25.6 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

Google+ Resmi Tutup Bulan April Tahun Ini?

duniafintech.com – Google telah mengumumkan layanan Google+ akan segera dihentikan. Isu yang berhembus sejak tahun lalu ini, rupanya akan terealisasi mulai 2 April 2019. Pengumuman ini dikeluarkan oleh Google kepada seluruh pengguna Google+ lewat surel.

Dalam surel yang dikirimkan, Google juga mengungkapkan alasan di balik penutupan layanannya.
“Keputusan kami untuk menghentikan Google+ karena endahnya penggunaan dan sulitnya tantangan untuk mempertahankan layanan yang sesuai ekspektasi pengguna,” tulis Google dalam surel kepada pengguna Google+.

Tepat pada 2 April nanti, semua akun dan halaman Google+ tak bisa lagi dgunakan. Google juga memastikan akan menghapus semua konten, termasuk foto dan video di arsip album dari layanan ini.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California ini mengatakan proses penghapusan konten penggunanya butuh waktu beberapa bulan. Selama waktu tersebut, pengguna tetap bisa melihat aktivitas pertemanan  dalam layanan ini.

Pengguna bisa mengamankan seluruh data yang sempat dibagikan lewat layanan ini dengan mengunduh dan menyimpannya sebelum April.

Seiring dengan rencana tersebut, mulai hari ini (4/2) bagi pengguna yang akan membuat akun aplikasi jejaring sosial itu, nantinya tidak bisa lagi membuat profil, halaman, komunitas, atau bahkan acara baru.

Google rencananya akan menutup semua akses terkait komentar di hari yang sama. Tapi, fitur tersebut masih dapat digunakan pada situs lain hingga 7 Maret.

Perubahan juga terjadi pada tombol Sign In Google+ yang akan diganti menjadi tombol Sign In Google. Google juga akan menghapus semua akun dan komentar secara permanen ketika aplikasi jejaring sosial Google itu sudah benar-benar ditutup.

Namun jangan khawatir, karena Google masih mempersilakan Kamu untuk mengunduh beragam data. Baik tulisan ataupun foto untuk diambil terlebih dahulu sebelum hari penutupan.

Rencana penutupan Google+ sebenarnya sudah diungkap sejak Oktober 2018. Selain sepi pengguna, Google sempat tersandung kasus kebocoran data pengguna yang membuat perusahaan mematikan sementara layanan ini..

Google menetapkan bahwa kerentanan memengaruhi sekitar 52,5 juta pengguna, memungkinkan aplikasi untuk melihat informasi profil seperti nama, pekerjaan, usia dan alamat email bahkan jika akses disetel ke pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE