lingkaran Bali.

Selain itu, Andika juga menyiapkan empat pesawat tempur yaitu dua unit F16 dan dua Sukhoi. Terdapat pula enam hellikopter TNI AU, lima helikopter TNI AL dan dua helikopter TNI AD sehingga total 13 helikopter.

“Kami siapkan dua pesawat hercules khusus untuk evakuasi medis karena memang diatur untuk mengevakuasi pasie yang kondisinya misalnya darurat,” kata Andika.

Keamanan Siber Libatkan Intelijen Saat Perhelatan G20 Indonesia

TNI bekerjasaama dengan Badan Intelijen Negara dalam memprioritaskan keamanan siber. TNI juga melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjelaskan BSSN akan menjadi lead sector dalam pengamanan siber G20 di Indonesia. Untuk simulasi pengamanan siber BSSN akan berkolaborasi dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Terkait perhelatan G20 di Indonesia, dia mengungkapkan terdapat beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan yaitu 25 hotel yang akan menjadi tempat menginap para tamu dan delegasi.

Untuk pengamanan tersebut, TNI sudah memiliki SOP termasuk menyiapkan detektor TNI dan menurunkan kendaraan penjinak bahan peledak yang difokuskan dalam venue kegiatan G20 Indonesia.

“Saya tahu beberapa kepala negara partisipan G20 ini juga membawa perangkat berlapis bajanya masing-masing dan itu kita akomodasi. Sekali lagi, agar tamu-tamu kita merasa nyaman dalam berkunjung ke Indonesia menghadiri G20. Mereka tidak khawatir lagi soal keamanan,” kata Andika.

Baca jugaKerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE