26 C
Jakarta
Kamis, 8 Desember, 2022

Ini Pernyataan Jokowi Tebar Ketakutan Soal Resesi Ekonomi Global

JAKARTA, duniafintech.com – Ancaman resesi ekonomi tahun 2023 tentunya membuat resah seluruh negara, terutama kepala negara yang membawa arah pergerakan negaranya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) acapkali sering mengeluarkan statement mengenai keresahan-keresahannya terkait resesi ekonomi yang akan menghantui di berbagai negara.

Berikut ulasan-ulasan pernyataan menakutkan dari Presiden Jokowi mengenai resesi ekonomi global tahun 2023.

Baca juga: Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

Jokowi: Tahun Depan Sekali Saya Sampaikan Akan Gelap

Jokowi mengungkapkan di sejumlah negara saat ini mengalami angka inflasi yang sangat tinggi, sehingga akibatnya banyak negara ketakutan mengalami peningkatan inflasi yang cenderung tinggi. 

Menurutnya biasanya negara-negara mengalami angka inflasi mencapai 1 sampai 8 persen, sekarang angka inflasi bisa mencapai 10 persen. Bahkan ada negara yang mencapai 80 persen angka inflasi. Terlebih lagi pengaruh kondisi perang antara Ukraina dengan Rusia yang ikut mempengaruhi resesi dunia. 

Selain itu, krisis finansial yang dialami Inggris. Hal itu sangat berpengaruh terhadap nilai tukar di semua negara mengalami pelemahan depresiasi termasuk Indonesia. 

“Tahun ini sulit dan tahun depan sekali lagi saya sampaikan akan gelap. Kita tidak tahu badai besarnya seperti apa sekuat apa tidak bisa dikalkulasi,” kata Jokowi.

Jokowi: Ada 60 Negara Alami Kejatuhan Ekonomi

Jokowi mengungkapkan berdasarkan data dari Bank Dunia dan IMF terdapat kurang lebih negara akan mengalami kejatuhan ekonomi. Namun yang sudah terdata pasti sebanyak 40 negara yang akan mengalami krisis ekonomi

Menurutnya hal itu disebabkan akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia dan Ukraina, sehingga mengakibatkan banyak negara yang menghadapi lonjakan harga energi dan pangan sehingga membuat inflasi meroket. 

Belum lagi, penerapan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan. Akibatnya pelaku pasar menjadi panik akibat inflasi Amerika Serikat kembali melonjak ke angka 8,6 persen (yoy). 

“Bank Dunia, IMF menyampaikan ada kurang lebih 60 negara yang akan ambruk ekonominya, ada 40 negara yang pasti,” ungkap Jokowi. 

Baca juga: Resesi Ekonomi Global 2023, ini Jurus Jitu Indonesia

Jokowi: Terjadi 800 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut

Jokowi mengungkapkan saat ini terdapat lebih dari 300 juta orang di dunia menghadapi kekurangan pangan akut dan kelaparan. Menurutnya saat ini di berbagai negara sudah masuk dalam kekurangan pangan akut dan kelaparan. Bahkan jika tidak ada solusi akan berkembang menjadi 800 juta orang akan mengalami kelaparan. 

Untuk itu, Jokowi meminta kepada Kementerian Pertanian untuk membuat lahan yang menganggur untuk menjadi produktif dengan menanam kebutuhan pangan rumah tangga. Seperti cabai, genjah, kelapa dan lain-lain untuk ditingkatkan pasokan menjadi berlimpah atau sesuai dengan kebutuhan. 

“Sekarang 300 juta lebih terancam kekurangan pangan akut dan kelaparan. Beberapa negara sudah mulai dan diperkirakan kalau tidak ada solusi bisa masuk ke 800 juta orang,” kata Jokowi. 

Jokowi: 28 Negara Antri Jadi Pasien IMF dan 66 Negara Rentan Krisis

Jokowi mengaku mendapatkan telepon dari Menteri Keuangan Amerika Serikat, berdasarkan isi pembicaraan tersebut bahwa terjadi kondisi yang mengejutkan. Terdapat 28 Negara antri masuk menjadi pasien IMF akibat ketidakpastian ekonomi yang melanda ke negara-negara tersebut. 

Jokowi juga mendapatkan kabar dari lembaga-lembaga internasional terdapat 66 negara berada pada posisi rentan untuk krisis, 345 juta orang di 82 negara menderita krisis pangan. Misalnya, saat ini negara Eropa diperkirakan sudah mulai masuk ke dalam tahap resesi ekonomi sebab saat ini Eropa masuk dalam musim winter. 

“Mereka akan kesulitan mendapatkan pemanas dan gas, sehingga memang kondisi negara-negara di dunia betul-betul pada posisi yang sangat tidak mudah,” kata Jokowi.

Baca juga: Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE