25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Harga Telur Ayam Naik, Mendag: Jangan Diributkan

JAKARTA, duniafintech.comKementerian Perdagangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok mencatat harga telur ayam ras naik lagi. Secara rata-rata nasional harga telur ayam ras pada 23 Agustus 2022 naik Rp100 jadi Rp31.000 per kg dari sehari sebelumnya Rp30.900 per kg.

Kementerian Perdagangan mencatat, harga telur ayam ras rata-rata nasional per 22 Agustus 2022 melonjak 10,36% dari Rp28.000 pada 23 Mei 2022 menjadi Rp30.900 per kg.

Di mana, referensi harga telur tingkat peternak nasional pada 5 Agustus 2022 turun 2,97% dari Rp24.997 per kg di 23 Mei 2022 menjadi Rp24.255 per kg.

Baca juga: Jokowi Dilema Soal Kenaikan Harga BBM Subsidi

Pada 23 Februari 2022, harga rata-rata telur ayam ras nasional masih tercatat di Rp24.400 per kg. Dengan referensi harga tingkat peternak Rp18.593 per kg.

Harga terpantau berfluktuasi hingga sebulan terakhir. Pada 23 Juli 2022, harga telur ayam nasional sudah naik ke Rp29.200 per kg.

Kini, harga ayam terus naik, bahkan di Jakarta cetak rekor ke Rp33.000 per kg.

Presiden Peternak Layer Indonesia Ki Musbar Mesdi, menyatakan lonjakan harga telur saat ini sebagai efek domino penurunan populasi ayam petelur di saat pandemi hingga memasuki masa Lebaran 2022.

Sementara, permintaan telur beranjak naik sejak semakin longgarnya kegiatan sosial ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Permintaan yang meningkat, juga berasal dari serapan-serapan bantuan sosial di masyarakat sehingga turut mendongkrak konsumsi telur.

Di sisi lain, meski harga telur sudah cetak rekor, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan hal itu bukan sesuatu yang perlu diributkan.

“Itu nggak berapa (seberapa) kok, jangan diributkannya ya,” kata Zulhas.

Baca juga: Keputusan di Tangan Jokowi, Nasib Harga BBM Bakal Segera Naik? 

Sontak hal itu memicu reaksi dari pedagang.

“Kami menyayangkan statement Menteri Perdagangan. Kenaikan harga telur sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Dan, ini adalah harga tertinggi dalam 5 tahun,” kata Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri.

“Kami berharap persoalan di lapangan seperti pangan, ayam petelur, dan persoalan distribusi jadi fokus, bukan malah lari dari persoalan,” tukasnya.

Abdullah meminta Kemendag segera melakukan upaya lanjutan.

“Tidak hanya ber-statement yang justru akan membuat kegaduhan,” pungkas Abdullah.

Baca juga: Luhut: Presiden Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE