31.7 C
Jakarta
Senin, 13 Juli, 2020

Google Play Kini Terima Pembayaran Digital Dengan Gopay

duniafintech.com – Kembali memudahkan para penggunanya, Google Play bermitra dengan PT Dompet Anak Bangsa (Gopay), menghadirkan opsi pembayaran digital baru di aplikasi Google Play. Kehadiran Gopay melengkapi opsi lainnya yang sebelumnya telah tersedia, yakni pembayaran dengan pulsa, pembelian voucher saldo dan kartu kredit.

Baca juga : Sistem Perekaman Data Senjata Api Berbasis Blockchain Dipatenkan!

SVP Digital Product Gopay Timothius Martin menerangkan kerja sama GoPay dan Google Play merupakan pertama kalinya terjadi dengan uang elektronik di Indonesia. Selama ini pembayaran dengan kartu kredit di Google Play menjadi paling umum digunakan.

Dengan kehadiran Gopay pula akan memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna Android di Indonesia dalam berbelanja aplikasi atau melakukan in-app purchase di Google Play tanpa menggunakan kartu kredit.  mengingat baru sebagian kecil saja masyarakat Indonesia yang memiliki kartu kredit.

Timothius berharap kemudahan yang dihadirkan oleh Gopay ini dapat menjangkau anak-anak muda yang sering memanfaatkan aplikasi-aplikasi baik untuk hobi maupun kebutuhan sehari-hari namun belum memiliki kartu kredit.

Opsi pembayaran melalui Go-Pay akan muncul di metode pembayaran, atau saat akan melakukan transaksi pembelian aplikasi. Saat ini, menurut penelitian dari FT Confidential Research Mobile Payment, DailySocial dan OJK, serta YouGov, Go-Pay disebut menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Lebih lanjut, Timothius mengatakan kolaborasi ini juga terjalin karena pihaknya melihat potensi belanja aplikasi di platform. Total pengeluaran masyarakat Indonesia untuk belanja mobile apps selama 2018 mencapai US$313,6 juta.

Bicara potensi belanja aplikasi di platform seperti Google Play terbilang cukup fantastis. Menurut data yang dikutip Timothius, total pengeluaran masyarakat Indonesia untuk belanja aplikasi mobile tahun lalu mencapai $313,6 juta (lebih dari 4,3 triliun Rupiah).

Google Play sendiri mengalami peningkatan jumlah unduhan sebesar 15,4% pada awal tahun ini. Aplikasi yang paling banyak diunduh adalah media sosial. Gim masih menjadi daya tarik utama untuk belanja aplikasi atau in-app purchase. Transaksi gim di Google Play tumbuh 16,8%.

Tidak hanya mendukung gim yang diterbitkan publisher internasional, Timothius berharap GoPay dapat mendukung perkembangan aplikasi dan gim dari penerbit lokal.

Melihat potensi industri gim yang besar, perusahaan juga secara aktif terlibat sebagai sponsor ajang esport seperti PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC) 2019, Mobile Legends: Bang Bang Professional League Season 2, dan EVOS E-Sports.

Baca juga : Cara Mudah Pengiriman Uang Era Digital Ala Milenial

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Aset Kripto untuk Para Pecinta Game Telah Listing di Indodax

DuniaFintech.com - Kabar gembira untuk gamers Indonesia!! Sudah tak perlu diragukan lagi, selain sebagai hiburan, industri game juga bisa dijadikan sarana untuk...

Strategi Sukses Jualan Online dengan Untung Jutaan Rupiah, Wajib Dicoba

DuniaFintech.com - Tak bisa dipungkiri, dengan adanya internet telah mengubah sebagian besar cara hidup kita sehari-hari. Jika sebelumnya kita lebih sering berbelanja...

Kemkominfo Klaim Indonesia Segera Miliki 3 Unicorn Baru

DuniaFintech.com - Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengklaim Indonesia akan memiliki 3 unicorn baru hingga tahun 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika,...

Bukan Dilarang, Ini Sebab Mengapa Regulasi Kripto Aset Itu Penting

DuniaFintech.com – Regulasi kripto aset sebagai teknologi yang masih terbilang baru, banyak negara yang mengkhawatirkan tentang bagaimana kripto aset akan memengaruhi iklim perekomian...

Blockchain Velas Mampu Selesaikan 30 Ribu Transaksi Per Detik?

DuniaFintech.com - Apa benar Blockchain Velas mampu selesaikan 30 ribu transaksi per detiknya? Dirancang dan dikembangkan sejak tahun 2019, Virtual Expanding Learning...
LANGUAGE