25.1 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Kamboja akan Luncurkan Gerbang Pembayaran Berbasis Blockchain

duniafintech.com – Dalam beberapa bulan, warga Kamboja mungkin dapat mulai menggunakan gerbang pembayaran berbasis Blockchain berskala nasional. Penggunaan teknologi Blockchain tampaknya akan merambah semakin luas.

Tidak hanya oleh institusi dan perusahaan, pemerintahan berbagai negara bahkan dengan aktif melakukan percobaan-percobaan untuk mengaplikasikan teknologi tersebut secara nasional. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kamboja baru-baru ini, membuat gerbang pembayaran berbasis Blockchain.

Chea Serey, direktur jenderal National Bank of Cambodia, mengatakan kepada The Phnom Penh Post bahwa platform pembayaran peer-to-peer dan transfer uang yang dijuluki ‘Proyek Bakong’ diluncurkan berdasarkan percobaan pada bulan Juli dan sudah didukung oleh 11 bank bahkan sebelum mulai beroperasi dalam beberapa bulan ke depan. 

Direktur jenderal menyatakan bahwa rencananya adalah untuk memiliki “bentuk semu dari mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) berfungsi sebagai gerbang pembayaran yang akan digunakan secara nasional.

Mata uang digital ini dirancang untuk memungkinkan orang Kamboja di seluruh negara untuk secara efektif dan cepat menyelesaikan transaksi, terlepas dari lembaga perbankan mereka. Selain itu, bank sentral berharap untuk memungkinkan pembayaran lintas batas melalui sistem Bakong juga.

Baca juga: 

Mengatasi Kompleksitas Pembayaran

Iklim pembayaran saat ini seringkali sangat kompleks, dengan pedagang lokal diminta untuk memiliki akun di sejumlah bank, atau hanya menerima uang tunai untuk mempermudah pembayaran. Langkah menuju jenis baru mata uang digital dapat mempercepat proses pembayaran, dan memungkinkan pedagang untuk hanya menggunakan satu sistem pemrosesan pembayaran.

Namun, banyak pihak yang kontra dengan gerbang pembayaran berbasis Blockchain ini. Mereka percaya bahwa sifat terpusat dari platform pembayaran akan menyebabkan bank kehilangan pangsa pasar. Presiden Bank Umum Phnom Penh (PPCBank) Shin Chang Moo, bagaimanapun, merasa bahwa risikonya sepadan dengan keuntungannya.

“Bakong pada akhirnya akan menciptakan ekosistem yang inklusif secara finansial sehingga semua pemangku kepentingan di industri dapat memperoleh manfaat,” ungkap Shing Chang Moo.

Sementara itu, sebagaimana dilaporkan, sekitar 7 bank sentral yang tidak diungkapkan, mewakili 20% dari populasi dunia, kemungkinan akan meluncurkan CBDC delam 3 tahun ini. Hal ini ditemukan dari sebuah survei baru oleh Bank for International Settlements.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Fungsi Manajemen Keuangan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Salah satu fungsi manajemen keuangan adalah bagaimana mengelola keuangan dari satu perusahaan dengan baik dan benar tentunya. Dari fungsi tersebut, usaha yang sedang dijalankan...

Gandeng Fintech Batumbu, CIMB Niaga Salurkan Rp50 Miliar Bagi UMKM

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkolaborasi dengan perusahaan financial technology (fintech) pembiayaan berbasis aplikasi atau fintech lending PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu). Head...

Ini Alasan Maudy Ayunda Jadi Salah Satu Investor Startup Segari

Satu tahun beroperasi di Indonesia, Segari, startup grocery commerce terus catat pertumbuhan bisnis yang signifikan. Segari baru saja menyelesaikan pendanaan Seri A dari para...

Anuitas: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Kerja

Anuitas adalah metode penghitungan bunga pinjaman dalam rangka memudahkan nasabah membayar angsuran setiap periodenya. Biasanya, sistem yang diterapkan adalah bunga mengambang atau efektif (floating...

Belum Punya Asuransi Kartu Kredit? Simak Pertimbangannya di Sini

Asuransi kartu kredit adalah produk perlindungan finansial yang diberikan oleh penerbit kartu kredit (CC atau credit card) kepada nasabah mereka. Proteksinya meliputi pembebasan tagihan...
LANGUAGE