25.8 C
Jakarta
Rabu, 17 Juli, 2024

Jumlah Transaksi E-wallet di Indonesia Berpotensi Terus Meroket

DuniaFintech.com – Pengembang teknologi sistem pembayaran jenis e-wallet di Indonesia, seperti OVO, GoPay hingga DANA diprediksi mengalami peningkatan dalam jumlah transaksi hingga 70% pada data tahunannya (yea-to-year). Tren positif ini juga disebut-sebut akan terus meningkat meski pandemi COVID-19 berakhir.

Director of Marketing, Communication, and Community Development Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) William mengatakan peningkatan tersebut didasari oleh perilaku konsumen yang berinisiatif mengurangi penggunaan uang konvensional.

“Dengan tren positif ini, kami optimis tren fintech pembayaran akan meningkat akan bertumbuh di tahun mendatang,”

Bank Indonesia juga mencatat tentang penggunaan e-money sebagai salah satu jenis sistem pembayaran elektronik. Tercatat, nilai transaksi meningkat dari Rp 47 triliun pada 2018 menjadi Rp 145 triliun di tahun berikutnya.

Sekretaris Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), Eddi Danusaputro melihat potensi jenis e-wallet di Indonesia akan terus meningkat. Ia mengklaim, industri tersebut akan semakin digemari oleh publik.

Baca juga:

Pengembang E-Wallet di Indonesia Dianjurkan Bergabung

Peningkatan transaksi tentunya juga berbanding lurus dengan jumlah peningkatan pengguna. Hal ini juga membuka kesempatan untuk para pelaku industri teknologi sistem pembayaran menyatukan layanannya melalui skema merger. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengguna aktif dan nilai transaksi.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja menilai langkah tersebut ideal. Menurutnya, apabila bercermin kepada dua raksasa pengembang teknologi keuangan, Amerika Serikat dan Tiongkok, maka demografi pasar Tanah Air lebih cenderung mengikuti negeri Tirai Bambu.

“Sangat masuk akal bila fintech pembayaran melakukan kemitraan, terutama para pemain yang telah menjangkau pasar yang lebih kecil,”

Nicko menambahkan, kolaborasi menjadi inti untuk mengokohkan ekosistem fintech pembayaran e-wallet di Indonesia. Seperti diketahui, jenis produk dan layanan yang ada di dalam negeri sangat beragam dan mempunyai target pasar yang beragam pula.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU