32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

IPO Batal Startup Ini Justru Siap Melantai

duniafintech.com – Penyedia layanan transaksi elektronik Indonesia, Artajasa, yang sebagian besar kepemilikannya dimiliki oleh Indosat Ooredoo, memutuskan membatalkan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Hal itu dikarenakan perusahaan menyatakan menemukan alternatif untuk membiayai pembelian perusahaan peralatan teknologi informasi dan untuk memperkuat modal kerjanya.

Pada 1 Maret 2018, Artajasa telah melakukan publicexpose dalam persiapannya di Bursa Efek Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa IPO perusahaan akan kelebihan permintaan hampir empat kali lipat.

Namun, Zul Irfan, Sekretaris Perusahaan tersebut mengatakan bahwa perusahaan ini telah menemukan opsi yang lebih menarik daripada IPO dan sekarang dalam pembicaraan dengan investor strategis. Pada saat ini, pihak perusahaan memilih tidak menyebutkan nama dari calon investor.

Jika kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan, maka investor baru akan bermitra dengan perusahaan ini mulai dari kuartal kedua 2018. Deva Rachman, Kepala Komunikasi Korporasi di Indosat Ooredoo, mengatakan bahwa divestasi saham diperlukan karena peraturan Bank Indonesia membatasi kepemilikan asing di perusahaan pembayaran elektronik domestik sebesar 20 persen.

Baca juga

Ditengah kabar Artajasa menarik diri untuk Go Public, perusahaan fintech asal Indonesia Timur, PT Hensel Davest Indonesia justru menyatakan akan segera IPO di tahun ini. Mundurnya Artajasa dari persaingan IPO dipastikan akan semakin menarik untuk disimak.

Artajasa, yang didirikan pada tahun 2000, adalah operator ATM Bersama, jaringan antar bank di Indonesia yang menghubungkan jaringan ATM dari 21 bank di Indonesia.

Press Release

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE