28.3 C
Jakarta
Jumat, 19 Juli, 2024

Ini Cara Membedakan Fintech Legal dan Ilegal

Duniafintech – Financial technology atau fintech muncul untuk mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Meski sangat membantu, nyatanya masih banyak orang yang belum bisa membedakan fintech legal dan ilegal. Padahal, OJK sebagai lembaga yang berwenang telah mengawasi dan menindak banyak fintech ilegal.

Tak sedikit masyarakat yang terkena jerat fintech ilegal. Meski telah terawasi dengan ketat, fintech ilegal bagai jamur yang tumbuh subur di musim hujan. Kiranya, penting bagi kita sebagai pengguna untuk bisa membedakan fintech resmi dan ilegal.

Kehadiran fintech fintech selain membantu, juga jadi mencemaskan. Oleh karena itu, ada baiknya, sebagai pengguna, kamu bisa membedakan fintech yang ingin kamu gunakan tersebut resmi atau tidak.

DuniaFintech akan menguraikan apa saja perbedaan fintech resmidan fintech ilegal sebagai berikut.

Fintech legal diawasi oleh regulator, fintech ilegal tidak

Hal pertama yang jelas membedakan fintech resmi dan ilegal adalah pengawasan dari regulator. Fintech legal tentu saja telah diawasi dan diatur oleh OJK. Sedangkan, fintech ilegal sama sekali tidak memiliki regulator atau tidak mematuhi regulasi yang ada.

Baca Juga : Pengertian Fintech dan 3 Manfaat Fintech Untuk Keseharian

Baca Jug a : Yuk Cek Perbedaan Antara Saham LQ45 dengan Saham Blue Chip

Hal ini membuat fintech ilegal sangat bebas dalam menjalankan entitasnya. Apabila kamu terjerat fintech ilegal dan merugi, kamu juga akan sulit untuk mengurus pelaporan karena fintech yang kamu gunakan tersebut ilegal dan tidak terdaftar secara resmi.

Bunga dan biaya pinjaman fintech legal dan ilegal

Jika fintech resmimemiliki bunga biaya sesuai ketetapan pemerintah, maka fintech ilegal tidak mempunyai batasan, alias mereka dapat menentukan bunga dan biayanya sesuka hatinya. Ini sering terabaikan oleh masyarakat. Apalagi yang tersedak.

Biasanya, para peminjam atau pengguna fintech sangat jarang membaca ketentuan-ketentuan yang tertulis sebelum melakukan peminjaman. Jika saja fintech yang kamu pakai tersebut ilegal, bisa-bisa di kemudian hari kamu akan terlilit utang dan tagihan yang terus membengkak.

Keamanan data diri fintech legal dan ilegal

Data diri merupakan hal yang sangat penting dan bersifat privasi. Banyak sekali kasus penjualan data diri yang bocor dengan harga yang cukup fantastis. Jika data diri kamu bocor, bayangkan, jika suatu waktu data kamu mencairkan pinjaman, atau menjadi jaminan dari suatu transaksi, dan lain sebagainya.

Fintech ilegal tidak peduli dengan keamanan data diri peminjamnya. Berbeda dengan fintech legal atau resmi. Apabila data diri kamu terancam, maka regulator dapat memberikan tindakan atau memberikan kamu kompensasi atas itu.

Biasanya, sebelum memberi pinjaman, fintech legal hanya akan meminta akses untuk ponsel Anda, seperti kamera, mikrofon, serta lokasi Anda. Hal ini bertujuan untuk melengkapi persyaratan agar fintech dapat lebih mudah memverifikasi nasabahnya.

Sedangkan, fintech ilegal akan meminta akses hampir ke seluruh layanan telepon Anda, seperti kamera, mikrofon, lokasi, daftar kontak, SMS, bahkan Imei ponsel yang kamu miliki.

Sistem penagihan fintech legal dan ilegal

Sistem penagihan fintech legal dan ilegal sangat berbeda jauh. Jika kamu meminjam dana ke fintech ilegal, maka siap-siaplah kena teror. Bahkan, biasanya fintech ilegal akan menghubungi nomor-nomor telepon kerabat yang kamu simpan di ponsel Anda. Hal ini sebagai efek jera dan cara agar kamu cepat membayar tagihan.

Sedangkan fintech legal atau resmi mempunyai sistem penagihan yang jauh lebih ramah. Divisi penagihan fintech ilegal diwajibkan untuk mengikuti sertifikasi tenaga penagih oleh AFPI.

Lokasi kantor fintech legal dan ilegal

Jika fintech legal memiliki kantor fisik yang bisa kamu kunjungi dan biasanya tercatat pada aplikasi, website, atau laman resmi regulator. Berbeda dengan fintech ilegal yang tidak memiliki kantor fisik atau menyamarkan alamat kantornya tersebut agar tidak dikunjungi oleh nasabahnya.

Hal ini penting untuk kamu ketahui apabila terkena masalah pembayaran. kamu bisa langsung mendatangi kantor fintech tersebut untuk menyelesaikan urusan kamu dengan damai.

Penulis : kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU