33.6 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Harga Bitcoin Hari Ini : BTC Menurun, Ethereum Sambut London Hardfork

Harga Bitcoin hari ini sudah memasuki penurunan, setelah rally lebih dari satu pekan dengan pemuncak Rp600 juta. Namun, berbeda dengan Ethereum yang terus menguat karena siap menyambut London Hard Fork.

Satu pekan terakhir, Ethereum naik terus menerus dari Rp26 jutaan. Pada hari ini, 4 Agustus 2021, harga Ethereum mencapai Rp36.735.000 di market Indodax.

London Hard Fork yang akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2021 menjadi serangkaian proposal Ethereum yang juga bertujuan untuk efisiensi. London Hard Fork akan diadakan pada bulan ini, Juli 2021. 

Ethereum merupakan salah satu proyek blockchain yang menyediakan jaringan untuk melahirkan aset kripto baru. Meskipun Ethereum adalah yang paling populer mengenai hal ini dibandingkan proyek blockchain lain, namun Ethereum masih memiliki kelemahan. 

Salah satunya adalah biaya yang tidak efisien atau mahal. Nah, London Hard Fork akan membuat biaya efisien sehingga nantinya akan menjadi murah. 

Ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para developer, khususnya yang sering menggunakan jaringan Ethereum. Seperti para komunitas decentralized finance (DeFi) dan non-fungible token (NFT). 

Penjelasan London Hard Fork

London Hard Fork  merupakan salah satu dari proposal EIP-1559. Ethereum akan membatasi tingkat kenaikan biaya gas dan membantu memoderasi volatilitas biaya transaksi yang akan membantu membawa lebih banyak pengguna ke ekosistem.

London Hard Fork adalah langkah besar dalam mengatasi masalah ini. Hingga saat ini, Ethereum masih memiliki kecepatan transaksi 30 per detik. Sebelumnya, ini tidak masalah. Namun, era DeFi membuat jaringan Ethereum membludak. 

Tahun lalu, Ethereum telah menghadapi masalah dalam membawa ruang DeFi ke apa pun, akibatnya biaya transaksi yang tinggi (harga gas). Pada saat tertentu harga gas dapat berfluktuasi tergantung pada permintaan jaringan. 

London hard fork memperkenalkan beberapa perubahan pada Ethereum. Tetapi salah satu yang mungkin akan memiliki dampak paling terlihat bagi pengguna akhir adalah bagaimana ia mengubah struktur biaya Ethereum.

Biaya yang dipungut dari pengguna sebenarnya terdiri dari dua komponen. Ada biaya dasar dan tip, setelah pembaruan London, biaya dasar benar-benar akan dibakar (burn). 

London Hardfork Membuat Efisien dan Mungkin Juga Meningkatkan Harga

London Hard Fork Ethereum akan membuat struktur Ethereum akan semakin lebih cepat dan efisien. Tentu biayanya juga lebih murah. 

Dalam struktur tersebut, akan banyak aset kripto ETH yang dimusnahkan atau dibakar (burn). Ini akan membuat supply maksimal ETH di masa mendatang akan berkurang. Ini akan membuat harganya meningkat. Karena semakin sulit untuk mendapatkan ETH, maka semakin meningkat pula harganya.

Bedanya Bitcoin dan Ethereum 

Mengutip dari Indodax.academy, sebenarnya ada perbedaan antara Bitcoin dan Ethereum.

Ethereum dan Bitcoin selain keduanya merupakan aset kripto, juga memiliki kesamaan, yaitu menggunakan jaringan teknologi blockchain yang terdesentralisasi. Keduanya juga dapat diproduksi melalui proses mining. Meskipun ada banyak perbedaan teknis antara Bitcoin dan Ethereum, perbedaan yang paling utama adalah tujuan dan fungsinya.

Adapun mengenai jumlahnya, ETH dan BTC sangat berbeda. Aset kripto yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto ini dibatasi hanya 21 juta token saja, sedangkan ETH tidak memiliki batasan jumlah tertentu.

Sedangkan pada fungsinya, BTC menawarkan sistem uang elektronik peer-to-peer untuk pembayaran atau transfer Bitcoin. Sedangkan ETH memiliki fokuskan pada blockchain-nya untuk menjalankan program ter-desentralisasi, diantaranya pembayaran atau transfer Ethereum. Bahkan transfer menggunakan ETH jauh lebih cepat dibandingkan dengan BTC.

Fee transaksi dalam penggunaan BTC dan ETH juga berbeda. BTC punya fee transaksi yang tetap dan tidak dibedakan. Lain halnya pada ETH, fee transaksinya tergantung pada daya komputasi masing-masing klien sehingga fee tidak tetap.

Selain itu, dalam fungsinya, BTC kerap dijadikan alat menyimpan daftar saldo dan transaksi di blockchainnya, sementara blockchain Ethereum memiliki rancangan untuk menyimpan berbagai data yang bisa digunakan oleh program-program komputer (aplikasi terdesentralisasi atau dapps) yang berjalan di blockchain Ethereum.

Pengembang di seluruh dunia dapat membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Ethereum. Jadi, ETH juga bermanfaat diantaranya untuk memperbaiki industri keuangan juga sebagai tempat penyimpanan informasi pribadi.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

Cek di sini untuk mengetahui daftar marketplace aset kripto berizin di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE