30.9 C
Jakarta
Minggu, 25 Februari, 2024

Jenis Investasi Jangka Pendek: Tabungan, Obligasi, hingga P2P Lending

JAKARTA, duniafintech.com – Jenis investasi jangka pendek, apa saja? Investasi jangka pendek adalah investasi yang diperkirakan akan ditebus atau dijual dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. 

Tujuan umum dari jenis investasi yang satu ini, yaitu adalah untuk melindungi modal dan memberikan likuiditas, sehingga investor dapat dengan cepat mengakses dana mereka jika dibutuhkan.

Nah, untuk mengetahui apa saja jenis investasi yang satu ini, simak ulasannya berikut ini.

Keunggulan Jenis Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menarik bagi investor dengan tujuan dan kebutuhan finansial tertentu. Berikut adalah beberapa keunggulan dari jenis investasi jangka pendek:

Baca juga: Hold Artinya: Keuntungan, Kerugian, hingga Risikonya di Dunia Investasi

ISFF 2023 INDODAX

  1. Likuiditas Tinggi

Instrumen investasi jangka pendek, seperti tabungan, deposito berjangka, dan rekening pasar uang, memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Investor dapat dengan mudah menarik dana mereka jika dibutuhkan tanpa mengalami kerugian signifikan dalam nilai investasi.

  1. Risiko Rendah

Investasi jangka pendek cenderung memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi jangka panjang yang berisiko lebih tinggi. Meskipun tidak sepenuhnya bebas risiko, instrumen-instrumen ini umumnya lebih stabil dan kurang terpengaruh oleh volatilitas pasar.

  1. Pendapatan Tetap

Beberapa jenis investasi jangka pendek, seperti deposito berjangka dan obligasi jangka pendek, memberikan pendapatan tetap dalam bentuk bunga atau imbal hasil yang sudah ditetapkan. Hal ini memberikan kepastian pendapatan kepada investor.

  1. Fleksibilitas

Investor memiliki fleksibilitas untuk memilih instrumen investasi jangka pendek yang sesuai dengan kebutuhan finansial dan profil risiko mereka. Mereka dapat mengalokasikan dana mereka ke berbagai instrumen untuk diversifikasi.

  1. Ketahanan Terhadap Perubahan Pasar

Investasi jangka pendek cenderung lebih stabil dan kurang terpengaruh oleh perubahan ekonomi dan pasar jangka panjang. Ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk melindungi modal dari fluktuasi pasar yang ekstrim.

  1. Penggunaan untuk Kebutuhan Mendesak

Investasi jangka pendek sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti biaya medis, perbaikan mendesak, atau kebutuhan keuangan lainnya yang timbul tanpa peringatan.

  1. Pengelolaan Dana Darurat

Investasi jangka pendek dapat digunakan untuk membangun dana darurat, yang merupakan cadangan keuangan yang dapat digunakan ketika terjadi keadaan darurat, seperti kehilangan pekerjaan atau kecelakaan.

  1. Investasi yang Mudah Dimengerti

Instrumen investasi jangka pendek umumnya lebih sederhana dan mudah dimengerti, cocok untuk investor pemula yang baru memasuki pasar keuangan.

  1. Ketidakbergantungan pada Kinerja Pasar Saham

Investasi jangka pendek tidak terlalu tergantung pada kinerja pasar saham. Ini membuatnya menjadi pilihan yang lebih stabil untuk investor yang ingin menghindari fluktuasi pasar saham.

Jenis Investasi Jangka Pendek

Berikut adalah beberapa jenis investasi jangka pendek yang umum:

1. Tabungan dan Deposito

  • Tabungan: Menyimpan uang di akun tabungan bank adalah bentuk investasi jangka pendek yang aman dan likuid. Namun, suku bunga biasanya lebih rendah.
  • Deposito Berjangka: Deposito menawarkan suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan. Uang Anda disimpan dalam deposito untuk jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga yang tetap

2. Pasar Uang (Money Market)

  • Sertifikat Deposito (CDs): CD adalah simpanan di bank dengan tingkat bunga yang tetap untuk jangka waktu tertentu, biasanya mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun.
  • Rekening Pasar Uang: Rekening ini menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa dan memberikan kebebasan penarikan yang lebih besar.

Baca juga: Tutorial Investasi Bitcoin yang Bisa Bikin Auto Cuan

Jenis Investasi Jangka Pendek

  1. Obligasi Jangka Pendek
  • Surat Utang Negara (SUN): Obligasi pemerintah dengan jangka waktu kurang dari satu tahun yang dikeluarkan oleh negara.
  • Obligasi Perusahaan: Obligasi perusahaan dengan tenor pendek yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan dana dalam jangka pendek.
  1. Dana Pasar Uang (Money Market Funds)

Dana investasi yang menginvestasikan dalam instrumen pasar uang seperti surat berharga jangka pendek dan deposito sertifikat.

  1. Saham Dividen

Memilih saham dari perusahaan yang membayar dividen secara teratur. Meskipun saham, ini memiliki risiko, tetapi jika Anda memilih dengan bijaksana, ini bisa memberikan hasil yang stabil.

  1. ETF (Exchange-Traded Funds) Obligasi

ETF obligasi jangka pendek memberikan akses ke portofolio obligasi dengan jangka waktu pendek. Mereka diperdagangkan seperti saham di bursa efek.

  1. Instrumen Pasar Uang Komersial

Kertas Dagang (Commercial Paper): Instrumen utang yang dikeluarkan oleh perusahaan besar dan pemerintah dengan jangka waktu pendek, biasanya beberapa minggu hingga beberapa bulan.

  1. Simpanan Berjangka

Tabungan berjangka adalah investasi di mana Anda menyimpan sejumlah uang dengan janji bahwa Anda tidak akan menyentuhnya selama periode waktu tertentu. Ini memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.

  1. Peer-to-Peer (P2P) Lending

Menginvestasikan uang Anda ke dalam platform P2P yang memungkinkan Anda memberikan pinjaman kepada individu atau bisnis dalam bentuk pinjaman pribadi.

Baca juga: Cara Trading Kripto di INDODAX: Tips Sukses Investasi, Cuan!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE