24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Ini Cara Mudah Berpenghasilan Dollar dengan Staking

Siapa saja bisa berinvestasi atau trading aset kripto. Bahkan, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan fantastis dari staking dan mendapatkan penghasilan Dollar. Apa itu dan bagaimana caranya? 

Trading cryptocurrency atau aset kripto menjadi primadona. Kenaikan Bitcoin, Ethereum, BNB dan lain-lain menyita perhatian orang. Meski saat ini, harga Bitcoin sedang menunjukkan tren penurunan harga. 

Dunia aset kripto yang mengadopsi teknologi blockchain yang merupakan teknologi masa depan. Tidak hanya NFT, tempat pelelangan animasi, gambar, video dan lagu. Tetapi, juga meliputi decentralized finance (DeFi). 

Baca Juga : YFI Jadi Aset Kripto Pertama yang Tembus Rp1 M

Baca Juga : 5 Pembelian NFT Termahal Sepanjang Sejarah, Capai Puluhan Juta Dollar

Metode mendapatkan kripto dengan mining tidak lagi digunakan. Karena mining pasti akan semakin sulit untuk menjaga pasokan harga. Belum lagi, soal mining yang berpengaruh buruk terhadap lingkungan. 

DeFi dan salah satu metode mendapatkan kripto yaitu staking adalah cara baru. Bahkan, penghasilannya sangat fantastis dengan mendapatkan dollar. 

Di bawah ini akan kita simak caranya.

Penjelasan tentang Staking

Staking adalah menjaminkan satu aset kripto dengan mendapatkan aset kripto baru pada sebuah platform decentralized atau decentralized apps (Dapps). Penggunaannya sangat mudah.

Tren staking sudah mulai pada tahun 2020. Banyak orang yang membeli aset kripto baru dan mendapatkan keuntungan dengan kenaikan harga yang fantastis. 

Jadi, staking adalah kamu menukarkan aset kripto pada sebuah platform decentralized dan mendapatkan aset kripto baru. Biasanya, kripto baru dijual lebih murah dan lama kelamaan akan meningkat. 

Di tahun 2021 ini, salah satu contohnya adalah Shiba Inu. Aset kripto ini sempat naik ribuan persen walau sekarang sudah turun sekitar 80%. Tetapi, saat kenaikan harganya, banyak membuat para trader kaya mendadak. 

Staking vs Mining

Staking pada awalnya dibuat agar orang tidak lagi menambang untuk mendapatkan aset kripto. Sehingga, metode staking jauh lebih efisien. 

Mining semakin lama semakin sulit. Karena memang pasokan atau supply Bitcoin dan altcoin mining akan semakin sulit ditambang. Ini memang untuk menjaga pasokannya di masa depan. 

Tidak hanya itu. Kekurangan mining lainnya adalah harga unit yang cukup mahal. Satu unit rig biasanya membutuhkan 6 VGA dan komputer yang harus mendukung. Artinya, investasi mining satu set RIG saja mencapai sekitar Rp60-Rp70 jutaan. 

Sedangkan staking sangat mudah dilakukan. Hanya perlu wallet kripto seperti di Indodax dan kemudian ke decentralized exchanges seperti Chainlink, Uniswap, Sushiswap dan lain-lain.

Kamu tinggal menukarkan aset kripto USDT yang mengadopsi 1:1 dengan USD. Kamu juga bisa menukarkan apa saja aset kripto, seperti Bitcoin, BNB, dan Ethereum untuk mendapatkan aset kripto baru.  

Kemudian, kamu hanya tinggal menunggu aset kripto baru itu naik ke harga tinggi. Potensinya lebih besar karena koin yang baru lahir bersiap tumbuh menjadi koin raksasa, seperti Shiba Inu. 

Kekurangan Staking

Staking juga memiliki kekurangan. Pertama, jaringan untuk transfer antar wallet seperti ERC, BSC dan TRC sering kali mengalami kendala. Misalnya ERC yang mahal dan sering bug. 

Sama halnya dengan BSC yang juga mahal. Sedangkan TRC dan platform lain tidak semuanya menyediakan jaringan staking. 

Faktor kedua atau yang paling fatal. Karena kripto baru mudah dibuat dan mudah dipromosikan, sering kali developernya kabur, artinya penipuan. 

Itu makanya, kebanyakan staker atau trader hanya berinvestasi dengan modal yang kecil dan mengharapkan keuntungan 10 hingga ratusan kali lipat. 

Cara Staking

Bagi kamu yang ingin staking, kamu bisa menyimak cara di bawah ini : 

  1. Buatlah akun aset kripto untuk deposit dan withdraw dengan rupiah. Kamu bisa menggunakan Indodax
  2. Beli aset kripto USDT atau aset kripto lainnya
  3. Buat akun di platform decentralized, misalnya Uniswap, Sushiswap atau lainnya
  4. Kirimkan USDT atau aset kripto lain ke platform decentralized. Gunakan jaringan yang murah, misalnya TRC atau BSC.
  5. Sebelum memilih aset kripto yang mana yang akan kamu staking, ada baiknya kamu mencari informasinya terlebih dahulu dengan lengkap. Ini bukan hanya soal rencana proyek dan potensinya. Tetapi, juga untuk menghindari penipuan nantinya.
  6. Pilih aset kripto baru dengan menukarkan dengan aset kripto yang kamu beli di Indodax. 
  7. Tunggu harganya meningkat. Kemudian jual ke USDT atau aset kripto lain. 
  8. Kirim USDT atau aset kripto mu ke Indodax. Jual dengan menukarkannya ke IDR kemudian lakukan withdraw ke rekeningmu. 

Gampangkan? Selamat mencoba

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE