28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Hore! BBM Non Subsidi Cs Harganya Turun pada Pukul 14.00 WIB

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah resmi melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.800 per liter, turun Rp1.100 dari sebelumnya Rp13.900. 

Kemudian, Pertamax Turbo (RON 98) turun dari Rp15.200 per liter menjadi Rp14.050 per liter atau turun Rp1.150. Lalu, Dexlite (CN 51) turun dari Rp18.300 per liter menjadi Rp16.150 per liter. Sedangkan, Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp18.800 per liter menjadi Rp16.750 per liter. 

Baca juga: BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman untuk 21 Hari Mendatang

“Sesuai arahan Presiden Jokowi dan rapat tiga Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri BUMN. Alhamdulilah, per hari ini PT Pertamina melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi. Berlaku mulai jam 14.00 WIB,” kata Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick menjelaskan BBM non subsidi memang mengikuti harga pasar dunia. Sementara, pemerintah berkomitmen tetap memberikan subsidi bagi masyarakat untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite (harga tetap di Rp10.000 per liter dari harga keekonomian). Lalu, jenis BBM tertentu (JBT) Solar subsidi (harga tetap di Rp6.800 per liter dari harga keekonomian Rp13.300 per liter).

“Tidak pernah mudah menjaga stabilitas ekonomi negara sambil terus berusaha meringankan beban masyarakat. Tapi tantangan akan kita atasi,” kata Erick. 

Erick menegaskan komitmen pemerintah tetap memberikan subsidi bagi masyarakat untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite dan jenis BBM tertentu (JBT) Solar subsidi. Melalui mekanisme subsidi dan kompensasi, Erick menyampaikan harga Pertalite tetap sebesar Rp 10 ribu per liter dan Solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter.

“Ini tentu berbeda dengan BBM nonsubsidi yang mengikuti tren harga pasar dan harga minyak mentah dunia. Untuk Pertalite dan Solar subsidi, pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan subsidi sehingga harganya tidak berubah,” ujar Erick.

Baca juga: Tahun Depan, BBM Jenis Bio Solar Dicampur Minyak Sawit 35 Persen

Meski tak berubah, Erick menyebut harga Pertalite dan Solar subsidi sejatinya masih berada di bawah harga keekonomian. Pemberian subsidi, menurut Erick, menjadi bukti keberpihakan dan keseriusan pemerintah dalam membantu masyarakat dalam menatap tahun baru penuh optimisme.

Erick mengatakan pengumuman harga jual terbaru Pertamina memang sedikit lebih lambat dibandingkan badan usaha lain. Bagi Erick, ini hal yang wajar mengingat Pertamina sebagai BUMN mempertimbangkan berbagai aspek agar tetap dapat menjamin keberlangsungan penyediaan dan penyaluran BBM.

“Pertamina ini jangkauannya begitu luas karena harus menyalurkan BBM ke seluruh penjuru tanah air, termasuk BBM yang disubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi. Kita ingin memastikan agar pasokan dan distribusi tetap berjalan dengan lancar,” ucap Erick.

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman untuk Natal dan Tahun Baru

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE