30.9 C
Jakarta
Minggu, 25 Februari, 2024

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Perempuan Jual Produk Makanan-Minuman ke Kanada

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dorong pelaku usaha perempuan untuk memasarkan produk makanan olahan ke pasar Kanada. Langkah tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Didi Sumedi mengungkapkan TFO Kanada Kemendag pelaku usaha perempuan merupakan organisasi non profit yang membantu negara berkembang dalam menyediakan informasi, konsultasi dan kontak para calon eksportir untuk memasuki pasar Kanada.

Baca juga: Kemendag Minta Pedagang tidak Ambil Untung Berlebihan Jelang Lebaran

“Kementerian Perdagangan membuka kerjasama dengan segenap pihak yang mendukung peningkatan perekonomian dan kesetaraan gender seperti TFO Kanada. Kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembangkan kapasitas para pelaku usaha perempuan, khususnya yang bergerak di sektor makanan olahan agar bisa membuka pasar ekspornya di Kanada,” kata Didi. 

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Merry Maryati mengatakan untuk memperluas pasar ekspor produk Indonesia, pihaknya memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. 

“Kami memiliki berbagai program promosi melalui pameran dagang berskala internasional dan misi dagang, peningkatan daya saing dan pengembangan produk melalui fasilitas kegiatan adaptasi produk, pengambangan dan konsultasi desain produk atau kemasan di Indonesia Design Development Center (IDDC) dan Good Design,” kata Merry. 

Selain itu, Merry mengungkapkan pihaknya juga memiliki program seperti pengembangan merek dan sertifikasi produk ekspor seperti halal dan Hazard Analysis and Critical  Control Points (HACCP) atau Analisis bahaya dan pengendalian titik kritis, pendaftaran Hak Kekayaan  intelektual (HKI) serta layanan informasi peluang pasar ekspor melalui INAEXPORT (inaexport.id) dan Inadigiexport.

Dia mengharapkan pelaku usaha dapat terus menambah kapabilitas dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang diselenggarakan Pemerintah maupun pihak lainnya. 

Baca juga: Kemendag akan Musnahkan Pakaian Bekas Impor Rp80 Miliar hingga Larang Jualan di Sosmed

“Kita harus memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk terus menerus meningkatkan kemampuan daya saing produk, agar mampu berkompetisi dengan negara lain. Manfaatkanlah program fasilitas pengembangan produk dan pasar ekspor yang diselenggarakan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya,” kata Merry.

Sebagai informasi, Industri makanan olahan memiliki peranan penting dalam ekspor nonmigas Indonesia. Pada 2022, nilai ekspor produk makanan dan minuman (mamin) olahan mencapai US$5,24 miliar atau naik 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$4,97 miliar. Tren ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia periode 2018-2022 rata-rata mengalami pertumbuhan 7,5 persen per tahun.

Pada 20233, ekspor produk mamin olahan utama Indonesia didominasi food preparation, olahan udang, wafer, ekstrak kopi, dan produk ikan. Negara tujuan ekspor terbesar untuk produk mamin olahan adalah Amerika Serikat (20,24 persen), Filipina (13,77 persen), Malaysia (7,44 persen), Tiongkok (7,06 persen), dan Singapura (5,17 persen).

Baca juga: Kemendag Temukan 515 Ton Minyak Goreng Mandeg tak Terjual

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE