25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Jokowi Tegaskan Tidak Ada Penghapusan Pengguna 450 VA

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegaskan pemerintah tidak akan menghapuskan dan tidak mengalihkan pengguna atau pelanggan listrik daya 450 VA menjadi 900 VA.

Jokowi tegaskan pemerintah tidak pernah membahas mengenai penghapusan subsidi listrik bagi masyarakat yang menggunakan daya 450 VA, bahkan pemerintah juga tidak ada membahas mengenai kebijakan perubahan pengguna 450 VA menjadi 900 VA.

“Tidak ada penghapusan untuk yang 450 VA. Tidak ada juga perubahan dari 450 VA ke 900 VA, tidak ada. Tidak pernah berbicara mengenai hal itu, tidak ada,” tegas Jokowi.

Baca juga: Dampak Kenaikan BBM, Jokowi Minta Pemda Antisipasi Kenaikan Harga Beras

Jokowi tegaskan agar isu terkait penghapusan subsidi pengguna 450 VA dan peralihan pengguna 450 VA menjadi 900 VA untuk tidak dilanjutkan. Sebab, munculnya isu tersebut diperkirakan akan membuat masyarakat resah.

“Jangan sampai nanti di bawah (masyarakat) resah mengenai statement seperti itu,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menilai penggunaan listrik dengan daya listrik 450 VA sudah tidak sesuai lagi. Dia menambahkan peningkatan 450 VA ke 900 VA dan 900 VA ke 1.200 VA bukan merupakan hal yang sulit dilakukan oleh PLN.

“Kalau dinaikkan kan ga perlu biaya. PLN tinggal datang otak-atik meteran,” kata Said.

Baca juga: Tak Hanya Tebar BLT, Jokowi Beri Bantuan Upah Rp 600 Ribu ke Pekerja

Dia mengatakan masyarakat miskin dengan daya listrik 450 VA akan dinaikkan menjadi 900 VA dan 900 VA menjadi 1.200 VA. Untuk itu, dia mendorong pemerintah untuk menghilangkan penggunaan listrik 450 VA untuk menyerap listrik milik PLN yang sedang mengalami kelebihan pasokan.

“Bagi orang miskin, rentan miskin yang dibawah garis kemiskinan itu tidak boleg lagi ada 450 VA,” kata Said.

Menanggapi hal itu, terkait wacana pengalihan pelanggan rumah tangga 450 VA menjadi 900 VA, Arifin menilai wacana tersebut dinilai kurang tepat diimplementasikan saat ini lantaran peningkatan ke daya listrik 900 VA berpotensi meningkatkan penggunaan listrik yang selaras dengan peningkatan biaya.

“Kalau daya listrik naik pasti akan ada dampaknya. Otomatis pembayarannya yang mengikuti 900 VA. Nah itu kan nggak jelas, apalagi dikemukakan pada saat-saat seperti ini. Jadi sensitif,” pungkas Arifin.

Baca juga: Harga Pertalite jadi Rp10 Ribu, Jokowi Buka Suara

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE