34.5 C
Jakarta
Sabtu, 1 Oktober, 2022

Industri Kreatif Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Tidak Terbatas

Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC menyatakan, industri kreatif merupakan salah satu cara bagi Indonesia melakukan percepatan ekonomi dan lewat industri kreatif. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi menjadi tidak terbatas karena modal utamanya adalah manusia dan hasil pikir serta kreativitas manusia itu sendiri.

“Berbeda kalau kita mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari minyak misalnya karena minyak akan habis. Begitu juga bila mengandalkan pertumbuhan dari bahan kayu di industri kehutanan maupun industri pendukungnya maka suatu saat kayu akan habis” ujar Wakil Rektor I Unika Soegijapranata Semarang saat membuka Game Festival 2014 Art game and Seminar Creative Game Education di kampus Unika.

Namun Ridwan Sanjaya mengingatkan, sejalan dengan semakin tumbuhnya industri kreatif di Indonesia yang cocok untuk mengatasi persoalan tingginya penganggura, Indonesia tidak hanya punya tenaga kerja melimpah pada posisi sebagai pekerja industri kreatif tetapi juga harus sampai pada tataran sebagai pencipta pekerjaan di bidang industri kreatif ini.

Sementara itu Kaprodi Sistem informasi dan Game Technology Unika Tecla Brenda ST MT dan Ketua Panitia yang juga president Game Club Unika Daniel Sigit menyatakan pada kesempatan itu berhasil memilih game edukasi terbaik karya guru Dra MC Sri Lestari (Sekolah Kebondalem YPII Semarang) dan Berlinna T SSi (sekolah YSKI Semarang), serta kategori game terbaik mahasiswa Yeremia Greato-Satrya dan Celvin Laviano.

Agenda yang diselenggarakan Prodi Sistem Informasi dan Game Technologi Unika Soegijapranata Semarang diisi pula dengan seminar peluang pendanaan industri kreatif dengan pembicara Shinta Witoyo Dhanuwardoyo (CEO Bubu.com), Oscar Darmawan (CEO Bitcoin Indonesia), serta Leocadia dan Natashia (mahasiswa Game Technologi Unika) untuk mendorong potensi industri kreatif di Jateng. Kedua mahasiswa Unika ini beserta timnya berhasil membuat game pendidikan Mahesa Jenar (diambil dari cerita rakyat Jateng-DIY), game berbasis RPG dimana game RPG biasanya mengambil tema-tema manga Jepang atau cerita luar negeri lainnya.

3 KOMENTAR

  1. Saya tertarik dengan informasi mengenai Ekonomi diatas.
    Selain itu, tulisan diatas sangat menarik untuk dipelajari yang dapat menambah wawasan kita mengenai Ekonomi.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Ekonomi Syariah yang bisa anda kunjungi di Program Studi Ekonomi Syariah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Isi Saldo DANA via ATM BCA hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi saldo DANA via ATM BCA ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna layanan keuangan tersebut. Seperti diketahui bersama, dompet digital...

Cara Bayar Akulaku via Mandiri Online serta Persyaratannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Akulaku via Mandiri Online berikut persyaratannya perlu diketahui oleh para pengguna layanan ini. Seperti diketahui pula, hadirnya aplikasi kredit online...

Asuransi Kecelakaan Kerja: Manfaat hingga Rekomendasi Produk

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kecelakaan kerja adalah bentuk proteksi yang sangat diperlukan oleh seorang pekerja atau karyawan. Asuransi sendiri adalah bentuk perlindungan yang penting bagi...

AIA Call Center, Email, hingga Alamat Kantornya

JAKARTA, duniafintech.com – AIA Call Center adalah salah satu cara termudah untuk bisa menghubungi atau mencari tahu soal beragam layanan AIA. Adapun layanan yang dimaksud...

Menteri Erick Dorong Perempuan dan Generasi Muda Duduki Jabatan Direksi BUMN

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong transformasi perusahaan BUMN dengan mendukung keterwakilan perempuan di jajaran direksi dan pemimpin dari generasi...
LANGUAGE