26.3 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Ini Strategi Kementerian Perdagangan Hadapi Perdagangan Global Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perdagangan menyatakan perlu adanya strategi untuk menghadapi tantangan perdagangan global pada tahun 2023.

Bentuk strategi upaya mengantisipasi dinamika perekonomian dunia dengan melakukan strategi dalam meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas akses pasar. 

Baca juga: Kementerian Perdagangan Perlu Kebijakan Perdagangan Digital Inklusif

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BK Perdag) Kasan mengatakan keterkaitan kondisi perekonomian nasional dengan perekonomian global menjadi tantangan sekaligus peluang di sektor perdagangan. 

Strategi kebijakan diarahkan pada peningkatan nilai tambah produk yang diperdagangkan melalui hilirisasi industri dan iklim usaha yang kondusif, ekspansi dan penetrasi ke pasar ekspor non tradisional serta peningkatan akses pasar internasional melalui perjanjian perdagangan dan misi dagang.

“Kami berharap pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga dan terus menjadi kekuatan Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global,” kata Kasan. 

Kasan menjelaskan peningkatan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi maupun fasilitasi lainnya juga dapat menjadi fokus strategi Kementerian Perdagangan.

Pemerintah terus berupaya memperkuat pasar dalam negeri melalui instrumen trade remedies dan melakukan pengendalian secara selektif.

Penguatan pasar dalam negeri dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menjadi kekuatan Indonesia menghadapi ketidakpastian perekonomian global. 

Baca juga: Kementerian Perdagangan Pastikan Akan Stabilkan Harga Telur

“Tentunya Kementerian Perdagangan juga mendapatkan masukan langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan. Hasilnya, nanti tentu dapat digunakan untuk membantu pembuatan rumusan strategi kebijakan jangka pendek dan menengah. Hal ini guna menjaga kinerja perdagangan Indonesia pada tahun 2023,” kata Kasan. 

Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen YoY pada kuartal III tahun 2022.

Sementara, neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus selama 31 bulan berturut-turut.

Surplus perdagangan hingga periode Januari-November 2022 menembus angka US$50,59 miliar.

Angka tersebut melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada 2006 dengan nilai surplus mencapai US$39,73 miliar.  

Sedangkan untuk kinerja ekspor pada Januari-November 2022 juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni tumbuh 28,16 persen dan mencapai US$268,18 miliar.

Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE