25.6 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Harga Bitcoin dan Ethereum Bertahan Sabtu Pagi Ini, Siap Naik Lebih Tinggi

JAKARTA, duniafintech.com – Harga Bitcoin dan harga Ethereum bertahan di Sabtu pagi ini, 2 Maret 2022. Apakah harga ini akan bertahan selama satu minggu ke depan?

Harga Bitcoin bertahan di Rp670.000.000 sesuai di market Indodax. Kenaikan harga Bitcoin sudah mencapai 3.60% dalam satu kali 24 jam. Begitu juga dengan harga Ethereum yang bertahan. Harga Ethereum di platform yang sama mencapai Rp49.976.000. Harga Ethereum naik sekitar 6,81% dalam kurun waktu 24 jam.

Bitcoin dan Ethereum merupakan dua kripto paling popular saat ini. Biasanya, dari hasil analisa Duniafintech.com, harga kedua crypto ini akan naik dalam satu minggu ke depan jika bertahan atau mengalami kenaikan pada Sabtu-Minggu.

Ini merupakan pertanda rally harga crypto, karena momen ini jarang terjadi mengingat Sabtu dan minggu banyak penambang yang mencairkan asetnya.

Sementara itu, kedua harga crypto ini juga telah mengindikasikan titik support atau titik kenaikan harga dari harga terendah. Bitcoin dan Ethereum serta beberapa aset kripto lainnya telah mengalami penurunan pada Februari hingga pertengahan Maret 2022.

Kenaikan harga ini disinyalir karena adanya kebijakan dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia yang membuat kebijakan mempermudah akses kripto untuk keuangan dan transaksi di negaranya masing-masing. Hal ini menimbulkan permintaan atau high demand, sehingga harga Bitcoin dan harga Ethereym sudah memasuki minggu keduanya di posisi support.

Sebelumnya, para analis juga memprediksi bahwa harga Bitcoin dan harga Ethereum akan mencapai puncak tertingginya pada tahun ini. Sebelumnya, harga tertinggi Ethereum adalah Rp62,5 juta dan Bitcoin Rp950 juta.

Dengan adanya support dan market bullish selama beberapa pekan terakhir, harga kedua aset kripto tersebut serta harga aset kripto lainnya seakan mulai menapaki harga tertingginya.

Bitcoin merupakan aset kripto yang memiliki limit hanya 21 juta BTC saja. Dengan supply yang terbatas dan semakin sulit untuk didapatkan, Bitcoin akan terus mengalami kenaikan harga, meskipun sesekali naik turun karena pasar jenuh.

Sedangkan Ethereum tidak memiliki Batasan dalam supply. Karena memang Ethereum diciptakan sebagai koin utilitas untuk pembayaran yang menggunakan jaringan blockchain Ethereum. Namun, adanya pemusnahan supply atau pembakaran (burn) Ethereum membuat supply nya berkurang. Ini tentunya berimbas kepada terbatasnya supply dan membuat harganya juga terus naik.

 

Penullis : Gemal A.N. Panggabean
Editor : Rahmat Fitranto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE