26.8 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Head and Shoulders Pattern: Karakteristik, Kelebihan, dan Contohnya

JAKARTA, duniafintech.comHead and Shoulders pattern adalah salah satu pola yang dapat mendukung para trader dalam melakukan transaksi.

Bentuk yang mudah untuk trader mengenalnya ketimbang pola lain, serta fungsinya sebagai alat bantu, menjadikan pola “Head and Shoulders” sebagai senjata utama dalam analisis teknikal. Khususnya bagi trader pemula yang sedang mempelajari saham.

Pola “Head and Shoulders” adalah salah satu pola pembalikan tren penting dalam analisis teknikal. Terbentuk ketika ada tiga puncak harga berturut-turut, dengan puncak tengah (head) lebih tinggi daripada dua puncak lainnya (shoulders), pola ini menunjukkan pembalikan tren dari bullish (naik) menjadi bearish (turun). Saat terbentuk, para trader sering menganggapnya sebagai sinyal bahwa tren naik yang ada akan berakhir dan harga kemungkinan akan turun.

Namun, keterkaitan pola “Head and Shoulders” dalam analisis teknikal sangat signifikan. Trader menggunakan pola ini sebagai panduan untuk memasuki perdagangan jual (short) setelah terjadi tren naik yang signifikan. Ketika harga turun di bawah garis leher (neckline) yang menghubungkan dua poin bawah pada pola “Head and Shoulders”, hal ini merupakan konfirmasi bahwa tren bearish baru telah dimulai.

Salah satu keunggulan pola ini adalah kemampuannya ditemukan di berbagai pasar, termasuk pasar kripto dan saham. Trader kripto dan saham sering kali memanfaatkan pola ini untuk membuat keputusan perdagangan yang cerdas, mengambil keuntungan dari potensi perubahan tren yang signifikan.

Baca juga: Volume Perdagangan ETF Bitcoin Spot pada Hari Pertama Mencapai Rp 71,5 Triliun

Pola Head and Shoulders Pattern adalah

Pola Head and Shoulders menunjukkan perubahan tren dari bullish (naik) menjadi bearish (turun). Sinyal pembalikan muncul ketika harga menembus neckline ke arah bawah setelah pola terbentuk. Trader menggunakan pola ini untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren dan seringkali menggunakannya sebagai sinyal untuk memasuki perdagangan jual (short) setelah konfirmasi pembalikan tren terjadi.

Secara dasar, pola Head and Shoulders terdiri dari empat komponen utama: kepala (head), bahu kiri (left shoulder), bahu kanan (right shoulder), dan neckline atau garis leher. Setiap bagian pola ini memiliki peran spesifik dalam analisis teknikal, dengan rincian sebagai berikut:

  • Left Shoulder (Bahu Kiri): Menandakan puncak harga diikuti oleh penurunan.
  • Head (Kepala): Merupakan puncak harga yang lebih tinggi dalam pola.
  • Right Shoulder (Bahu Kanan): Terjadi penurunan lagi, lalu ada kenaikan yang membentuk puncak yang lebih rendah dari kepala.
  • Neckline (Garis Leher): Garis yang menghubungkan titik bahu kiri dan bahu kanan.

Perlu dicatat bahwa banyak yang melihat persamaan antara pola Head and Shoulders dengan gelombang Elliot. Keduanya menunjukkan tren kuat diikuti oleh koreksi. Namun, dalam kasus Head and Shoulders, pembalikan tren terjadi saat harga menembus neckline. Semakin curam kemiringan neckline, semakin tinggi probabilitas pembalikan tren.

Dalam ilustrasi grafik, pola ini terlihat sebagai tiga puncak yang terbentuk secara berurutan. Puncak pertama adalah left shoulder, diikuti oleh puncak tertinggi yang merupakan head, dan puncak terakhir adalah right shoulder. Antara left shoulder dan right shoulder, terdapat garis horizontal yang disebut neckline.

Head and Shoulders Pattern dalam Kripto

Head and Shoulders Pattern merupakan pola yang signifikan dalam analisis teknikal, tidak hanya di pasar saham, tetapi juga di pasar kripto. Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan dan pertimbangan khusus saat mengidentifikasi dan menggunakan pola ini dalam konteks kripto. Beberapa persamaannya dalam analisis kripto dan saham melibatkan:

  • Pola Head and Shoulders berlaku di berbagai pasar, termasuk kripto dan saham, dengan prinsip dasar yang tetap konsisten di semua pasar.
  • Baik pada kripto maupun saham, pola Head and Shoulders digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren dari bullish ke bearish atau sebaliknya.

Di sisi lain, beberapa perbedaan muncul dalam analisis kripto dan saham, di antaranya:

  • Pasar kripto cenderung lebih volatil daripada pasar saham, yang dapat menyebabkan pola-pola, termasuk Head and Shoulders, muncul dan lenyap dengan cepat. Oleh karena itu, konfirmasi pola dengan pergerakan harga yang stabil menjadi sangat penting dalam konteks kripto.
  • Sentimen pasar kripto dapat sangat dipengaruhi oleh berita dan peristiwa terkini, menyebabkan perubahan harga yang tajam dan cepat. Hal ini dapat mempengaruhi keandalan pola Head and Shoulders sebagai sinyal pembalikan.

Ketika menggunakan pola Head and Shoulders Pattern dalam kripto, penting untuk memahami volatilitas tinggi yang melekat dalam pasar ini. Volatilitas dapat mengakibatkan fluktuasi harga yang ekstrem, membuat pola tampak terbentuk dan kemudian menghilang dengan cepat. Oleh karena itu, para trader perlu bersikap waspada dan menunggu konfirmasi yang kuat sebelum membuat keputusan trading berdasarkan pola Head and Shoulders, terutama di pasar kripto.

Karakteristik Head and Shoulders Pattern

Pola Head and Shoulders merupakan salah satu pola grafik yang sering muncul dalam analisis teknikal, menunjukkan potensi pembalikan arah ketika harga sedang dalam tren naik. Struktur pola ini terdiri dari tiga puncak, membentuk “kepala” di tengahnya dan dua puncak “bahu” di sisi kanan dan kiri yang mengelilinginya. Ciri utama dari pola Head and Shoulders melibatkan:

  • Bahu Kiri: Puncak pertama yang terbentuk di sisi kiri pola. Harga naik menuju puncak ini sebelum mengalami penurunan, meskipun tidak mencapai level terendah sebelumnya.
  • Kepala: Puncak terbesar yang terbentuk di tengah pola. Setelah membentuk bahu kiri, harga naik kembali, mencapai level tertinggi baru, lalu turun kembali.
  • Bahu Kanan: Puncak kedua yang terbentuk di sisi kanan pola. Harga naik lagi setelah membentuk kepala, mencapai level yang mirip dengan bahu kiri, sebelum mengalami penurunan.

Pola Head and Shoulders sering kali mendapat anggapan sebagai sinyal bearish, menunjukkan potensi pembalikan tren dari naik ke turun. Biasanya, konfirmasi pola terjadi ketika harga menembus garis leher (neckline) yang menghubungkan dua titik terendah di bawah kepala. Ini menjadi sinyal untuk membuka posisi jual (sell). Target potensial untuk pola ini dapat dihitung dengan mengukur jarak dari garis leher ke puncak kepala, lalu memproyeksikannya ke bawah setelah menembus garis leher.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Head and Shoulders Pattern untuk Trading

Mengenali kelebihan dan kekurangan dari pola Head and Shoulders Pattern memegang peran penting dalam dunia trading dan analisis teknikal. Dengan pemahaman yang baik tentang aspek positif dan negatif dari pola Head and Shoulders, trader dapat membuat keputusan perdagangan yang lebih terinformasi dan merencanakan strategi yang lebih efektif di pasar keuangan. Berikut adalah beberapa keunggulan dan kelemahan dari pola Head and Shoulders:

Keunggulan

  1. Mudah Diidentifikasi oleh Trader Berpengalaman

Trader yang telah memiliki pengalaman dapat dengan mudah mengenali pola Head and Shoulders, memungkinkan mereka membuat keputusan perdagangan yang lebih cepat dan cerdas.

  1. Manajemen Risiko yang Jelas

Pola ini membantu trader menentukan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang mungkin terjadi serta memberikan kerangka kerja yang jelas untuk manajemen risiko.

  1. Berlaku di Berbagai Pasar Keuangan

Berguna di semua pasar keuangan, termasuk saham, kripto, dan mata uang asing, sehingga trader dapat memanfaatkan pola ini dalam berbagai situasi pasar.

  1. Potensi Pergerakan Harga Signifikan

Pola ini memiliki potensi untuk memicu pergerakan harga yang signifikan setelah terjadi konfirmasi, memberikan peluang perdagangan yang menguntungkan bagi trader yang memahami dan menggunakan pola ini dengan tepat.

Kelemahan

  1. Kesulitan bagi Trader Pemula

Trader pemula sering kesulitan mengidentifikasi pola Head and Shoulders karena memerlukan pemahaman yang mendalam tentang analisis teknikal. Pendidikan dan latihan intensif penting untuk mengatasi hambatan ini.

  1. Retracement Harga setelah Pola Terbentuk

Harga sering mengalami retracement atau pergerakan mundur setelah terbentuknya pola Head and Shoulders, yang dapat membingungkan pemula dan bahkan trader berpengalaman. Pengetahuan mendalam tentang manajemen risiko dan pemahaman yang mendalam tentang konfirmasi pola dapat membantu mengatasi masalah ini.

  1. Risiko Kehilangan Tetap Ada

Meskipun pola ini dapat memberikan sinyal pembalikan yang kuat, risiko kehilangan juga tetap ada. Pola ini tidak selalu menghasilkan keuntungan, dan trader harus selalu mempertimbangkan faktor-faktor pasar lainnya sebelum membuat keputusan trading.

Contoh Head and Shoulders Pattern 

Mengetahui contoh pola Head and Shoulders Pattern merupakan hal yang krusial dalam dunia trading dan analisis teknikal. Dengan pemahaman dan penerapan contoh-contoh pola Head and Shoulders, trader dapat memperkuat analisis teknikal mereka dan membuat keputusan trading yang lebih cerdas, suatu langkah kunci menuju kesuksesan di pasar keuangan yang sangat kompetitif.

Sebagai contoh, pada grafik candlestick di bawah ini (menunjukkan harga tertinggi dan terendah harian, serta harga penutupan dan pembukaan), pergerakan harga saham Apple dari akhir 2021 hingga awal 2022 menggambarkan pola Head and Shoulders.

Pada bahu pertama, mulai dari awal hingga pertengahan Desember, harga saham mengalami kenaikan hingga mencapai puncaknya, lalu mengalami penurunan. Setelah mencapai titik terendah, terjadi reli menuju akhir Desember. Kemudian, hal itu membentuk puncak baru pada awal Januari yang adalah “kepala”.

Selanjutnya, harga saham turun sebelum mencapai titik terendah baru. Puncak reli berikutnya membentuk bahu kedua. Saat penurunan harga menembus tingkat harga yang sama dengan akhir bahu pertama dan awal bahu kedua, sentimen pasar berubah menjadi negatif (bearish). Garis yang menghubungkan titik-titik terendah ini merupakan “neckline”, dan pergerakan harga yang menembus garis ini ke bawah adalah “breakdown”.

Kasus Apple

Dalam kasus Apple, kerugian mencapai tingkat harga yang tidak terlihat sejak November. Saham tetap stabil sebelum mengalami reli setelah rilis pendapatan kuartalan yang kuat dan mencetak rekor pendapatan. Idealnya, puncak bahu pertama dan kedua seharusnya berada pada tingkat harga yang sama, meskipun hal ini tidak selalu terjadi.

Baca juga: Sudah Disetujui SEC, Inilah Dampak Bitcoin ETF bagi Investor Crypto

Head and Shoulders Pattern

Pola Head and Shoulders pada saham Apple mulai membentuk dirinya pada awal Desember dan mengalami penurunan hingga sekitar bulan Januari. Kemudian, mencapai level yang tidak terlihat selama sekitar dua bulan. Berikut ini adalah ilustrasi pola Head and Shoulders yang terbentuk pada grafik candlestick Bitcoin. Setelah membentuk bahu kiri, kepala, dan bahu kanan, cryptocurrency mengalami penurunan melalui garis leher, menandakan kelanjutan penurunan harga. Pada contoh ini, bahu kanan terlihat relatif kecil. Kurangnya reli harga yang signifikan menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat sebelum terjadinya penurunan lebih lanjut. Pola ini adalah pola Head and Shoulders top chart.

head

Cara Membaca Head and Shoulders Pattern

Untuk menganalisis pola Head and Shoulders (HNS) pada grafik dengan lebih baik, sangat penting untuk memperhatikan beberapa elemen kunci. Pemahaman yang cermat terhadap semua elemen di bawah ini akan membantu trader membuat keputusan yang lebih cerdas saat menghadapi pola Head and Shoulders dalam kondisi pasar yang dinamis. Berikut adalah cara membaca pola Head and Shoulders pada grafik:

1. Identifikasi Pola

Temukan tanda-tanda pola Head and Shoulders pada grafik. Pola ini terdiri dari tiga puncak, yaitu “kepala” di tengah yang lebih tinggi dari dua “bahu” di sisi kiri dan kanan.

2. Garis Leher (Neckline)

Identifikasi garis horizontal yang menghubungkan dua lembah di bawah kepala. Garis ini merupakan level support penting dalam pola Head and Shoulders. Perhatikan apakah harga berhasil menembus garis leher atau masih berada di atasnya.

3. Volume Perdagangan

Amati volume perdagangan selama pembentukan pola Head and Shoulders. Volume yang meningkat saat kepala terbentuk dan menurun saat bahu terbentuk dapat memberikan indikasi kekuatan dan validitas pola.

4. Sinyal Konfirmasi

Jika harga berhasil menembus garis leher ke bawah, ini merupakan sinyal konfirmasi bahwa pola Head and Shoulders kemungkinan akan berakhir, dan tren turun baru akan bermula. Konfirmasi bisa mendapatkan penguatan oleh peningkatan volume perdagangan dan pembentukan candlestick bearish.

5. Target Harga

Proyeksikan tinggi pola dari garis leher ke bawah setelah breakout untuk memperkirakan target harga potensial untuk pergerakan berikutnya.

Cara Menggunakan Head and Shoulders Pattern dalam Trading Crypto

Penting untuk mengetahui bahwa pola Head and Shoulders merupakan alat analisis teknikal yang populer dalam trading crypto. Oleh karena itu, memahami cara menggunakan pola ini dalam trading crypto menjadi hal yang krusial. Berikut adalah langkah-langkah untuk memanfaatkan pola ini dalam trading crypto:

  1. Identifikasi Pola

Identifikasi pola Head and Shoulders pada grafik harga crypto. Pola ini terdiri dari tiga puncak, dengan yang terbesar di tengah adalah “kepala” dan dua yang lebih rendah di sisi adalah “bahu”.

  1. Konfirmasi Garis Leher (Neckline)

Gambarkan garis horizontal yang menghubungkan dua lembah di bawah bahu kanan dan kiri. Garis ini merupakan level support yang krusial. Penembusan harga di bawah garis ini mengindikasikan sinyal jual.

  1. Penentuan Entry Point

Sinyal jual muncul saat harga menembus garis leher ke bawah. Trader dapat mempertimbangkan membuka posisi jual (sell) pada titik ini, mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.

  1. Penempatan Stop Loss

Untuk mengelola risiko, trader dapat menempatkan stop loss beberapa pip di atas neckline. Hal itu membantu melindungi posisi dari pergerakan harga yang tidak menjadi harapan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu WD dalam Trading: Contoh hingga Tips untuk Melakukannya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE