25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Jokowi Optimis Berakhirnya PPKM, Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo memperkirakan dengan dicabutnya kebijakan PPKM, ekonomi Indonesia bisa tumbuh diatas 5 persen di tahun ini.

Pada tahun 2022 lalu, Jokowi juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan bertumbuh di kisaran 5 persen.

Baca juga: Presiden Jokowi Umumkan Masa PPKM Resmi Dicabut

“Semoga ini bisa mendorong dan memicu ekonomi kita untuk tumbuh lebih baik dari pada tahun 2023.” kata Jokowi. 

Jokowi mengungkapkan tahun 2023 memiliki tantangan ketidakpastian ekonomi. Sehingga banyak hal yang nantinya tidak bisa diperhitungan dengan baik agar ekonomi dalam negeri bisa tumbuh sesuai dengan harapan. Sehingga, Jokowi menilai tahun 2023 menjadi tahun yang berat untuk ekonomi global dan dalam negeri. 

“Kita harus hati-hati dan waspada. Tahun 2023, menjadi tahun ujian bagi ekonomi global dan ekonomi,” kata Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi mengharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai tumbuh di atas 5 persen. 

Baca juga: Hadapi Tantangan Ekonomi Global Sektor Industri Indonesia Miliki Fondasi Kuat

“Kita berharap ekonomi kita bisa tumbuh diatas 5 persen. Optimisme tapi kita harus juga hati-hati,” kata Jokowi. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mencatat pada Q3-2022, pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai angka 5,72% (yoy) dan diproyeksikan sebesar 5,2% (yoy) pada akhir tahun. Terkait inflasi diperkirakan terkendali mencapai 5,9 persen, kemudian 5,72 persen dan terakhir mencapai 5,42 persen. Menurutnya inflasi diperkirakan akan mencapai 5,34 sampai 5,5 persen hingga akhir tahun.

“Kemudian kita harus mempersiapkan mengenai rantai pasok, memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, dan cuaca ekstrem. Tentu ini yang harus diperhatikan,” Airlangga.

Dia mengungkapkan pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 sebesar 5,3%, sejalan dengan proyeksi pada rentang 4,7% hingga 5,1% dari berbagai lembaga internasional. Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan outlook perekonomian global tahun 2023 yang diperkirakan berada pada kisaran 2,2% hingga 2,7%.

“Beberapa hal terkait penanganan Covid-19, kita relatif baik, untuk vaksinasi dosis 1 sebesar 86,8%, dosis 2 sebesar 74,3%, dosis 3 sebesar 28,62%, dan dosis 4 sekitar 4%. Kemudian kita melihat seluruh kabupaten dan kota ditetapkan dalam PPKM Level 1 dan melihat kondisi yang ada, Kementerian Kesehatan akan melakukan sero survey lagi dan dari sero survey Pemerintah akan melakukan langkah-langkah lanjutan,” kata Airlangga.

Baca juga: Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini Prediksi Bank Indonesia Untuk Ekonomi Indonesia

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE